Tampilkan postingan dengan label Safari Kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Safari Kerja. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Juli 2012

Pengalaman di Papua 1 ( Dari Sentani ke Distrik Namblong)


Membuka-buka gambar di laptop yang hampir setahun lalu saya simpan, teringat tentang pengalaman langka ke Papua. Kalau tidak salah, perjalanan ini sekitar bulan Oktober 2011. Waktu itu saya ditugaskan melakukan evaluasi sekolah melalui intrumen EDS (Evaluasi Diri Sekolah) tahun 2011.
Perjalanan ke Kota Jayapura dari Jakarta menurut saya cukup melelahkan, setelah 2 kali transit melalui penerbangan udara dengan Garuda Indonesia Airlines yaitu di Makasar, dan Biak lalu ke Jayapura. Saya landing di Bandara Sentani tepat Pukul 7 Pagi. Meski lelah, saya bersyukur bisa menginjakkan kaki di Negeri Cendrawasih.
Kunjungan perdana saya waktu itu, ketika setelah seminggu sebelumnya terjadi kerusuhan, dimana waktu itu ada Sekitar 300 ih lebpeserta kongres Papua mendeklarasikan Negara Papua Barat. Kongres Papua III di Jayapura berlangsung di Lapangan Zakeus, Padang Bulan, Abepura, Jayapura, sejak 17 hingga 19 Oktober 2011 dan berakhir ricuh. Ada beberapa orang luka dan 2 orang dilaporkan tewas . Saya berdoa semoga tidak ada kerusuhan dan tugas berjalan lancar. Ups begitu berdebar berada di ketika melewati Abepura.



Perjalanan dari Sentani ke Kota Jayapura tak terlalu lama. Ada sekitar setengah jam lebih, kiri jalan terbentang bukit bukit bebatuan, dan bukit cadas yang sedang direnovasi. jalannya lebar dan cukup bagus meski kadang menemui beberapa hambatan karena dipinggir jalan ada perbaikan jalan.
Hari Pertama
Setelah menyimpan barang-barang di penginapan dan istrihat sebentar, saya memulai perjalanan mengunjungi SMKN 1 Sentani, di temani Pengawas SMP dan salah satu karyawan LPMP Papua. jalanan tidak terlalu padat, sekolah ini persis dibawah bukit,sangat indah dan betah. tak nampak aroma kerusuhan, yang ada ketenangan dan cuaca cukup panas menurut saya.
Selesai dari SMKN 1 Sentani, kemudian beranjak pulang menuju penginapan. Pemandangan Danau Sentani memikat hati, hingga akhirnya saya berhenti disebuah tempat makan di tepi danau. Suasana siang yang terik, pupus sudah dengan semilir angin danau yang sejuk.
Mentari merayapi Sentani.
Saya pulang menuju penginapan. Malam pertama di Kota jayapura, sebenarnya cukup menegangkan. Meski itu hanya perasaan dan sugesti saya setelah berbagai cerita dan peristiwa minggu terakhir tentang demo yang kadang akhirnya berujung rusuh. Menurut teman di Kota jayapura, biasanya pada malam hari banyak pemuda yang mabuk dan orang gunung yang turun ke kota. Alhamdulillah saya tidur pulas.
Hari Kedua
Hari kedua, lokasi sekolah yang akan dikunjungi cukup jauh yaitu ke SD Negeri Besum dan SMPN 2 Nimboran Distrik Namblong Kabupaten Jayapura. Perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Jayapura, memuaskan hatnamun kembali viewnya sangat hati. bukit-bukit kecil, tersebar diantara air, hutan hijau dan sejuk yang saya lewati.

