Home
All posts
Kamis, 11 Juni 2015
Senin, 19 Januari 2015
Di Larang Bersandar pada Pilar.
Minggu yang cerah, saya jalan-jalan bersama Hafung putri saya yang sudah berumur tujuh tahun dan kini sudah masuk Sekolah Dasar. Di tempat parkir, kami memarkir kendaraan sebelum masuk ke sebuah mall. Anak saya bergumam,.Di La..rang ber..sen..der..pa ..da ,.pilar. Pilar itu pa bun ?Ia lalu bertanya,
Hafung : "Bun,..Kenapa di tiap tempat keramaian selalu ada larangan?,"
Saya : "Lho ..kamu lihat dimana sayang?.
Rabu, 14 Januari 2015
Ngobrol sains dengan Guru PAUD
Beberapa waktu lalu, saya duduk berdampingan dengan seorang Guru PAUD di sebuah Rumah Sakit swasta yang kebetulan sedang mengantri obat . Ia salah satu pendidik di sebuah lembaga PAUD. PAUD yaitu Pendidikan Anak Usia Dini yang menyelenggarakan pendidikan bagi anak usia dini, salah satu nya untuk kelompok bermain dengan usia 4 s. 6 tahun. Kami berbincang tentang proses belajar di PAUD yang lebih mengutamakan strategi bermain sambil belajar.
Bu Guru PAUD ini mengutarakan bahwa ia sedang memiliki project kecil untuk mengenalkan sains bagi anak usia dini di lembaganya dengan metode-metode yang lebih mudah dipahami anak sambil bermain dan anak diusahakan larut dalam pembelajarannya. Konon menurut beberapa ahli sains, sains yang berbasis pada metode inkuiri lebih mengandalkan keterampilan proses yang mengutamakan keaktifan anak. Peran Guru lebih pada fasilitasi, membuat kata-kata kunci untuk membangkitkan keinginan bertanya pada anak, kemampuan anak membuat dugaan atas sebuah peristiwa, kemampuan anak membuat jawaban sementara, kemampuan anak membuktikan dugaan dan jawaban sementara dan kemudian mengkomunikasikannya secara sederhana sehiingga pada akhirnya ia bisa menganalisis dampak dan gejala dari sebuah peristiwa dan menyimpulkan dengan bahasanya sendiri.
Kamis, 08 Januari 2015
Stevie G Pergi...
Rabu, 07 Januari 2015
Akh! Seteru!
Kakak Tua
Engkau jangan terlalu tua
meski dunia menggerogoti kerongkonganmu yang terus menetesi air kebencian
Hari ini aku berseteru
meski dendam telah ku redam
meski halal selalu ku dekap
dalam lekukan setiap denyut yang menderu
Aku tidak terlepas
dalam gulungan kesahihan lawan seteru
Kesabaran yang indah
tertutupi murka yang membuncah
lidah lidah menganga
terhimpit derita syetan yang marah
8 Januari 2015
Kamis, 27 Desember 2012
Akhir Tahun 2012
Ya. Akhir Tahun 2012 ini sengaja saya buat menjadi Judul Postingan. Meski terus terang saya memiliki PR yang lama belum saya posting yaitu Pengalaman di Papua II. Akhir tahun ini sesuatu yang istimewa, banyak hal yang sudah saya dan tidak sempat saya share-kan ke teman-teman.
Penghujung Desember 2012
Siapakah gerangan diri ini ?
Yang lupa pada temannya sendiri.
Assalamaualaikum..
Pesan singkat yang dikirim seorang teman yang sudah lama sekali tidak bertemu. Teman kuliah yang kini mandiri setelah ditinggal suami tercintanya. Banyak hal yang akhirnya saya pelajari darinya. Mulai dari keteguhan hati dan cintanya, kerja kerasnya membangun rumah tangga yang terseok, ketahanan dirinya ketika harus merelakan anak-anaknya di bawa oleh suaminya.
Ah..akhirnya saya ingn sekali bertemu dengan dia.
Selasa, 17 Juli 2012
Pengalaman di Papua 1 ( Dari Sentani ke Distrik Namblong)
Membuka-buka gambar di laptop yang hampir setahun lalu saya simpan, teringat tentang pengalaman langka ke Papua. Kalau tidak salah, perjalanan ini sekitar bulan Oktober 2011. Waktu itu saya ditugaskan melakukan evaluasi sekolah melalui intrumen EDS (Evaluasi Diri Sekolah) tahun 2011.
