Tampilkan postingan dengan label Coretan Sederhana. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Coretan Sederhana. Tampilkan semua postingan

Senin, 30 Januari 2012

PERPISAHAN DI GERBANG SEKOLAH

Perpisahan

Hari ini kita berpisah
gerbang sekolah tempat satu-satunya
menyimpan asa kita untuk bertemu kembali

Ahai..
Kapan kita bersua kembali?
meniti mimpi
membelai asa
yang hilang entah kemana

Bukankah kita sudah berpisah, sayang?

Jangan menyindir dengan tawamu yang basah.



Tasikmalaya, Januari 2012

Selasa, 06 September 2011

Timnas, Ayo Bangkit!

Nah..gol lagi kan?
Si manis, menyeru dengan nada kecewa.
Saya pun demikian,.....


Indonesia akhirnya menelan kembali pil pahit setelah kalah 0-2 dari Bahrain tadi malam. Sungguh mengecewakan tetapi membuat saya semakin penasaran dengan peristiwa yang menyesakkan ini. Tidak hanya bagi saya, tentu bagi seluruh pecinta sepakbola sekaligus pecinta Timnas di seantero nusantara ini.
Mengapa bisa kalah ?
Saya melihat kekuatan bola tiktak pemain Timnas tadi malam hilang. Para pemain justru berduel di sektor pertahanan hingga Boas pun terseret ikut berjibaku dilini belakang. Mengapa ? Karena sektor tengah yang harusnya dikuasai Firman dan Bustomi telah rapuh. Firman acap kali salah memberi assist, lemah dalam dribbling dan kurang tepat membaca situasi. Bustomi terlalu tergesa dan Nasuha terlalu mundur hingga suplai bola ke depan sangat sedikit. Timnas Indonesia sedikit terbawa oleh permainan umpan panjang dan cepat yang diperagakan oleh pemain Bahrain dan para defender di belakang cenderung kerepotan menjaga penyerang Bahrain yang taktis dengan memanfaatkan kendurnya konsentrasi para pemain bertahan.
Peter Taylor, sepertinya berhasil menerapkan pola daya serang umpan panjang dan cepat serta agresif ala permainan Inggris sehingga Timnas sepertinya disibukkan dengan serangan balik Bahrain yang sempurna dan akhirnya blocking bola udara yang sia-sia.
Ketatnya pertahanan Bahrain yang disiplin dengan pemain yang bugar dan tinggi menyulitkan Boas, Gonzales dan Bepe dalam mengobrak-abrik lini pertahanan. Sisi tengah Indonesia nampak begitu rapuh dan sering kehilangan bola karena kualitas dribling, baca situasi dan fighting pemain yang malam tadi terlihat kurang maksimal.Andai saja bola permainan pendek, cepat dan agresif yang seperti biasa dimainkan para pemain Indonesia bisa berjalan normal mungkin kekalahan tadi malam bisa dihindari. Permainan bola simpel seperti yang diperagakan melawan Turkmenistan, hilang sudah karena konsentrasi pemain terlihat semakin mengendur dari menit ke menit.
Disela gempuran deras dari Bahrain,Timnas cukup memberikan tekanan pada Bahrain,meski tidak sering. Tapi saya melihat ini bukan dari pola bola simpel yang biasa diperagakan tetapi semata dari beberapa kesalahan pemain Bahrain. Beberapa sumber yang saya baca, kekalahan ini menunjukkan bahwa ini sebuah gambaran pola kompetisi Indonesia yang masih semrawut, SDM yang masih belum maksimal baik pemain, pelatih, penyelenggara dan sisi Sarana dan Prasarana yang belum mendukung penuh. OLEH KARENANYA SEGERALAH BERBENAH!.
Jelang membungkam Qatar
Masih bisakah kita membungkam Qatar?. Pertanyaan ini sepertinya terlalu optimis. Saya pikir, masih ada waktu satu bulan untuk mempersiapakan perbaikan dalam berbagai hal. Baik sisi strategi dan teknik, manajemen maupun tambahan pemain baru. Bukan hal yang tidak mungkin, kita menambah pemain baru yang lebih berkualitas (maaf bukan meremehkan pemain yang sudah ada), tetapi kita perlu realistis dengan komposisi pemain yang ada. Lihatlah sektor tengah. Sektor inilah yang paling vital dalam memperlancar aliran bola baik bertahan maupun menyerang. Sosok Firman setidaknya kini sudah mulai menurun secara fisik pasca seringnya cedera sehingga driblling, blocking dan kemampuan baca situasinya sudah mulai menurun. Sudah saatnya ia memiliki tandem lain sekelas Bustomi atau pemain baru. Bukan hal yang tak mungkin, bila PSSI kemudian melakukan naturalisasi pemain baru atas input dari pelatih untuk menambah daya gedor Timnas melawan Qatar. Kalau memang diperlukan naturalisasi pemain baru, saya pikir segeralah lakukan bila memang bisa menambah " daya ungkit" serangan terhadap lawan. Bukannya kini naturalisasi sudah menjadi trend global yang sudah dilakukan negara-negara lain untuk memperkuat Timnas?, disela revisi pola pembinaan oleh PSSI yang sudah harus segera dilakukan.
Perlu disimak, kekuatan Qatar sebanding dengan Bahrain meski beda level, tetapi gaya permainan, postur tubuh pemain tak jauh beda. Bahkan Qatar bisa menahan Iran, 1-1 dikandangnya tadi malam. Tapi saya menilai, pelatih memiliki waktu cukup untuk memberikan treatment pada pemain, mengatur strategi dan mengasah kemampuan pemain dengan seringnya melakukan ujicoba sehingga secara fisik pemain tetap bugar. Ada baiknya pemain melupakan dua kali kekalahan, meski ini berat. Oleh karena pelatih perlu membangun motivasi psikologis pemain dengan maksimal, apalagi di jadwal pertadingan melawan Qatar dilakukan di GBK jika disetujui oleh FIFA pasca insiden petasan tadi malam.
Keterpaduan pemain juga perlu senantiasa dijaga bila ada pemain baru yang dipanggil, sebab tentu akan merubah pola permainan. Meski kini awan mendung mengelayuti Timnas dan pecinta bola nasional, tetapi hendaknya motivasi besarlah yang harus menguak dan menyibak awan mendung tersebut sehingga Timnas bisa memanfaatkan sisa pertandingan di tahap prakualifikasi zona Asia dengan maksimal. Ini sebuah kesempatan,dan harus dimanfaatkan sebaik mungkin supaya kita bisa menunjukkan bahwa kita juga bisa mengalahkan Qatar, Bahrain bahkan Iran di depan para pendukungnya kelak.
AYO BANGKIT TIMNAS.....

Selasa, 23 Agustus 2011

Timnas Indonesia Menjanjikan!