Jalan yang lurus dan mulus membentang menuju Distrik Namblong
Sampai di SMPN Nimboran, ternyata serasa di Yogyakarta karena beberapa orang gurunya berasal dari Yogyakarta. Mereka adalah transmigran yang kemudian menjadi tenaga pengajar dan diangkat menjadi guru di sana. Berbagai keluh kesah terdengar dari mereka, mulai dari murid yang giat, murid yang susah belajar, pengrusakan sarana sekolah oleh orang asli dan sebagainya. tetapi semangat mereka tetaplah besar untuk terus membangun negeri, mencerdaskan anak bangsa.
Pulang dari Nimboran, kembali ke Kota Jayapura kembali melewati jalan yang kadang lurus terus, lalu berbelok-belok hingga saya tertidur pulas. Di suatu tempat,yang sepi, kiri kana jalan hutan lebat, mobil berhenti. Dua orang pemuda, sedang mabuk mencegat dan menengadahkan tangan nampaknya meminta uang. Saya terbangun, kaget,meski mereka tak nampak membawa senjata, saya cukup gugup. Sopir berhenti dan menyalakan klakson dua kali. Akhirnya mereka minggir.
Alhamdulillah tak terjadi apa-apa. Mobil melaju menuju penginapan.

Bersambung ke Dari Kota Jayapura ke Daerah perbatasan RI - PNG

Senin, 21 Juni 2010

Nonton Bola di dalam Bis

Hari Senin, saya berkesempatan ke Kota Tigaraksa Tangerang. Ada keperluan kantor yang harus diselesaikan. Pulang magrib,menunggui bis di depan BNI Balaraja, kendaraan besar dan kecil bersliweran, sangat amburadul. Angkot-angkot kecil, saling seruduk mengejar penumpang serebutan dengan ojek-ojek, maklum jam pulang kerja. Saya bersabar menunggu bis tigaperempat menuju Kebon Nanas hendak menuju ke Agen Bis Aja untuk naik bis Arimbi menuju Bandung. Mmmmhh..asap kendaraan yang mengepul, suara knalpot yang bising, teriakan lantang para kernet, klakson nyaring yang menjerit-jerit karena macet dan kendaraan yang parkir seenaknya membuat saya makin ciut, dan berdebar nunggu bis yang tidak datang-datang.
Akhirnya karena kesabaran juga akhirnya bis datang. Bis tiga perempat yang sesak penumpang, gelap dan segala jenis profesi orang masuk ke dalamnya termasuk aku. Belum lagi penumpang pindahan, makin mempersesak isi bus yang kecil. Akhirnya, bus berangkat menuju kebon nanas, wow sesak banget..tanpa AC yang ada angin besar menyeruduk dari luar..kenceng banget. segala aroma menyebar.ah..nasib..nasib.Bis menuju ke Kebon Nanas, ngebut banget. Badan saya tergencet, terombang ambing, sesak dan panas, keringat terus menggelontor tak henti.
Tiba di depan agen bis Aja, saya langsung menyerbu toilet. hihii..ga tahan. Nah..akhirnya bisa juga masuk ke bis Arimbi yang cukup representatif, ada AC dan TV yang cukup besar. Jam 19.00 malam, siaran langsung Portugal vs Korea Utara. Sambil menikmati mie panas di dalam bis, mata ini tetap manteng ke layar TV. dan Oowww...gol Simao, membuat orang-orang yang nonton pertandingan malam itu berteriak histeriss...Korea Utara yang sebelumnya begitu rapat pertahannya tadi malam begitu mudah di robek, hingga 7 gol, termasuk gol fantsatik-nya Christiano Ronaldo. Asyik juga nonton bola di dalam bis, meski kadang siaran terganggu karena sinyal yang naik turun. Saya terlelap di dalam bis, dan tiba di Bandung jam 24.00 malam. Ketika membuka handphone, ada sms dari teman kantor, "ditunggu besok pagi di Bandung, Kita Berangkat ke Bengkulu Rabu sore, pesawat take off jam 15.00"...

Kamis, 12 November 2009

Kau,..ke Bengkulu Neng....

