Selasa, 11 Agustus 2009

Tauge ...eh...Karet!...Ya Allah..

Pagi tadi begitu tergesa, di rumah tidak sempet makan. Agenda pagi ini adalah nyiapin segala hal terkait workshop oleh karena itu aku begitu terburu-buru. Kubesut si Merah menembus pagi bersama para pengendara lain, saling salip saling tergesa memburu tempat kerja. Untuk mengganjal perut, aku berhenti disebuah warung kecil, tempat jajanan. Kupilih kupat tahu saja ah..
Kupat tahu adalah sejenis makanan ringan, terdiri dari lontong, tauge, dan kuah ditaburi kerupuk dan sedikit kecap. Kupilih makanan ini biar cepet disantap. Setelah dibungkus, dan bayar aku kembali tancap gas memburu tempat kerja.
Setelah tiba dikantor, dan masuk ke ruang kerja belum ada siapa-siapa. Aku buka Kupat tahu dengan tergesa, di simpan di mangkuk mulai kunikmati. Wuihh lezat..bro...sis..
nyamm..nyamm..nyammm...ketika tauge dan lontong kulahap
kriuk..kriukk..kriuk..ketika krupuk kugigit..
tiba-tiba..weeww..kok kenyal-kenyal..
masa tauge kenyal kayak gini!..eit..nyangkut..
aku terkejut, bergegas pergi ke toilet..memuntahkan makanan dan tampak karet gelang meluncur...wuiihh..Ya Allah.
Kirain tauge..ternyata ..karet gelang! Pembungkus kupat tahu tadi!...(karena terburu-buru jadi karet masuk ke dalam kuah;mungkin).
mmmhhh...baru tersadar. Saya pikir tauge..ternyata karet...
Pantesan kenyal-kenyal...
mudah-mudahan ga terulang ah, soalnya aku suka tauge.
Kenapa aku suka tauge ?,
karena tauge menurut beberapa sumber dapat mencegah kanker, serangan jantung dan stroke, mencegah osteoporosis, membangkitkan kekebalan tubuh,menjaga keasaman lambung, dan memperlancar percernaan. Dan juga baik untuk kecantikan, membantu meremajakan dan menghaluskan kulit, serta menghilangkan flek-flek hitam.
Kenapa aku ga suka karet ?
karena...
baru pertama ngerasain rasanya karet...
he..he...he..

(teman sekantor pada ngetawain, pesennya : makanya ati-ati jika makan, jangan tergesa-gesa, baca doa dulu)

Gara-Gara Penyergapan Noordin....


Jum'at sore aku kirim sms ke kakak ipar.
  • Begini bunyinya : assalamualaikum, Kak Ipar, jika ada waktu besok tolong datang ke rumah, sambungan air (paralon) bocor dari mesin penyedot air. Kakak kan paling bisa tuh jika benerin urusan yang kaya gini. wassalam.
  • Kakak Ipar langsung membalasnya : Ya.
Dia memang jarang membalas sms dengan kalimat yang lengkap. (mungkin dia udah tahu fungsi sms sebagai pesan pendek), : tidak seperti aku jika kirim sms selalu panjang dan lengkap banget, sebab suka aku pikir biar jelas aja.
Sabtu pagi, aku tunggu kedatangannya, tapi ga muncul sama sekali. Akupun terlarut saja dalam pekerjaan rutinitas pagiku. Sudah jam 8.00 dia belum kunjung datang.
  • Aku kembali kirim sms. "jadi nggak",
  • Dia membalas : tunggu belum tertangkap..lagi dar der dor..
Aku semakin bingung. Dalam pikiranku, siapa yang belum tertangkap, lagi perang dimana sih?
Dari kemarin memang televisiku ga aku setel. Sengaja aja pingin ngadem dari segala berita ini dan itu. Dan memang akhirnya aku ga tahu sama sekali berita di TV.
Sambil nunggu kakak ipar datang iseng-iseng aku nyalakan televisi.
Wuiihh..ada film perang seruku. Tapi eitt ko live..ada apa niih? O ternyata Densus 88 lagi melakukan penyergapan. mengurung sebuah rumah kecil di dan menyerbunya dengan hujanan peluru. dar der dor kayak perang. Segala penjuru rumah di kepung, beberapa kepulan asap terlihat dari sudut rumah yang dikepung tersebut. Reporter TV sibuk mengabarkan bahwa Densus 88 sedang berupaya menangkap beberapa orang yang ditenggarai sebagai teroris paling dicari. Noordin M Thop.
Wuiihh pantesan, kakak ipar ga datang-datang...lagi nonton ini kali ya.
Aku pun terlarut menonton TV. (Ketinggalan banget seruku)..
Akhirnya kakak ipar datang, sambil berlari menuju rumah..sambil bertanya dengan nafas tersengal..
  • ,"gimana udah tertangkap? ," Aku nggak menjawab,"...(saking asyiknya nonton penyergapan tersebut)
  • ," belum," seruku...
Sampai siang, sambungan air ga diperbaiki. Kami terlarut dalam siaran langsung penyergapan teroris tersebut, ternyata media ini mengalahkan segalanya....