Bismillahirahmanirrahim..
Selamat menunaikan Ibadah Puasa, semoga tahun ini kita kembali memperoleh kemenangan. O ya, lama sekali tidak up date tulisan. rasanya rindu setelah beberapa bulan terakhir saya begitu direpotkan oleh urusan kuliah dan tentunya pekerjaan serta keringnya ide menulis.
Mengamati sepak terjang Tim Nasional Indonesia yang pada hari senin kemarin begitu perkasa menggebuk Tim Nasional Palestina 4-1 saya benar-benar kagum.
Nah, Timnas Indonesia berkekuatan 23 pemain Selasa malam bertolak dari Jakarta menuju Amman, Jordania, untuk melakukan aklimatisasi. Timnas dipimpin langsung pelatih kepala, Wm Rijsbergen. Semoga sukses Timnas!
Kini, Timnas cukup mengalami kemajuan diberbagai lini setelah dipoles oleh Wim. Meskipun sebelumnya saat dibawah kepelatihan Riedl nampak ada sedikit perbedaan, yaitu peningkatan kondisi fisik pemain yang lebih baik saat digenjot oleh Wim. Meskipun menunjukkan grafik yang cukup baik sejak pertandingan melawan U23 dengan hasil imbang kemudian menang 4-1 atas Palestina, saya cukup khawatir dengan lini depan yang masih pincang oleh ketidakhadiran Boas. Tetapi melihat pertandingan kemarin ketidakhadiran Boas tidaklah terlalu berpengaruh, dimana Gonzales disandingkan dengan BP di depan. Hanya saja menurut saya kekurangnya masih terdapat pada kekurang sabaran Gonzales yang sering terjebak Offside.
Pola serang dengan umpan panjang masih terlihat kurang maksimal namun bloking -bloking pendek dari Gonzales dari umpan pendek cukup bagus sehingga bola muntah bisa dimanfaatkan oleh Bambang Pamungkas atau Bachdim yang harus rajin menyokong serang meski posisinya di sayap.
Salut untuk Haryono, yang berjibaku begitu keras hingga dapat menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sekaligus melecut motivasi pemain lain untuk memborbardir pertahanan Palestina. Meski diakui, Posisi Palestina dalam urutan FIFA memang dibawah Indonesia, tetapi daya ungkit serangan Palestina cukup terasa di babak pertama dan awal babak kedua.Haryono, sebaiknya tetap bermain dengan karakternya sehingga daya juang dan jelajahnya dalam lapangan tetap bisa membloking serangan lawan.Saya pikir Wim telah berpikir brilliant dengan memanggil pemain ini, sehingga kekurangan Bustomi kelak bisa didampingi pria berambut gondrong ini.
Melawan Iran, menurut beberapa sumber yang saya baca, FIFA telah menugaskan wasit asal Jepang dan Uni Emirat Arab akan memimpin dua laga di Grup E putaran tiga Pra Piala Dunia 2014 zona Asia pada 2 September nanti. Duel Iran melawan Indonesia di Teheran akan dipimpin Masaaki Toma Iemoto. Masaaki akan dibantu Akane Yagi dan Hideaki Nishio. Masaaki adalah Wasit yang pernah memimpin pertandingan Piala AFF ketika Malaysia vs Indonesia dan Indonesia kalah 3-0 saat itu di Bukit Jalil. Ditenggarai Masaaki sudah memimpin 27 laga berskala internasional. Semoga para pemain kita bisa bermain maksimal dibawah kepemimpinan wasit asal Jepang ini.
Melawan Iran, kita jangan terlalu pesimis. Meski skuad Iran kini dihuni sejumlah pemain yang berlaga di kompetisi elit Eropa. Sebut saja Javad Nekounam dan Masoud Shojaei yang bermain di Osasuna (Liga Spanyol), serta Ashkan Dejagah (VfL Wolfsburg Jerman), namun grafik menunjukkan bahwa kita hanya kalah oleh Iran dengan skor tipis. Ini sebuah tanda bahwa Timnas Indonesia memiliki kans yang cukup baik untuk memberikan perlawanan meski seri atau bahkan menang tipis di Iran, misal O-1. Iran saat ini memiliki kekuatan yang tidak terlalu merata dibeberapa lini, sehingga kehebatannya tidak terlalu baik seperti beberapa tahun lalu.

Jika mengamati kekuatan Timnas saat ini, saya cukup optimis bila Timnas bisa meladeni permainan Iran yang disebut-sebut beberapa pengamat top indonesia tidak jauh dengan Palestina, Qatar ataupun Yordania. Saya pikir jika pemain bermain disiplin dan menyadari bahwa setiap laga sangat berharga untuk dimenangkan maka ini akan menjadi pemicu bagi pemain untuk bermain maksimal. Maka tidaklah mungkin kini permainan Timnas Indonesia cukup menjanjikan kemenangan. Semoga saja. Perlu diingat bahwa ini adalah salah satu peluang mengharumkan nama bangsa di ajang internasional. Tim Garuda sudah saatnya mengepakkan sayap di ajang internasional sekelas perhelatan Piala Dunia. Bravo Tim Garuda!

Neng Rara sekeluarga, MENGUCAPKAN :
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1432 H
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN


gbr.copas dari : irwan.net

salam

Rabu, 04 Mei 2011

Hikmah di balik Lupa

Assalamualaikum..
Suatu saat ditempat kerja saya ada kegiatan "ngaliwet ". Ngaliwet artinya adalah memasak nasi liwet. Dan Nasi Liwet adalah nasi yang hanya ditanak sekali (tanpa dikukus lagi) dengan dicampur dengan rempah-rempah yang membuat nasi lebih beraroma dan enak. Kegiatan ini dilakukan selain untuk menjaga semakin kokohnya rasa persatuan dan persaudaraan antar sesama tim kerja, juga melepas stress kerjaan. Dari bincang-cincang saya dengan beberapa teman junior, acara ini menjadi sebuah wahana untuk bisa dekat dengan "senior". hehehe..
Konon ngaliwet ini adalah salah satu budaya masyarakat Sunda. Entahlah, saya kurang paham tentang itu. (tapi ini jadi catatan saya untuk mengetahui lebih dalam, kegiatan ngaliwet dengan budaya Sunda). Saya tidak akan ngobrol banyak tentang acara ngaliwetnya, tetapi hanya ingin mengupas ketelodoran saya.
Begini, ketika nasi liwet sudah sebentar lagi masak, saya bersama seorang teman hendak membeli teman makan nasi liwet ke pasar. Kala itu saya,pergi ke pasar dan mampir sebentar ke ATM. Saya mengambil uang sedikit, dan kemudian meninggalkan mesin ATM dengan tergesa-gesa dan hualllaaaahhhh..kartu ATM saya ketinggalan. Saya belum menyadarinya, karena begitu tergesa hingga benar-benar lupa.
Akhirnya, saya mendapatkan teman nasi liwet yang akan dibeli, dan kembali ke kantor dengan tengtengan belanjaan dari pasar. Hingga akhirnya,nasi liwet masak kami makan liwet bersama dengan nikmat. Alhamdulillah.
Selesai makan nasi liwet bersama, lega rasanya. Perut kenyang,kami kembali bekerja hingga akhirnya pulang. Malampun datang, saya belum sadar bahwa kartu ATM tidak ada digengaman. Malam itu saya tidur pulas, karena mungkin kecapaian.
Subuh datang, kumandang adzan begitu indah mengalun mengajak menunaikan ibadah shalat subuh. Saya bersujud, menumpahkan segala keluh kesah kepada Allah. Meminta berkah dan pertolongan setiap saat bagi saya dan keluarga.
jam 06.00 pagi, seorang teman sms.," Neng, jangan lupa surat keterangan bank, hari ini harus selesai,". Jakarta menunggu siang ini.,". Saya menjawab singkat saja. ,"Ya,'.
jam 08.00 pagi saya menuju bank hendak membuat surat keterangan bank dan membawa buku tabungan.Setelah menyampaikan kebutuhan saya kepada petugas bank kalau saya akan membuat Surat Keterangan Bank.
Petugas Bank :," Oh iya, mohon maaf bisa saya lihat buku tabungannya ?,"
Saya : ," ini Bu,". seraya memberikan buku tabungannya,".
Petugas bank :," mbak, sudah punya kartu ATM ?,'
Saya : ," Sudah , ada di dompet saya,", seraya mengambil dompet dan mengeluarkan isinya. setelah beberapa menit, saya berpikir. Ternyata Kartu ATM saya tidak ada sama sekali. ," Kok enggak ada ?,".," Kemarin ada kok bu !,".
Petugas bank, tersenyum. ," Inikah kartu ATM mbak," sambil menyodorkan kartu ATM saya.
Saya : Lho, kok ada di Ibu, kenapa bisa ?. Saya tak habis pikir dan belum sadar kalau kartu tersebut ketinggalan di mesin ATM.
Petugas bank : ," kemarin,satpam kantor kami menemukannya di mesin ATM yang ada di depan kantor bank ini,". Ini mbak. lain kali, jangan tergesa-gesa dan jangan lupa ya,".
Saya : Ya, bu. Terimakasih.
pada akhirnya surat keterangan bank saya selesai.
Saya sangat berterimakasih atas kejujuran orang menemukan kartu ATM saya ini. Mungkin jika ditemukan oleh orang yang tidak jujur, bisa dimanfaatkan dan apalah jadinya. Dan yang paling penting, saya sangat bersyukur. Allah SWT memberikan hikmah lupa pada saya, hingga bisa menikmati nasi liwet dengan leluasa, tidur dengan nyenyak tanpa ingat sama sekali pada kartu ATM yang ketinggalan dan mungkin saja hilang diambil orang. Subhanallah, begitu mudah Allah mengatur hidup mahluknya. Dialah yang Maha Kuasa, Yang Memiliki kerajaan di langit dan di bumi. Allahu Akbar.
terimaksih ya Allah.

O ya, diakhir tulisan ini saya hendak memberikan award bagi sahabat saya.

Ini Award yang pertama saya berikan, yaitu kepada Bunda Nadya, Rumah Hijau dan Dunia Indah. Mereka saya temukan tanpa sengaja, kami pernah berteman lama. Semoga keberkahan senantiasa menyertai keluarga mereka. Amiin.
salam

Selasa, 26 April 2011

Post Lagi

Bismillahirrahmanirrahim...
Lama ga nengok, rumah sederhana ini. Hingga beberapa pekan ga sempat saya buka. Bukannya lupa, tapi memang ga sempat karena ada kesibukan yang menyita perhatian. Entah itu urusan pekerjaan, pribadi maupun urusan keluarga. Tapi Alhamdulilllah saat ini saya sehat wal afiat. Ingin sekali blogwalking ke teman-teman yang biasa saya datangi.
halo, apa kabar semuanya ? semoga anda sehat selalu.
Sekedar update status saja di rumah ini.
Mohon maaf ya belum bisa berkunjung seperti biasa.
trims.
salam

Selasa, 08 Februari 2011

Jual Beli dengan Saudara

assalamualaikum...
senang sekali bisa kembali corat coret disini. Beberapa waktu lalu saya sempat pulang kampung ke Tasikmalaya. Saya bertemu Ibu, Bapak dan beberapa Saudara yang Alhamdulillah masih sehat walafiat. Semoga keberkahan selalu terlimpah pada mereka.Amin.
Ketika pulang, ada saudara yang menawarkan sebidang tanah miliknya. Tidak terlalu luas sih, dia seolah sangat ingin saya membeli tanah tersebut. Namanya jual beli tanah, saya paling tidak mengerti, sehingga semuanya saya serahkan kepada orang tua. Disamping, tidak mengerti pasaran harga jual tanah saya juga sebenarnya kurang tertarik untuk menyimpan sejumlah uang dengan cara membeli tanah.
Sementara orang tua memberikan saran bahwa, membeli tanah ibarat menabung dan harga jualnya tidak akan pernah turun dari tahun ke tahun. Bahkan harganya akan terus meningkat. (hahahaa...juragan tanah!)
Tawar menawar pun berlangsung, antara orang tua saya dengan sang pemilik tanah (yang memang masih saudara). Namanya dengan saudara, ya kita kadang susah bila menawar terlalu rendah rasanya kurang enak, kemudian bila tidak jadi dibelipun rasanya kurang enak. Saya belum memutuskan apapun. Sang pemilik tanah, sering menghubungi saya untuk kepastiannya. Saya belum memutuskan karena memang belum mempunyai niat bulat untuk membeli tanah tersebut. Akhirnya bingung. hehehe...
Sang pemilik tanah sangat ingin tanah tersebut "jatuh" pada saya, sementara harga yang ditawarkan belum sesuai dengan kehendak orang tua dan niat saya belum bulat untuk membelinya. Sang pemilik tanah beranggapan, jika dibeli oleh saya, ia akan merasa tenang karena merasa masih satu keturunan dan masih saudara.
Memang sulit juga, jual beli dengan saudara.

Adakah anda pernah memiliki pengalaman serupa ?

salam buat semua teman-teman blogger
semoga sehat selalu

Senin, 17 Januari 2011

Sebuah Pagi di Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi

Beberapa gambar kenangan saya ketika berkunjung ke pantai Pelabuhan Ratu. Saya masih ingat, gambar ini diambil dengan Handphone sederhana dengan pengaturan resolusi gambar yang tidak terlalu besar.

"Jejak yang tertinggal"


"Dari tanah kita berasal dan akan kembali ke tanah "


"Tertinggal empu-nya". Maaf bukan ngiklan.


"pulang bertangan hampa"

Minggu, 12 Desember 2010

award mas fajar

assalamualaikum...
meski terlambat saya membuka rumah ini, begitupun terlambat pula kunjungan ke rumah fajar, sebuah blog yang sudah lama saya kenal. Tulisannya yang inspiratif dan kadang saya datang sembunyi-sembunyi untuk nengok blognya (hihihih).
Adalah sebuah award dari beliau yang baru sempat saya tampilkan.
Persahabatan ini sangat indah,
Andai bisa Kopdar ya mas.
ok trims ya..


salam

Senin, 29 November 2010

Bisakah Engkau Memaafkan untuk itu ?

DIALOG KITA

Segelas kopi kulumat sampai mati,..
hingga kelak kita bertemu di akhirat.

Bertukar dosa yang kita buat didunia:

Istriku,..apa dosa-dosaku ketika di dunia
"engkau menelantarkanku tanpa bekal sedikitpun,"..
Suamiku,..dosa apa yang telah kuperbuat kepadamu ?
" engkau membiarkan aku tanpa air hangat ketika aku datang,"

Tolong jadikan itu bukan dosa bagi kita berdua.