Bismillahirahmanirrahim,
Surat tugas datang malam ini, seorang teman menunjukkannya.
,"Kau, ke Bengkulu Neng minggu ini. Monitoring dan supervisi program. masih ingat kan konsep supervisi dan monitoring waktu kuliah dulu, jangan menjadi petugas yang merasa paling bisa, paling tahu, jangan menunjukkan arogansi sbg pemeriksa, tunjukkan bahwa kita sebagai rekan yang bisa diajak ngobrol, lebih pada "sharisme" bukan sebagai pencatat kesalahan , gunakan pendekatan kemitraan sejajar lebih pada kolegial, dan berikan pemecahan bagi masalah yang mereka temui, dokumentasikan dalam tulisan dan buat analisis tindaklanjutnya,".
," O ke Bengkulu," . Ke Kabupaten mana?,"
," Bengkulu selatan dan Kaur,".
," Tiket pesawatnya sedang disiapkan,"
,'ini berkas-berkasnya, pelajari dulu, dan jaga kesehatan. Bengkulu Selatan dan Kaur cukup jauh dari Kota Bengkulu. Sekitar 200 sampai 250 kilometer. Ada angkutan darat berupa mobil umum dan travel dari Bandara Fatmawati,". Selamat bertugas, semoga lancar dan sukses.

Dalam hati kecil, tadinya jika ditugaskan ke Bengkulu saya berharap ke Kabupaten Kepahyang, sebab menurut berita Bunga Raflesia (bunga bangkai) pada bulan ini sedang mulai tumbuh bahkan sebagian sudah ada yang mekar di bukit kepahyang. Saya ingin menyaksikan secara langsung bunga bangkai ini di daerah aslinya.
Berkunjung ke Bengkulu meski bukan yang pertama, memang menyisakan pengalaman tersendiri.
Baiklah..bro and sis..doakan yah..
salam