Perjalanan ke Kota Jayapura dari Jakarta menurut saya cukup melelahkan, setelah 2 kali transit melalui penerbangan udara dengan Garuda Indonesia Airlines yaitu di Makasar, dan Biak lalu ke Jayapura. Saya landing di Bandara Sentani tepat Pukul 7 Pagi. Meski lelah, saya bersyukur bisa menginjakkan kaki di Negeri Cendrawasih.
Kunjungan perdana saya waktu itu, ketika setelah seminggu sebelumnya terjadi kerusuhan, dimana waktu itu ada Sekitar 300 ih lebpeserta kongres Papua mendeklarasikan Negara Papua Barat. Kongres Papua III di Jayapura berlangsung di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Abepura, Jayapura, sejak 17 hingga 19 Oktober 2011 dan berakhir ricuh. Ada beberapa orang luka dan 2 orang dilaporkan tewas . Saya berdoa semoga tidak ada kerusuhan dan tugas berjalan lancar. Ups begitu berdebar berada di ketika melewati Abepura.
Perjalanan dari Sentani ke Kota Jayapura tak terlalu lama. Ada sekitar setengah jam lebih, kiri jalan terbentang bukit bukit bebatuan, dan bukit cadas yang sedang direnovasi. jalannya lebar dan cukup bagus meski kadang menemui beberapa hambatan karena dipinggir jalan ada perbaikan jalan. Hari Pertama
Setelah menyimpan barang-barang di penginapan dan istrihat sebentar, saya memulai perjalanan mengunjungi SMKN 1 Sentani, di temani Pengawas SMP dan salah satu karyawan LPMP Papua. jalanan tidak terlalu padat, sekolah ini persis dibawah bukit,sangat indah dan betah. tak nampak aroma kerusuhan, yang ada ketenangan dan cuaca cukup panas menurut saya.
Selesai dari SMKN 1 Sentani, kemudian beranjak pulang menuju penginapan. Pemandangan Danau Sentani memikat hati, hingga akhirnya saya berhenti disebuah tempat makan di tepi danau. Suasana siang yang terik, pupus sudah dengan semilir angin danau yang sejuk.
Mentari merayapi Sentani.
Saya pulang menuju penginapan. Malam pertama di Kota jayapura, sebenarnya cukup menegangkan. Meski itu hanya perasaan dan sugesti saya setelah berbagai cerita dan peristiwa minggu terakhir tentang demo yang kadang akhirnya berujung rusuh. Menurut teman di Kota jayapura, biasanya pada malam hari banyak pemuda yang mabuk dan orang gunung yang turun ke kota. Alhamdulillah saya tidur pulas.
Hari Kedua
Hari kedua, lokasi sekolah yang akan dikunjungi cukup jauh yaitu ke SD Negeri Besum dan SMPN 2 Nimboran Distrik Namblong Kabupaten Jayapura. Perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Jayapura, memuaskan hatnamun kembali viewnya sangat hati. bukit-bukit kecil, tersebar diantara air, hutan hijau dan sejuk yang saya lewati.
Jalan yang lurus dan mulus membentang menuju Distrik Namblong
Sampai di SMPN Nimboran, ternyata serasa di Yogyakarta karena beberapa orang gurunya berasal dari Yogyakarta. Mereka adalah transmigran yang kemudian menjadi tenaga pengajar dan diangkat menjadi guru di sana. Berbagai keluh kesah terdengar dari mereka, mulai dari murid yang giat, murid yang susah belajar, pengrusakan sarana sekolah oleh orang asli dan sebagainya. tetapi semangat mereka tetaplah besar untuk terus membangun negeri, mencerdaskan anak bangsa.
Pulang dari Nimboran, kembali ke Kota Jayapura kembali melewati jalan yang kadang lurus terus, lalu berbelok-belok hingga saya tertidur pulas. Di suatu tempat,yang sepi, kiri kana jalan hutan lebat, mobil berhenti. Dua orang pemuda, sedang mabuk mencegat dan menengadahkan tangan nampaknya meminta uang. Saya terbangun, kaget,meski mereka tak nampak membawa senjata, saya cukup gugup. Sopir berhenti dan menyalakan klakson dua kali. Akhirnya mereka minggir.
Alhamdulillah tak terjadi apa-apa. Mobil melaju menuju penginapan.
Bersambung ke Dari Kota Jayapura ke Daerah perbatasan RI - PNG
Langganan:
Postingan (Atom)