Maafkan aku:
Ku maafkan engkau.

Maafkan aku:
Ku maafkan engkau.

Bisakah engkau memaafkan itu?
Bisa.

Senin, 08 November 2010

Ah..Akhirnya Saya Kembali

assalamualaikum...
wah..serius banget ya?
Salam untuk semua, semoga kawan-kawan bloger semua sehat walafiat. Up date blog tulisan saya terakhir adalah tanggal 29 September 2010 lalu. Hampir sebulan lebih enggak datangi rumah ini. hanya nengok sebentar dan kembali menutupnya. Maafkan rumah curhatku.
Malam ini kembali membuka blog dan saya mencoba mengurai kemana saya selama ini, hingga tega meninggalkan teman-teman semua.
Awal Oktober saya disibukkan oleh beberapa pentaloka yang harus saya ikuti di Bandung. Waktunya sangat sempit sekali disamping satu buah permintaan penulisan buku tentang pendidikan kesetaraan dengan topik "Pendidikan Kesetaraan : dari pendidikan orang dewasa sampai penyiapan tenaga terampil dan mandiri.
Ditambah lagi permintaan untuk survey komoditi ikan patin ke Subang jawa Barat. Nah, dengan Si Merah saya touring menuju Bandung - Subang ke daerah Sukamandi, melewati kebun tebu purwodadi sekitar 30 menitan. wah asyik juga.
ini dia salah satu tempat penetasan ikan patin yang saya kunjungi di BBAT Sukamandi Subang.

Survey komoditi ikan patin ini dilakukan untuk membuat script video pembelajaran. Ini pengalaman saya pertama kali membuat script video pembelajaran. hehehe..susah juga. harus menyesuaikan naskah, audio dan video yang muncul kelak.
ini dia si merah, bebek besi tumpangan saya. xixixi...


Pertengahan Oktober saya, kembali harus berkunjung ke Bengkulu hingga 2 kali. Mengecek progres sebuah ujicoba model pemberdayaan di sebuah desa di Kota Bengkulu, dan pulang dengan pesawat malam, yang delay hampir 1 jam setengah. Ah..apa yang saya cari ya? hingga pulang larut malam, jam 11 malam masih di Bandara Soekarno Hatta, hingga datang di bandung Jam 2 malam ?. Atau mungkin itu biasa bagi mereka yang sering melakukannya ?. Entahlah.

Saat-saat banyak pekerjaan memang sering kita lupa ya? bahwa kita hidup tidak hanya terus-menerus untuk mengurusi pekerjaan dunia saja. Urusan dunia memang kadang yang membuat hidup kita jadi ramai. Ramai akan segala hal duniawi. "Ramai mengalahkan yang sepi", "padahal keramaian itu belum tentu suatu yang bernilai,bila sia-sia kita memaknainya". Entahlah.

Awal Nopember, saya berkunjung ke Kota Bogor dan Kabupaten Bogor untuk sebuah kegiatan pemantauan program sekaligus menyadap informasi terkait implementasi sebuah program blockgrant yang dikucurkan pemerintah untuk program Pendidikan Non formal. Dan berita duka, saya dapati ketika teman kuliah dulu, yang ternyata secara fisik dia masih muda dan segar kini ia terkena serangan stroke. Innalillahiwainnailaihi rojiun...Saya tidak menyangka. Alhamdulillah saya masih diberi kesehatan. Semoga cepat sembuh kawans...
salam

Senin, 20 September 2010

Pasca Idul Fitri

Hampir seminggu tidak ngenet sama sekali. Kepada Teman-teman semua yang sudah berkunjung saya mengucapkan terimakasih atas silaturahminya. Senin sore ini saya berkesempatan kembali mengunjungi rumah ini.
Ini sekedar sharing saja ketika Idul fitri dua minggu lalu.
Saat idul fitri, keluarga saya berkumpul semua. Terutama kerabat yang dari luar kota,entah dari Bogor ataupun dari Jakarta. Berkumpul sesama saudara, adalah saat yang paling senang, sebab bisa makan dan kumpul bersama dan mengurai rencana ke depan keluarga masing-masing. Ada beberapa hal yang menjadi pelajaran bagi saya ketika berkumpul sesama saudara baik bagi yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Ibu mertua adalah satu-satunya yang paling tua dan yang sering memberikan wejangan ketika kami berkumpul.Salah satu hal yang paling sering dibicarakan adalah keutuhan sesama saudara, baik saudara kandung, saudara sepupu, sesama mantu dan sesama anak cucu.
Beberapa hal yang masih saya ingat nasehatnya adalah, sesama saudara harus :
a. saling mengingatkan dalam iman dan islam
b. saling menjaga hubungan keharmonisan sesama saudara
c. saling membantu dan meringankan beban sesama saudara dalam keluarga besar
d. saling mendukung bila salah satu keluarga mempunyai suatu tujuan
e. menjaga nama baik keluarga dan menjaga hubungan silaturahmi dengan siapapun
f. saling menghormati dan menyayangi sesama saudara
g. dll...
Ada baiknya nasehat tersebut, apalagi ketika semua berkumpul.
Saat Idul fitri adalah saat yang tepat sebab kami bisa saling mengingatkan dan curhat ketika keluarga memiliki tujuan masing-masing yang ingin diwujudkan di masa-masa mendatang.
Bagaimana kabar keluarga anda saat Idul fitri lalu? semoga semuanya dalam keadaan baik-baik saja. Salam saya untuk keluarga anda di rumah.
salam

Minggu, 05 September 2010

Akhir Ramadhan

Bismillahirahmanirrahim...
Sejuk sekali pagi ini, meski saya beberapa hari ini kurang tidur karena sepulang kegiatan dari luar kota selama 4 hari yaitu Bogor. Pergi ke Bogor sangat saya nantikan sebab saya bisa sekaligus touring sendirian membawa motor dari Bandung ke Bogor via cianjur, puncak dan menginap di daerah Cipayung Puncak.
Berangkat dari Bandung selepas lohor, ternyata di daerah Padalarang hujan cukup besar hingga memaksa saya hinggap di sebuah mesjid sekaligus menunaikan shalat Dzuhur. Kebetulan di dalam mesjid sedang ada kegiatan pengajian ibu-ibu. Saya shalat dipinggir mesjid. Seusai shalat saya duduk sambil mendengarkan pengajian. Salah satu isinya yaitu menceritakan tentang pahala bagi orang-orang berpuasa. Saya lupa tentang hadistnya. Mohon dikoreksi kalau-kalau saya salah menyimak.
"Bahwa Nabi Muhamad SAW menceritakan bahwa kelak ada suatu kaum/golongan yang terbang mengelilingi surga, mereka sedang mencari pintu surga. Mereka adalah golongan yang tidak dihisab dan tanpa melewati jembatan syrathalmustaqiem. Kemudian malaikat bertanya. Siapakah gerangan mereka ?. Golongan/ kaum tersebut menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang berpuasa".
Allahu Akbar. Begitu agung pahala puasa. Tentu puasa/syaum seperti apa yang kaum tersebut lakukan. Mungkin syaum mereka betul-betul syaum lahir dan bathin. Entah seperti apa sebab saya tidak sampai akhir mendengarkan pengajian tersebut sebab hujan sudah reda dan kembali melanjutkan perjalanan menunju Cianjur.
Sampai di daerah cipanas, saya makin terpacu untuk segera sampai daerah Puncak. Wow pemandangan yang memukau, cuaca dingin dan segar sekali. Alhamdulillah lelahnya puasa saat itu tidak terasa sama sekali. Saya istirahat sejenak.