Selasa, 28 April 2009

2 Hari 2 Malam

Bismillahirahmanirrahim
Segala Kekuasaan hanya milik Allah SWT
Alhamdulillah kembali dari Belitong (Belitung) dalam keadaan sehat walafiat meski tidak dipungkiri seluruh badan pegal linu karena ya, meski prepare dengan jaket kulit tetap masuk angin karena memang kurang tidur. Perbedaan cuaca antara Bandung yang sejuk dengan Belitung yang panas, cukup menguras kemampuan adaptasiku atas cuaca tersebut.
Tiba di Belitung pukul 16.00 sebab pesawat delay hampir 1 jam lebih. Langsung menuju penginapan dan istirahat sambil larak-lirik menu makanan yang mayoritas memang makanan laut. tetapi ada beberapa rumah makan yang menyajikan makanan selain makanan laut. Kupilih makanan laut sebab sepertinya sangat menggoda dan menggugah selera. Sup kepiting, udang bakar dan orange juice menyesaki perutku yang sejak sore kosong melongpong. Setelah tenang beristirahat dan Shalat Isya, aku bergegas tidur. Kupaksakan memejamkan mata tetapi, kantuk tak datang jua. Hp berdering dan si Manis terdengar sedikit cemas, mengabarkan Hafung anakku panas dan batuk-batuk, ia tidak mau makan dan minum susu, apalagi minum obat. Kutenangkan diri dan mencoba menenangkan Si Manis untuk selalu berdoa dan berharap pagi segera datang supaya Hafung segera di bawa ke dokter. Tidak terasa, dalam doa ku untuk kesembuhan Hafung aku tertidur. Subuh datang bersamaan dengan dering telpon si manis yang mengabarkan bahwa Hafung sudah mendingan dan mau di bawa ke dokter. Sejenak ku bersimpuh menghadap Illahi rabbi, sekaligus berdoa untuk kesembuhan Hafung dan kelurgaku. Malam pertama di Belitung memberikan pengalaman tersendiri. Jam 8, datang. Temanku Brudy menjemput, membawa mobilnya dan siap-siap mengajakku makan pagi dan berkunjung ke lokasi yang akan di lihat, apakah sesuai dengan ajuan di proposal atau tidak.
Jarak tempuh ke lokasi tersebut cukup jauh sekitar 30 kilometer, menyusuri jalanan yang kiri dan kanannya hutan dan tambang timah.
Selesai kegiatan, sekitar jam 15.oo aku melepas lelah menikmati makanan. Brudy menawarkan untuk mencoba sup pelanduk (mangan pelanduk). Pelanduk adalah hewan sejenis Kancil. Para pemburu menangkapnya di hutan dan menjualnya ke restoran, bahkan jika ada hajatan katanya daging pelanduk jadi rebutan. Aku mencoba sup ini dan memang berbeda. Menjelang sore kusempatkan mengunjungi Pantai tanjung tinggi, jaraknya dari kota Tanjung Pandan cukup jauh, menembus perkebunan dan hutan serta ladang timah yang ditinggalkan begitu saja.
Hatiku cukup miris ketika menyaksikan daerah ini, beberapa kubangan besar bekas ladang timah yang ditinggalkan menyisakan tanda tanya besar tentang pengelolaan timah dan keserakahan eksploitasi sumber daya alam.
Tiba di pantai tanjung tinggi, semilir anginnya, hawanya yang sejuk. Keagungan Illahi kembali kusaksikan sore itu. Tiada keindahan yang dapat menandinginya. Tanjung tinggi memang merupakan tempat wisata yang jadi tujuan paling utama yang dikunjungi wisatawan jika berta
mu ke Belitung. Batu granit yang terserak di tepi pantai, air lautnya yang sebening kristal, pasir putihnya yang tiada tara semakin mengecilkan kekuasaan manusia atas kebesaran Allah SWT sang pencipta. Allahu Akbar. Memang kunjungan ke tempat ini bukan yang pertama, tapi yang kedua, tetapi berapa kalipun datang ke tempat ini selalu menanamkan kerinduan untuk selalu kembali menghirup nuansa pantai yang asri. Allahu Akbar.
Kembali dari pantai ini menjelang sunset menghilang, begitu indah. Aku berharap bisa membawa si manis dan Hafung kelak ke tempat ini. mudah-mudahan.
Tiba di penginapan hari sudah gelap, aku terlelah. Target pekerjaan tercapai, sekaligus bisa menikmati keindahan Tanjung Tinggi yang menawan. Esok hari aku pulang, meninggalkan tanah ini untuk kembali menengok Hafung dan Si Manis.
Pukul 7.00 pagi tepat, brudy datang menjemput, hendak mengantarku ke bandara. Pesawat take off jam 7.50. Tiba di bandara setelah chek in kami duduk sambil menikmati kudapan serta kopi panas di kantin kecil bandara Hasan Juddin. Penumpang lain sama menikmati kopinya di meja masing-masing.
7.50, aku terbang menuju Jakarta. Lega rasanya, perjalanan menuju Jakarta hanya 50 menit, Aku tertidur pulas dan mimpi bertemu Hafung. Ia sangat manja dan mendekapku erat seolah tidak mau ditinggalkan.
Mimpiku pudar, ketika pesawat mendarat sempurna. Snack ku bawa saja dimasukkan ke tas punggung. Ku hidupkan Handphone dan ada 2 panggilan tidak terjawab dari teman kantorku. setelah kulihat ada 2 sms yang masuk.
sms ke-1 , dari si Manis : " Hafung sehat, sudah ke dokter dan tinggal tidur dan istirahat yang cukup", ia berharap untuk bertemu". hatiku gembira.
sms ke-2 :dari teman kantor : " Neng, mohon bantuannya, teman di kantor semua ke lapangan. Neng jangan pulang ke Bandung. " Aku sedikit terkejut.
Beberapa detik kemudian HP ini berdering, teman kantor calling:
"Assalamulaikum".
"Neng, mohon bantuannyanya. Sore ini ditunggu di Dermaga Merak untuk tugas yang sama ke Kabupaten Way Kanan Lampung Utara. Tapi pakai jalan darat, pakai penerbangan kami tidak bisa mengusahakan sebab pertanggungjawabannya harus jalan darat. Ben, menunggu di Dermaga merak jam 15.00, beserta akomodasi dan surat tugasnya. Please bantu ya, hanya sehari semalam kok..
siap ya neng ?..gmana?
Ia sangat berharap sekali aku menyetujuinya...
Aku tidak menjawab....
dan mungkin tidak akan berkata " Lampung, Aku datang!"....