Selasa, 04 Agustus 2009

Obrolan Suami dan Istrinya diatas motor.....


Sepasang suami dan istrinya tengah naik motor sambil ngobrol ngaler ngidul. Keduanya hendak mengunjungi ayah mertuanya. Ketika lewat di depan sebuah rumah cukup megah, bergarasi luas dan didalamnya nangkring sebuah mobil beserta sebuah motor. Sang suami berhenti sejenak.
  • Suami : Nah, bu. Itu rumah teman abang ketika masih SMP dulu, Sri Wahyuni. Dia seorang Bidan Desa. Dulu ia pintar dan setelah keluar SMP orangtuanya memasukkan Sri Wahyuni ke Akademi Keperawatan. Dua tahun menempuh pendidikan di akademi, sekarang ia jadi bidan desa. Sukses ya, Syukurlah.
  • Istri : O gitu ya bang?,..jangan-jangan mantan pacar abang?
  • Suami : Ah bukan. Tapi ia jadi idola di kelas waktu itu.
  • Istri : tuh kan?...
Setelah berbincang sejenak, kemudian mereka melanjutkan perjalanan. Kecepatan motor tidak terlalu kencang, sehingga mereka bisa bisa ngobrol santai sambil menikmati buah lengkeng yang dibelinya dari pasar buah. Si Istri membuka kulit buah lengkengnya, kemudian menyuapkan ke mulut suaminya. Sambil tertawa penuh canda, tak kalah dengan mereka yang menimati kue tart coklat di mobil mewah.
Sang suami kembali berhenti didepan sebuah rumah. Di pingigir rumah tersebut ada sebuah toko kelontongan sambil memalingkan muka ke istrinya yang duduk di belakang.
  • Suami : Bu, ini rumah teman abang ketika SD dulu. Sejak SD dia sudah rajin membawa makanan ringan untuk dijajakan. Kalau anak-anak lain jika pergi ke sekolah membawa tas , justru ia membawa makanan ringan dalam kantong plastik hitamnya. Buku-bukunya disatukan dengan makanan ringan yang dijualnya. Ketika saat jam sebelum masuk sekolah atau jam istirahat ia justru sibuk dengan dagangannya. Ketika jam belajar ia sibuk dengan pelajarannya.
  • Istri : mmhh.. istrinya bergumam kecil.
  • Suami : Ketika tamat SD, kami teman-temannya melanjutkan ke sekolah, tetapi ia tidak melanjutkan. Ia kembali bergulat dengan dagangannya, menyalurkan makanan ringan buatan ibunya ke pasar-pasar. Hingga akhirnya kini ia mempunyai toko kelontongan itu.
  • Istrinya : Itulah jalan mereka, mereka menentukan nasibnya dan hidupnya sendiri-sendiri, tentu dengan semangat dan motivasi tinggi untuk mencapai apa yang mereka inginkan.
  • Suami : Kebulatan tekad dan cara memilih jalannya itulah yang abang kagumi. Kalau abang mungkin udah ga mau jika sekolah sambil berdagang kayak gitu. ahh...abang ga cocok kali jadi pedagang.
  • Istrinya : mungkin juga..abang lebih cocok jadi pembelinya..he..he..makanya perutnya buncit..
Setibanya dirumah ayah mertua mereka, suami dan istrinya menceritakan obrolan mereka selama di motor kepada ayah mereka. Ayah mertuapun memberikan ulasan sedikit tentang obrolan tersebut.
Ayah mertua : Kalian ini boleh saja melihat keberhasilan seseorang, menjadikannya sebagai potret yang bisa ditiru terutama hal-hal yang baiknya. Obrolan kalian di motor tadi adalah sebuah ungkapan kecil bahwa kita patut bersyukur atas apa yang telah diperoleh oleh orang lain, patut bersyukur atas apa yang telah diterima oleh kita, sekecil apapun. Jangan selalu bertanya, " Apakah saya tidak bahagia dengan kondisi saya saat ini?", sementara orang lain menganggap kalian sangat bahagia ?. Tuhan Maha Pengasih, Maha Pemberi. Mintalah kepadanya, jangan minta yang kecil-kecil. Minta saja yang sangat besar. Tentang kapan permintaan itu dikabulkan oleh Tuhan, itulah masalah waktu. Ingat Allah Maha Tahu, Dialah Sang pengatur kehidupan.
Suami istri tersebut, terdiam. meresapi makna ulasan tersebut.