Menyaksikan keagungan Allah, Keindahan pegunungan teh yang terhampar hijau untuk kesekian kalinya bisa saya saksikan.
Setelah rehat sebentar saya melanjutkan kembali perjalanan menuju Bogor.
Akhir Ramadhan, kadang kita terlena ya?
Oleh kegiatan duniawi kita, padahal saat-saat inilah yang harus ditingkatkan segala amal dan ibadah kita. Hayoo mari kita tetap teguhkan tekad, kuatkan iman.
Perlu diingat, idul fitri :
a. bukan untuk bermewah-mewahan,
b. saat idul fitri tidak mengkonsumsi segala makanan dengan seenaknya (balas dendam),
c. tidak konsumtif,
d. tidak bermalas-malasan,tetapi aktif bersilaturahmi dengan tetangga sekitar
e. berusaha untuk selalu mengambil hikmah ramadhan dan
f. idul fitri memberikan 3 kebahagian yaitu kita telah menjumpai ramadhan secara penuh, bahagia telah berbagi kepada saudara se-iman, dengan menunaikan kewajiban zakat fitrah, dan bahagia dengan kesempatan halal bi halal atau bersilaturrahim untuk saling memaafkan.

"
Neng Rara sekeluarga mengucapkan " Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin"

Jumat, 27 Agustus 2010

Senang sekali bisa ikut Posting kolaborasi yang di gagas oleh trimatra. Bagi saya, ini adalah pengalaman pertama ikut posting kolaborasi. Mudah-mudahan bermanfaat.

Ramadhan, segala keindahan untukmu,
dengan kerendahan hati saya menuliskan segala berkahmu.

" Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran pada malam Al Qadar dan tahukah kamu apa yang dimaksud dengan malam kemuliaan (Al Qadar) ituu, malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin tuhannya untuk mengatur semua urusan, sejahterahlah malam itu sampai terbit fajar.(QS.Al Qadr ayat 1-5) "
Malam Al Qadar tidak bisa diprediksi kapan akan datang. Disebutkan bahwa malam Al Qadar adalah pada 10 malam terakhir dimalam Ramadhan.
Diriwayatkan oleh HR Bukhari dari Aisyah, Rasulullah bersabda:
" Carilah dengan hati-hati sekali malam Al Qadar itu pada malam-malam yang ganjil dari puluhan yang akhir dari ramadan ".

Saya berharap bisa menghiasi malam-malam Ramadhan dengan segala kegiatan ibadah yang bermanfaat. Misalnya tadarus, shalat berjamah dan membuka kembali pelajaran-pelajaran agama atau memperbanyak mengikuti pengajian agama untuk mempertebal keimanan terhadap Allah SWT sehingga dalam sebulan penuh kita bisa memanfaatkan kesempatan yang sangat langka ini.
Beberapa hal yang bisa dilakukan agar selama dalam bulan ramadhan terisi oleh kegiatan bermanfaat adalah :
a. Atur jadwal pekerjaan kita
b. Biasakan menargetkan garapan mengaji Al Quran dalam sehari selama bulan ramadhan sehingga menjadi kebiasaan yang berlanjut di bulan berikutnya
c. Perbanyak kegiatan sosial secara berkelompok
d. Kurangi jadwal tidur, perbanyak shalat taubat
e. Susun dan hapalkan doa-doa, baca doa-doa dan harapan kita berkali-kali setiap saat di bulan ramadhan
f. Sering-seringlah mengingatkan hati kita sendiri, orang terdekat kita dalam keluarga, teman kita kantor, dan orang-orang disekitar kita untuk senantiasa mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan bermanfaat.

Menjelang keindahan malam Al Qadar, saya sangat berharap bisa menikmatinya, mengisinya dengan segala amalan, mengucap doa-doa taubat tanpa henti, dan Allah senantiasa memberikan kekuatan dan kemantapan hati agar bisa menjalani ramadhan dengan penuh amalan sejak awal ramadhan dan tidak kendor di akhir ramadhan

Pada malam ke 12 Ramadhan kemarin di mesjid tempat saya ikut shalat tarawih, sebelum menunaikan Ibadah Shalat tarawih, Ustadz biasa memberikan wejangan selama 10 menit. Isi wejangannya adalah tentang kebiasaan orang-orang yang lebih mengutamakan berkumpul di tempat-tempat kotor diibaratkan lalat yang mengerumuni bangkai, sedangkan kebiasaan orang yang berkumpul di tempat yang baik diibaratkan dengan semut yang mengerumuni gula. Subhanallah.

Semoga kita bisa, mendapatkan tamu agung itu.
Malam seribu bulan, kemuliaan Lailatul Qadar selalu dinanti hamba-hamba Allah yang mengharapkan pahala yang setara dengan 1.000 bulan. Malam itu lebih berharga daripada 83 tahun 4 bulan.
Allahu Akbar..
salam

Selasa, 24 Agustus 2010

Panggilan untuk Bapak dan Ibu Baru

Di Kampung saya, ada kebiasaan sepasang suami istri yang menjelang menunggu kelahiran anaknya selain mempersiapkan segala keperluan proses kelahiran sang bayi, mereka biasa membicarakan "panggilan" yang sesuai bagi Bapak dan Ibu baru.
Misalnya :
Ema (tanpa k) dan Bapa (tanpa k)
Emak dan Bapak
Ayah dan Ibu
Ayah dan Bunda
Papa dan Mama
Papah dan Mamah
Abah dan Ambu
Abi dan Umi
dan lain-lain.
Masyarakat di kampung saya kadang menyesuaikan diri untuk sebuah panggilan identitas orang tua bagi anak-anaknya. Meskipun bukan sebuah paksaan bagi mereka untuk menggunakan identitas tersebut diatas meski secara "faktor kelayakan" ternyata tidak sesuai menurut pandangan sepihak saja. Misalnya masyarakat mengkategorikan panggilan bagi bapak dan ibu baru berdasarkan atas :
a. pekerjaan yang dimiliki
b. status sosial dimasyarakat
c. sistem kekerabatan yang berkembang dilingkungan keluarga besarnya
d. aspek religi yang dianut
e. aspek sosial kemasyarakatan
Ah, mungkin masyarakat di kampung saya terlalu "legowo", meskipun demikian ada beberapa keluarga yang bebas saja tak mempedulikan sama sekali kesesuaian aspek-aspek diatas untuk panggilan "bapak dan ibu baru". Saya pikir sah-saha saja kita menentukan panggilan bagi "Bapak dan Ibu baru". Apalah artinya istilah panggilan yang penting panggilan itu baik, sopan, pantas dan bisa diterima masyarakat.
Kita bebas atas panggilan "ayah dan ibu", "ayah dan bunda", "ema dan bapa",atau apalah yang utama adalah bisa berperan sebagai orang tua yang baik dan memberi suri tauladan bagi anak-anaknya.
Di daerah lain anda tentu mengenal panggilan seperti Ompung (baca Opung), inang, Enya, Babe, Rama (romo), simbok, Biyung, Papi dan Mami, Papih dan Mamih dan lainnya. Kesemuanya adalah khasanah budaya kekerabatan negara kita yang kaya raya.