Rabu, 22 April 2009

Belitung, Aku Datang!


Tiket pesawat ke Tanjung Pandan Belitung baru saja sampai di meja kerjaku. Sendirian aku ditugaskan 3 hari menengok pulaunya Laskar Pelangi tersebut esok hari. Travel sudah di pesan dan siap berangkat besok pagi jam 5 selepas adzan Subuh. Take off pesawat jam 13.05. Mudah-mudahan cuaca bersahabat.
Malam ini masih nangkring di kantor, prepare buat keberangkatan. Menyiapkan instrumen, surat tugas, dan hal-hal lain yang diperlukan. Eit jangan lupa, buat list..cemilan yang mesti di bawa selama perjalanan. Jika ga bawa cemilan, rasanya kurang mantap. Coklat, roti isi dan air mineral tentunya jadi menu wajib. Kayak anak TK aja ya?.
Nyiapin konsep sms untuk Ibu dan Bapak, minta doanya supaya selamat kembali ke kota ini, nentuin jam yang tepat untuk telpon Si Manis dan Hafung yang tentunya akan terkejut sebab minggu ini kutinggalkan kembali, seperti minggu sebelumnya. Hati kecil memang aku berharap tidak berangkat sebab rindu berkumpul dengan Si Manis dan Hafung, yang sudah du minggu tidak bersua. Maafkan aku Manis, sabar ya Fung...
Kita harus bisa merelakan pertemuan kita gagal kembali,
Kita harus bisa memilih, mana kepentingan tugas dan kepentingan keluarga, iiihh..sulit juga ya?
kadang sulit, jika harus berkutat di wilayah tersebut.
Mudah-mudahan selamat sampai kembali ke kota ini kembali.
Ibu, Bapak mohon doanya,
Manis, Hafung doakan ya,
Ya Allah selamatkan.....
amin
mari semua,...
wassalam

Minggu, 19 April 2009

Safari Tiga Lokasi

Kembali dari tiga kota yang berbeda memang cukup menguras energi dan stamina. Kegiatannya sama yaitu visitasi dan verifikasi lapangan terkait dengan sebuah program kegiatan yang di danai oleh pemerintah pusat. Tiga hari tersebut yaitu Hari Kamis tanggal 16 April 2009 ke Kota Bekasi, 17 April 2009 ke Kabupaten Sumedang, dan 18 April 2009 ke Kabupaten Ciamis.
Kota pertama yang dijambangi adalah Kota Bekasi. Berangkat dari Bandung jam 7.00 pagi, menumpangi travel yang nyaman dan waktu tempuh sekitar 2 jam. Memasuki Tol Cipularang mata mulai mengantuk, sabab malam sebelumnya prepare bahan-bahan untuk visitasi. Pemandangan indah menggelitikku untuk mengambil gambar meski hanya dengan sebuah HP, tret..tret beberapa lokasi aku ambil gambarnya meski dari dalam kendaraan yang melaju
kencang menembus pagi yang sejuk.