Senin, 03 Agustus 2009

Anak-anak, Selamat Ya?


Bismillahirahmanirrahim....
Alhamdulillah, berita gembira ini datang pagi-pagi tanggal 1 Agustus 2009 ketika pengumuman SNMPTN di buka. 6 orang anak didik dikantor kami, yang di karantina selama 4 bulan untuk di bimbing dan disiapkan masuk perguruan tinggi negeri, mereka akhirnya lulus masuk perguruan tinggi yang diidamkan.
Jumlah semua anak didik yang ikut bimbingan belajar ini sebanyak 13 orang, mereka semua lulusan program paket C. Program paket C adalah jenis pendidikan kesetaraan. Lulusan Paket C memiliki persamaan kompetensi dan kualifikasi dengan lulusan SMA dan sederajat. Pendidikan Kesetaraan merupakan salah satu program PNF (Pendidikan Non Formal) selain PAUD, Keaksaraan, dan Kursus. 13 orang anak Paket C ini berasal dari masyarakat yang kurang mampu tetapi mereka memiliki prestasi yang bagus di daerahnya masing-masing.
Selama 4 bulan mereka di bimbing dengan mata pelajaran yang diujikan di SNMPTN. Biaya hidup dan makan sudah disediakan. Selain di berikan bimbingan dengan mata pelajaran akademik, mereka juga diberikan keterampilan kecakapan hidup serta keterampilan fungsional sebagai bekal kehidupannya.
6 orang yang lulus tersebut yaitu :
1. Robi Nugraha asal Kabupaten Tasikmalaya : Manajemen UNPAD
2. Arief Prasetyo asal DKI Jakarta : Sosiologi UNJ
3. Yaya Sumirat asal Jakarta : Sejarah UPI Bandung
4. Jasmaryadi asal Tanggerang : Sastra Inggris UIN SGD Bdg
5. Dede Nia Kurnia asal Majalengka : Bahasa Inggris UIN SGD Bdg
6. Nia Daniati Rahmah asal Kota Tasikmalaya : Pendidikan Bhs.Inggris UIN Bdg
Biaya registrasi dan semester pertama studi pun pun sudah disiapkan.
Ada 7 orang lagi yang tidak lulus SNMPTN, secara pribadi saya turut bersedih. Memang berat persaingan di SNMPTN tahun ini, tapi untuk mereka yang tidak lulus SNMPTN pihak pengelola bimbingan belajar akan menyalurkan ke lembaga kursus yang ada didaerah binaan . Semoga saja 6 orang yang lulus SNMPTN bisa sukses menempuh studinya dan kelak sukses dalam kehidupannya, yang 7 orang yang tidak lulus semoga sukses mengikuti pendidikannya di LPK yang telah ditunjuk untuk mengembangkan keterampilan mereka.
Hidup memang banyak jalan dan pilihan untuk menuju sukses..
selamat anak-anak...

Selasa, 28 Juli 2009

Siapa, duduk di mana. Anda siapa ? o..duduk disana?


Bismillahirahmanirrahim,
Sejak minggu yang lalu, ruangan tempat saya bekerja berikut beberapa unit lain, sudah disiapkan untuk di renovasi. Oleh karena itu masing-masing karyawan sudah packing barang-barang untuk pindah ruangan. Mulai dari berkas-berkas pribadi maupun terkait berkas kantor disiapkan. Kadang males juga ya, jika sudah enjoy ditempat semula kemudian pindah ke tempat/ruangan baru.
Proses pemindahan pun bertahap, dan unitku kebagian hari Senin kemarin. Ada perasaan bersalah sebab pada hari Senin dan Selasa aku tidak bisa ikut membantu membereskan berkas-berkasku sendiri termasuk meja dan kursinya, meski itu dilakukan oleh bagian perlengkapan. Hari senin dan Selasa kemarin aku ditugaskan untuk menjadi fasilitator di sebuah daerah, sehingga tidak bisa ikut membantu membereskan ruangan baru.
Cerita punya cerita, dari teman terdekat diruangan ternyata ada sedikit permasalahan ketika setting ruangan, terutama dari karyawan senior yang memilih tempat yang lebih enak dan luas, sementara ruangan yang tersedia perlu disesuaikan dengan jumlah personel dalam per unit . Bagi saya dan teman-teman lain yang masih junior tentu, tidak terima dan pengaturan ruangan harus efektif dan efisien untuk menunjang produktifitas. Akhirnya, setelah didiskusikan terbentuk juga setting ruangan yang didambakan.
Pernahkan anda mengalami peristiwa di atas?
saya jadi teringat nyanyian dibis kota waktu kuliah dulu,
nyanyian itu nyanyian sumbang dari pengamen kecil dan kurus...