Senin, 16 Agustus 2010

Kodok dan Cacing

Seekor Kodok berbincang dengan seekor Cacing. Masing-masing mengungkapkan mimpinya.
Kodok : Tadi malam saya bermimpi,air di empang ini menyusut habis hingga saya kebingungan harus menyelam kemana. Semua ikan yang ada di empang ini mati. Untunglah saya bisa hidup di dua tempat. Air dan darat. Meski hanya mimpi, sekarang saya hidup di darat saja. Hidup di air ternyata membuat saya shock.
Setelah mimpi itu saya terbangun dan saya masih di air lalu saya melompat ke darat.
Cacing : O begitu dok?.Saya tadi malam bermimpi bahwa dunia tempat tinggal kita ini pecah seperti sebuah semangka. Semua isinya keluar berantakan. Semua mahluk yang ada dibumi ini mati, saya sempat membicarakan ini dengan seekor belut sebelum sakaratul maut menjemput saya.
Lalu saya terbangun dari mimpi itu. Dan tidak mau hidup di dalam tanah. Tapi saya tidak bisa hidup di luar tanah, badan rasanya panas tidak adem seperti kala didalam tanah.
Tiba-tiba, seekor ayam datang dan memakan sang cacing.
Kodok berteriak-teriak ketakutan,setelah ia pun disantap ular yang lewat.

Senin, 09 Agustus 2010

Beas Perelek (Beras Perelek)

Hari Sabtu pagi, saya dimenginap di rumah Ibu di Ciamis. Pagi-pagi sekali Saya dikejutkan oleh seorang Bapak yang menggendong karung plastik. Awalnya sangat curiga, sebab baru saja dapat sms dari teman bahwa akhir-akhir ini sedang musimnya penculik yang membunuh anak-anak dengan ciri-ciri salah satunya membawa karung.
Bapak tersebut, berucap salam :
Bapak : Assalamualaikum..perelek Bu?
Saya menjawab dalam hati :.. waalaikumsalam.., Saya tidak menampakkan diri keluar dan hendak sembunyi, serta segera menutup pintu sebab takut si Bapak tersebut adalah penculik anak-anak. Dari dalam kamar muncul Ibu, sambil membawa sebuah gelas kecil berisikan beras. Saya terkejut, kok penculik di beri beras ?
Ibu mendatangi si Bapak tadi, serta memasukkan beras ke karung yang dibawa si Bapak tersebut. Saya lantas keluar dari persembunyian. (xixixi..)
Saya : Bu, siapa si bapak tadi ?
Ibu : Oh, dia pengumpul beras perelek neng. Kampung kita menggerakkan kembali gerakan beas perelek. Dulu waktu kecil, kau juga suka mengumpulkan beas perelek kan untuk lingkungan RW kita..
Saya bengong dan terkejut telah bersyakwasangka tidak baik.
Saya : Oh iya ya. Oh masih adakah gerakan beas perelek tersebut Bu?
Ibu : Masih ada, akhir-akhir ini mulai digerakkan lagi, untuk membantu fakir miskin di sekitar lingkungan RW kita.
Beas (beras ) perelek, merupakan salah satu kegiatan mengumpulkan beras kepada warga masyarakat, lingkupnya biasanya per RW (Rukun Warga). Beras yang dikumpulkan dari masyarakat biasanya dikumpulkan di ketua RW, dihimpun dan disalurkan bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu, petugas ronda, anak yatim piatu atau untuk kegiatan masyarakat lainnya. Dalam seminggu biasanya petugas pengumpul beras ini berkeliling 2 kali. Masyarakat bebas memberikan takaran beras yang diberikan, tergantung kemampuan dan keihklasan.
Gerakan beas perelek dulu ketika saya kecil, sangat gencar dilakukan. Di tengah jalan sempat mengalami kemunduran bahkan terhenti, namun kini di kampung Ibu saya mulai di gerakkan kembali.
Peristiwa tadi mengingatkan saya dulu waktu kecil, ketika dengan sangat gembira mengumpulkan beras perelek dari setiap rumah dengan membawa karung plastik. Meskipun hasil yang diperoleh tidak begitu banyak, tetapi melalui kunjungan ke tiap rumah jalainan silaturahmi ke tetangga selalu terjaga. Saya masih ingat teriakannya :...
perelek..perelek..perelek..
salam

Senin, 02 Agustus 2010

Gotong Royong, Ups...

Assalamualaikum wr wb,
Ka Bapa-bapa, Ibu-ibu, pamuda jeung pamudi nu teu gaduh padamelan sareng kapentingan. Mangga diantos di jalan kanggo kerja bakti meresan jalan kanggo persiapan bade di aspal tea. Tiasa nyandak pacul, kampak,palu, karung sareng nu sanesna. Hatur nuhun….

(Kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu, Pemuda dan Pemudi, yang tidak mempunyai kepentingan dan kegiatan di rumah, mari kita bersama-sama turun ke jalan untuk membereskan jalan raya menuju kampung kita yang akan di aspal. Bisa membawa cngkul, kapak, cerokan , karung bekas dan lain sebagainya. Terimakasih.)
Wassalamualaikum wr.wr

Seruan tersebut terdengar jam 7.30 pagi. Ketika saya baru selesai mencuci pakaian. Tadinya saya berniat pergi melihat-lihat kain sarung di Kota untuk ayah. Tapi mendengar seruan tersebut niat saya jadi urung. Malu juga jika tidak ikut kerja bakti , gotong royong di jalan.
Jam 8.00
Terdengar lagi seruan di pengeras suara mesjid dekat rumah saya:
Ka Bapa-bapa, Ibu-ibu, pamuda jeung pamudi, mangga saenggalna diantos di lokasi kerja bakti! Margi ieu jalan kanggo urang sadayana, mun teu ku urang ku saha deui bade dilereskeun. Margi sateuacan diaspal ieu jalan kedah di bersihan heula tina jukut, sareng batu nu taringgul. Sakali deui. Diantos!

Kepada Bapak -bapak, Ibu-ibu, Pemuda dan Pemudi. Mari ditunggu segera di tempat gotong royong. Sebab jalan ini untuk kita semua, jika bukan oleh kita,..oleh siapa lagi jalan ini dibereskan. Sebab sebelum diaspal, kita harus membersihkan jalan dulu dari rumput liar dan batu yang menonjol disana-sini. Sekali lagi , ditunggu!

Seruan tersebut, terdengar kembali. Mungkin orang – orang belum datang. Padahal hari ini hari jum’at dan biasanya orang-orang dikampung saya yang kebanyakan petani biasanya ada di rumah dan tidak bekerja.

Jam 8.30, kembali seruan dari pengeras suara di mesjid terdengar kembali.
Assalamualaikum..wr.wb
(Bapa-bapa, ibu-ibu pamuda pamudi nu masih di bumi, mangga di antos di lokasi gotong royong.Nyandak pakakas sagaduhna masing-masing. Nuhun.)
Diantos.

(Bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda dan pemudi yang masih di rumah, mari ditunggu dilokasi gotong royong. Bawa alat – alat untuk membersihkan jalan yang dipunyai masing-masing. Terimakasih)
Walaikum salam.

Seruan tersebut seolah sedikit bernada kesal. Mungkin orang-orang termasuk Saya belum datang ke lokasi gotong royong. Saat itu Saya belum selesai membereskan rumah dan memang kantor sedang libur. Bagi saya waktu libur sangat berarti dan rencana mau digunakan untuk kepentingan keluarga. Tapi kali ini berbeda. Akhirnya saya beranjak ke lokasi gotong royong. Owh,..ternyata ketika lewat warung depan, di dalam warung masih ada saja bapak-bapak dan pemuda yang mengobrol dan tidak mempedulikan seruan tersebut.
Saya beranjak ke tempat gotong royong, dengan membaya sapu lidi dan cerokan. Di lokasi gotong royong, Nampak bapak-bapak, ibu-ibu serta pemuda dan pemudi sedang turut serta membersihakn jalan. Ada yang menyapu, mencabuti rumput liar, membabat tanaman dipinggir jalan, ada yang menggotong sampah, menggotong pasir kemudian di siramkan di jalan yang bolong-bolong, mengukur lebar jalan untuk kepastian ukuran lebar jalan yang akan di aspal, ada juga jalan memecahkan batu-batu dan meratakan jalan dengan peralatan sederhana.
Wah, terasa sekali nuansa saling menyapa, saling menanyakan kabar, bertegur dan bersenda gurau. Suasana kebersamaan yang sangat kental. Pak Punduh (Kepala Kampung), menyapa saya dengan tersenyum.

Pak Punduh : Pagi Neng, tidak kerja ? Syukurlah, kami sangat membutuhkan bantuan partisipasi masyarakat meskipun minimal.
Saya tersenyum sipu, malu juga. Terus terang saya kurang bermasyarakat karena memang faktor pekerjaan yang cukup padat sehingga jarang bertemu dengan tetangga sekitar.
Saya : ,”Pagi pak, sedang libur. Terimakasih pak. Lumayan sambil olahraga,”. Jawab saya.
Saya pun turut terjun ke dalam proses gotong royong.

Sepulang gotong royong, saya membaca beberapa tulisan tentang gotong royong sambil menikmati jus mangga. Penasaran dengan istilah gotong royong itu sendiri.

Istilah gotong royong paling tidak bisa diartikan sebagai kegiatan bersama untuk bekerja secara bersama-sama untuk mencapai hasil yang didambakan bersama. Kata kuncinya bersama-sama. Dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih, dilakukan sesuai kekuatan masing-masing, ada semangat kebersamaan dan ada komunikasi untuk saling memaknai kebutuhan bersama. Saya melihat ada sebuah nilai moral yang muncul di dalamnya yaitu ihklas untuk turut ambil bagian dalam sebuah pekerjaan demi kepentingan bersama sehingga puncak yang paling ingin dicapainya adalah kesejahteraan bersama.
Sayang, nilai ini mulai luntur. Konon, gotong royong sangat kental di desa-desa dan kampung-kampung. Tetapi ternyata sekarang sudah mulai memudar. Lihatlah kejadian dikampung saya tadi. Hingga tiga kali tokoh masyarakat menyerukan kepada warganya untuk berpartisipasi untuk membereskan jalan yang akan di aspal. Padahal jika jalannya sudah baik, kan masyarakat sendiri yang menikmatinya. Akses jalan menjadi lebih baik, enak dan lebih mudah.
Prof. Dr. Haryono Suyono melalui Yayasan Damandiri menyodorkan solusi untuk membangkitkan lagi budaya gotong royong yaitu dengan dengan pembentukan dan pembangunan pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di setiap desa atau pedukuhan. Strategi yang ditempuh adalah pembangunan berbasis masyarakat, dengan menempatkan manusia atau penduduk sebagai titik sentral pemberdayaan, dan prioritas pembangunan. Disini manusia diberikan peran yang cukup strategis dan diberikan kesempatan untuk membangun dirinya dan orang-orang di sekitarnya melalui kegiatan yang sifatnya bisa meningkatkan dan menghidupkan kembali semangat gotong-royong, yang akhir-akhir ini mulai mengendor bahkan menurun.
Menurut Mulyono Daniprawiro, seorang Kandidat Doktor Universitas Satyagama, Jakarta, beliau berpendapat bahwa : “Saat ini tidak sedikit desa yang berubah menjadi kota, orangnya masih tetap seperti orang desa, namun secara administratif desa itu telah berubah menjadi kota, dan diperkirakan hampir 50 - 60 % penduduk tinggal di wilayah perkotaan atau penduduk urban. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi bangsa ini, karena penduduk urban ini pendidikannya masih relatif rendah, cara pandang maupun cara berpikir juga relatif sempit, namun suasananya sudah semakin demokratis, sehingga mereka ini mendapatkan keleluasaan untuk menentukan pilihannya sesuai dengan aspirasinya, walaupun kadang-kadang aspirasi tersebut bukan murni muncul dari diri sendiri dan tidak sedikit yang hanya ikut-ikutan. Dengan adanya informasi yang dengan mudah diakses, maka orang-orang desapun dengan mudah melihat, menyaksikan dan bahkan dengan mudah pula meniru apa yang telah terjadi di negara maju atau di tempat-tempat lain yang menurut mereka bisa ditiru dan diterapkan di daerahnya.

Bagaimana menumbuhkan gotong royong di kota ? Masih adakah di jaman sekarang, gotong royong itu?. Anda tentu geleng-geleng kepala. Dimana jaman globalisasi yang makin global, manusia makin egois dan individualistis. Ah..saya semakin terhenyak ketika berpikir ke arah sana.

Sumber tambahan : http://septa-ayatullah.blogspot.com
http://www.madina-sk.com
(sayang kegiatan gotong royong di kampung saya tidak sempat diabadikan dengan gambar: mungkin saja ada tambahan donasi dari anda untuk kelanjutan proses pengaspalan jalan. hehehe)

Senin, 26 Juli 2010

Topeng Monyet,..Siapa Bercermin Siapa

Hari Minggu kemarin saya berkesempatan berolahraga pagi sekaligus berbelanja di Pasar Murah yang hadir tiap hari Minggu di Lapangan Dadaha Tasikmalaya. Pengunjung yang berolahraga ternyata lebih banyak pengunjung yang berbelanja di Pasar Murah. Berbagai barang mulai dari hasil bumi, cemilan tradisional, pakaian anak dan dewasa, pedagang kaki lima, hingga sandal dan sepatu ada diperjualbelikan.
Di tengah hingar bingar para pedagang, ada juga kumpulan tukang topeng monyet. Topeng Monyet ini sangat disukai oleh anak saya, ia paling senang menyaksikan aksi monyet yang meniru tingkahlaku manusia ini. Monyet yang biasanya dipakai untuk topeng monyet yaitu jenis long tailed monkey , spesies Macaca Fascicularis. Monyet yang melakukan gerakan mirip manusia ini memang menggelikan misalnya naik motor, membaca Koran, bercermin, membawa gerobak sampah atau menirukan sembahyang dan berdoa. Sungguh luar biasa sang pawang yang melatihnya, hingga monyet bisa melakukan atraksi diatas.
Dalam beratraksinya monyet biasa diiringin oleh gamelan dan gendang yang sangat akrab di telinga kita, tang ting tung tang ting tung tang ting ting tung.. tang ting tung tang ting tung tang ting ting tung.. si monyet semakin bersemangat. Setelah beratraksi lalu monyet berkeliling membawa kaleng plastic kecil, meminta uang alakadarnya pada penonton. Lehernya yang terbelenggu rantai kadang terlihat sangat patuh pada tuannya.