Tiba di Kota Bekasi tepat jam 9 pagi, sesuai dengan perkiraan. Setelah melepas lelah, dan sedikit sarapan, kami menuju instansi yang akan di verifikasi. Seharian mengecek dokumen dan administrasi program yang diajukan dalam proposal, mata dibuat puyeng. Setelah selesai melihat dokumen, kemudian saatnya verifikasi lapangan untuk mengecek kondisi riil lapangannya, kegiatan ini dilakukan untuk menyesuaikan kenyataan dilapangan sesuai dengan proposal yang diajukan. Wuih..akhirnya selesai juga, kembali dari Kota Bekasi, menjelang sore. Setelah pesan tiket travel, aku kembali menuju Bandung.
Sepanjang tol hujan lebat, melihat ke depan cukup gelap hingga beberapa kendaraan menyalakan lampunya. Sepanjang perjalanan aku berdoa, mudah-mudahan lancar dan selamat, kendaraan berjalan lamban, hingga jalan tol sesak oleh kendaraan lain yang berjalan pelan dan hati-hati.
Tiba di Bandung, cuaca cerah. Aku menuju penginapan dan makan malam selanjutnya...mmh. Bisa di tebak. tidur nyenyak. Bangun pagi jam 4.00, belum shalat isya. Aku terkejut dan loncat dari tempat tidur, Allahu Akbar!seruku. Aku berdosa, meninggalkan Shalat fardhu. Sambil tergesa aku menuju toilet, lalu berwudhu dan menunaikan shalat Isya. Ya Allah, ampuni aku. aku melupakanMu, di heningnya subuh aku bersujud.Sedih sekali. Aku menangis.
Beberapa menit kemudian, kumandang adzan subuh datang. Semakin menyedihkan, Aku menunaikan shalat Isya di akhir waktu sekali.
Sesaat setelah memohon ampunan setelah shalat Subuh, aku mulai berkemas, kota kedua yang harus kukunjungi adalah Sumedang. Menyiapkan beberapa dokumen dan mengecek penginapan yang layak di Sumedang di internet. Setelah sarapan, aku menunggu teman yang membawa kendaraan. Pukul 7.30 pagi aku berangkat ke Sumedang, setibanya di instansi terkait seperti biasa mengecek dokumen dan kondisi lapangan apakah sesuai dengan ajuan diproposal atau tidak, lalu mengecek komponen-komponen pendukung dilapangan. Kegiatan selesai selepas Ashar, Aku tidak jadi menginap di Sumedang. Kami berdua melanjutkan perjalanan menuju Priangan Timur, menuju Ciamis. Kabupaten di Jawa Barat yang paling timur. Tiba di Ciamis sekitar pukul 19.00 malam, setelah sebelumnya Shalat magrib di Mesjid Itjeu Tasikmalaya.Tidak sulit mencari penginapan di Ciamis. Saya dan teman istirahat, makan malam dan ngobrol sebentar tentang kegiatan di Sumedang tadi. Menjelang malam,aku tidak bisa tidur. Kusegerakan shalat Isya, takut tertidur lagi. Alhamdulillah setelah shalat, mataku terpejam, tidur pulas mendatangi apa yang ingin kudatangi,mimpi..mimpi.
Selepas shalat subuh, aku berkemas dan melakukan persiapan. Kamera, dokumen untuk bahan visitasi dan verifikasi, ballpoint, instrumen, dan membaca ulang proposal. Jam 8.30 pagi, aku dan temanku sudah tiba diinstasi yang akan diverifikasi. Mereka menyambut dengan hangat, menjawab setiap butir instrumen dan menunjukkan kondisi lapangan seperti yang tercantum di proposal. Aku dan temanku saling mengisi, melengkapi takutnya ada data yang tertinggal. Tidak lupa mengambil beberapa gambar yang diperlukan. Setelah semuanya selesai, kami berkemas pulang, menuju Bandung, menempuh kelokan dan tanjakan gentong diwilayah Tasikmalaya bagian barat, menapaki tanjakan Nagreg yang berliku tajam. Tiba di Bandung, kami berbagi tugas, merekap instrumen dan menyusun laporan. Bagian inilah yang kadang membuat malas, bila tidak membaca surat tugas, " 4 hari setelah melaksanakan tugas laporan harus sudah tersusun dan disetorkan," !.
Wuiih...nyusun laporan yuukk..
Ketika membuka instrumen dan mau merekapnya untuk dibuatkan laporan, seorang teman datang, Neng..tar Jumat ke Belitung ya, 4 hari! tiket pesawatnya sedang di pesan. Aku ga menjawab, melongo..lah kapan bertemu Hafung dan Si Manis?...
wassalam