Dibeberapa tempat, profesi ini mendapatkan tekanan dari aktifis penyayang binatang, dengan alasan eksploitasi hewan dan seharusnya dilepaskan.
Topeng monyet, merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia. Keberadaannya kini tergilas jaman, mungkin tidak banyak anak yang senang dengan topeng monyet karena lebih suka nonton tv atau mainan elektronik seperti robot-robotan, dll. Tidak heran kini profesi sebagai pawing topeng monyet semakin berkurang, karena minat penonton anak-anak sekarang semakin berkurang.
Sungguh kasihan para pemilik profesi ini, disatu sisi mereka adalah penghibur disisi lain mereka kadang disepelekan sebagai peminta-minta dengan mengedepankan jasa hewan peliharaan. Entahlah. Saya tidak tahu.
Atau, pernahkah anda berkunjung ke rumah pawang topeng monyet? Berapa penghasilan mereka sebagai pawang topeng monyet ? (maaf bukan merendahkan profesi mereka).
Berapa kali monyet ini di beri buah-buahan dalam sehari ?
Lebih sering mana, sang pawang memberi buah-buahan pada monyetnya atau pada anak istrinya?
Bagaimana jika monyet dan anak sang pawang sakit bersamaan? Siapa kira-kira yang paling dulu di obati ? anak sang pawang, atau monyetnya sebagai sumber penghasilan ?
Jangan terlalu dekat menonton
Bagi anak anda yang hobi permainan tradisional ini,sebaiknya menjaga jarak tonton sebab bisa saja monyet nya mencakar , meludah dan mengigit sebab menurut beberapa penelitian monyet ini juga berbahaya yang bisa membawa penyakit misalnya pembawa virus simian T-cell lymphotropic, yang diyakini sebagai virus HTLV, nenek moyang virus primata yang menular pada manusia, yang kemudian diketahui penyebab leukemia. Selain itu juga virus herpes B.
Topeng Monyet dan Manusia Pekerja
Monyet dalam permainan ini sangat patuh pada tuannya, ia akan mendapat imbalan besar berupa buah-buahan, tidak dipukul, tidak ditarik keras-keras, apalagi bila bisa kerja lebih lama (lembur ) menghibur penonton untuk mendapatkan tambahan uang saweran. Begitu juga manusia, jika ia patuh pada tuannya, bekerja maksimal, lembur dan mendatangkan keuntungan besar bagi tuannya, maka tidak jauh bedakah dengan topeng monyet ? Entahlah . Siapa sebenarnya yang meniru ? Manusia bertopeng monyet atau monyet bertopeng manusia ?

Selasa, 13 Juli 2010

Kemarin, Kau Masih bersamaku ..(Tommy J Pisa)

Kemarin, kau masih bersamaku
bercumbu dan merayu
adakah hari esok untuk kita bercinta
seperti yang telah kita lewati..dst..

Tommy J Pisa..

Lagu mellow tersebut, saya peroleh ketika mengcopy file dari flashdisk keponakan. Heran juga keponakan saya, anak jaman sekarang yang justru biasanya lebih suka koleksi lagu-lagu masa kini, eh malam nyimpan koleksi lagu-lagunya Tommy J Pisa. Saya tertarik dan minta ijin mengcopy-nya. Wah..ternyata membangkitkan kenangan masa lalu ketika masih di SMP, kalau tidak salah tahun 1989-nan. Begitu populer Tommy J Pisa tahun 80-an, saat itu sehingga hampir tiap rumah di kampung saya menyetel lagu tersebut.
Saat itu saya sedang belajar naik sepeda, sambil bersiul kecil menyanyikan lagu " dibatas kota ini'...

dibatas kota ini...
kumenatap wajahmu,
perpisahan ini, membuat luka dihati..
ingin kuberlari namun tak kuasa diriku,
engkau menangis dalam pelukannkuu.
.

waduuhhhh..Tommy..

lagu yang paling menyayat hati menurut saya adalah Suratan

ingin kumenangis,
saat kuterpaku, mengenangkan nasib, diri yang tiada arti,
tak pernah kunikmati, megahnya dunia,
bahkan ku tak pernah tahu, cantiknya raut wajahmu,
duhai kekasih.....dst


Saya tidak tahu banyak tentang biografi Tommy J Pisa.
namun syair lagu-lagunya masih melekat kuat dan punya kenangan tersendiri.

salam

Selasa, 15 Juni 2010

Nah...Posting di kala banyak kerjaan

Assalamualaikum...
Teman-teman, pekerjaan membuat kita tertekan ketika kita tidak bisa mengelola tugas-tugas kita sehari-hari yang harus diselesaikan. Mungkin ini minggu berat buat saya setelah pulang dari Bandar Lampung, lalu di kampus ditunggu dengan ujian akhir semester dan beberapa berkas yang harus saya periksa secepatnya.
Saya pikir saya termasuk kategori orang yang cemas terhadap sesuatu hal. Cirinya adalah kadang saya terlalu cepat mengambil keputusan, ceroboh, dan tidak sabaran atas sesuatu hal. Misalnya dalam pengerjaan sesuatu hal, saya berharap pekerjaan bisa cepat selesai dan kemudian menggarap garapan baru lagi. Padahal saya menilainya hal tersebut kurang baik dan harus dirubah.
Ah, jadwal pertandingan bola Piala Dunia 2010 juga sedikit mengganggu aktifitas. Hingga aktifitas blogg walking juga sedikit menurun (hehehe), Ternyata memposting dan mengotak-atik template juga membuat saya sedikit fresh sambil menantikan laga tanding Portugal Vs Pantai Gading nanti malam dilanjut Brazil vs Korea Utara. Saya begitu bengong ketika menyaksikan Jepang begitu bersemangat menjungkalkan Juara Piala Afrika , Kamerun tadi malam dengan skor 1-0. Saya membayangkan jika Tim Nasional kita bisa lolos di putaran Piala Dunia, wuiihh bangga banget kayaknya. Pertanyaanya apakah Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas dan pemain tim nas lainnya bisa tampil dengan semangat membara seperti Jepang, Seperti Korea Utara yang tidak gentar menghadapi Brazil. Mungkin bisa. Sebab semua pemain bola adalah manusia, sama saja. Hanya beda kualitas dan kesempatan saja. Bravo Tim Nasional Indonesia, semoga bisa berpatisipasi di ajang sepakbola Piala Dunia tahun -tahun mendatang.
Jadi pindah topik ke bola yah?
salam