Rabu, 18 Maret 2009

Safari ke Sukabumi



Berkunjung ke Sukabumi, dalam rangka revisi sebuah pekerjaan. Bersama teman-teman se-kajian. Aneh juga, menyaksikan teman-teman se-tim yang biasanya pakai pakaian rapi untuk ngantor kini berpakaian santai, maklumlah jalan-jalan tapi di jalan ada pekerjaan begitu temanya . Beberapa aksesoris unik menempel dan di pakai teman-teman seperti syal, topi cowboys, jeans ketat, t-shirt menarik, makanan ringan yang renyah untuk cemilan selama diperjalanan.
Perjalanan ditempuh dengan Kijang LGX, meski sesak tetep enjoy dan lebih dekat dengan temen se-tim, lebih tau aroma keringatnya, lebih tau joke nya yang kadang nyerempet-nyerempet ke pornografi (awas lho, melanggar UU pornografi !), lebih kenal kebiasaannya dalam perjalanan, gaya menguapnya, gaya makannya gratisnya, gaya merokok dan cara berebut tempat enak di dalam kendaraan. Enjoy..men!
Perjalanan menuju Sukabumi ditempuh melalui kota manisan Cianjur, kemudian belok menuju arah Sukabumi. Sampai di Sukabumi sekitar jam 12 siang karena berangkat dari Bandung jam 8 pagi. Dari Kota Sukabumi kemudian menuju Pantai Pelabuhan Ratu yang jaraknya sekitar 60 kilo ke arah selatan. Pantai ini terkenal karena merupakan perpaduan dari pantai yang curam dan landai, batu karang yang terjal dan hempasan ombak yang menawan. Cukup lelah, tapi menyenangkan apalagi sampai pantai tersebut sore dan silhouet sore yang indah menyambut kami. woow...takjub!
Menginap disebuah tempat yang sejuk, dekat pantai, hembusan angin yang sejuk. Allahu Akbar.Pemilik segala Keindahan. Yang menciptakan langit dan bumi dan isinya begitu indah. Allahu Akbar. Malam menjemput perlahan, setelah menikmati hembusan angin malam pantai dan makan ikan bakar yang panas dan pedas, tim kemudian breafing dan menyelesaikan revisi pekerjaan. Cukup serius dan santai, disela gelak tawa dan humor yang mengalir diantara sesama tim sambil merevisi pekerjaan dan memang harus selesai malam itu sebab besok waktunya berenang dan surfing!

Pagi yang indah, menyentuh dan memberikan kekaguman yang luar biasa. Allahu Akbar! kembali ucapan takbir memuji untuk Sang Khalik. saatnya surfing dan merasakan hempasan ombak menyambangi tubuh kami. Byurr..byur..wuihh. Ada papan surfing sederhana yang disewakan, kami mencoba. eit..sebelum bisa berdiri dipapan badan udah tercebur..tenggelam dalam air laut dan gelak tawa teman-teman yang gembira. Akhirnya...ya menempel aja di papan didorong air laut menuju tepi...Sebagian anggota tim bermain pasir ditepi.
Setelah puas bermain air, perut keroncongan. Lapar!. Kembali menuju hidangan.iIkan dan kepiting yang renyah. iih seger deh. Setelah semuanya puas atas makannya dan pekerjaan selesai, kami bersiap pulang ke Bandung. Mampir di pasar Ikan dan mebeli sedikit oleh-oleh, ikan asin tentunya. Lewat Kota Sukabumi sudah menjelang sore, mampir dulu ke toko moci. cemilan enak khas Sukabumi dengan berbagai aneka rasa. Perjalanan pulang dilanjutkan, semua kelelahan dan tertidur pulas di kendaraan.
Terima Kasih. Ya Allah, kami selamat tiba di Bandung. Semua atas kekuasaanMu.
Allahu Akbar.
Allah Maha Besar.
Zulzalaa wa al -'Ikraam Yang Maha memiliki Kebesaran dan Kemuliaan
Amin