Anda siapa? O..duduk disana ?
Anda ?...(Bos)..O..duduk disana..
Anda...(bukan siapa-siapa)..o..duduk disana..(tmpt smpit dan kurang terang)

wassalam


Kamis, 23 Juli 2009

Bantara

Bismillahirahmaniirahim,
Tadi siang aku mampir ke sebuah toko alat tulis untuk membeli beberapa rim kertas, tinta printer, dan lainnya. Di sudut toko terlihat peralatan pramuka seperti peci, emblin, tanda-tanda kepangkatan di pramuka, tambang dan syal pramuka. Melihat aksesories tersebut aku teringat masa SMA dulu ketika aku ikut aktif di pramuka, waktu itu aku ikut sebuah regu khusus yang disiapkan untuk menjadi Penegak. Penegak adalah anggota gerakan pramuka yang sudah memasuki jenajng umur 16 sampai 20 tahun. Ada beberapa tingkatan dalam Penegak, dianataranya Penegak Bantara, Penegak Laksana, Penegak Garuda. Aku Ikut dalam latihan pramuka untuk calon Penegak Bantara.
Regu ini tiap minggu latihan pramuka, mulai dari baris-berbaris,tali temali, berlatih P3K, dan lain sebagainya. Giliran baris berbaris adalah yang paling melelahkan, jika sampai salah langkah atau salah berhenti ketika jalan di tempat nah hukumannya cukup berat, yaitu skoctjam atau push up. (ini untuk memotivasi supaya sampai bisa). Giliran tali temali juga jika tidak teliti eh..malah berbelit-belit tuh talinya bro..sis..he,.he..
Nah, Untuk lulus menjadi seorang penegak Bantara, calon penegak perlu memenuhi syarat-syarat sebagi berikut (smbr :http://id.wikipedia.org/wiki/penegak_bantara:)

  • Rajin dan aktif mengikuti latihan Ambalan Penegak
  • Telah mempelajari dan menyetujui Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
  • Mengerti dan bersungguh-sungguh mengamalkan Dasa Darma dan Tri Satya dalam kehidupannya sehari-hari.
  • Dapat memberi salam pramuka dann tahu maksud dan penggunannya.
  • Tahu tanda-tanda pengenal dalam Gerakan Pramuka.
  • Tahu struktur organisasi dan Gerakan Pramuka dan Dewan Kerja Penegak dan Pandega.
  • Tahu arti lambang gerakan Pramuka .
  • Tahu arti Pancasila
  • Tahu sejarah dan arti kiasan warna-warna bendera kebangsaan Indonesia, serta dapat mengibarkan dan menurunkannya dalam upacara.
  • Dapat dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di muka orang banyak, dan tahu sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara.
  • Tahu arti lambang Negera Republik Indonesia.
  • Biasa berbahasa Indonesia di waktu mengikuti pertemuan-pertemuan Penegak .
  • Tahu arti dan sejarah Sumpah Pemuda .
  • Tahu perjuangan bangsa Indonesia dan rencana pembangunan Pemerintah.
  • Tahu susunan Pemerintah Republik Indonesia dari Pusat sampai ke Desa.
  • Dapat berbaris.
  • Selalu berpakaian rapi, memelihara kesehatan badan, dan memelihara kebersihan lingkungannya.
  • Tahu pentingnya bahan-bahan makanan yang bernilai gizi, dan dapat memasak makanan di perkemahan untuk sedikitnya 5 orang.
  • Tahu tentang penyakit-penyakit rakyat yang terpenting, dan tentang cara-cara pencegahannya.
  • Melakukan salah satu cabang olahraga atletik atau salah satu cabang olahraga renang.
  • Tahu adat sopan santun pergaulan Indonesia.
  • Memiliki buku Tabanas.
  • Setia membayar uang iuran kepada Gugus depanya, sedapat-dapatnya dengan uang yang diperolehnya dari usahanya sendiri.
  • Menguasai suatu keterampilan di bidang pertanian, bidang industri, atau bidang lain yang dipilihnya sendiri, tetapi yang dapat diharap kelak akan berguna bagi kehidupannya.
  • Dapat membaca jam dan menggunakan kompas .
  • Sudah pernah berkemah sekurang-kurangnya 4 hari berturut-turut.
  • Pernah ikut serta kerjabakti gotongroyong yang ditugaskan oleh Pembinanya .
  • Keagamaan (disesuaikan dengan agama masing-masing)
Bro and sis...
syaratnya banyak juga ya? syarat-syarat itu diujikan. Aku juga menempuh syarat-syarat tersebut. Sebagian syarat-syarat sih disesuaikan juga. Nah giliran menyanyikan lagu Indonesia Raya, adalah yang paling unik. Tiap-tiap calon penegak Bantara harus menyanyikan di depan umum, saat itu masing-masing calon penegak menyanyikan lagu di depan teman-teman sendiri, sikap badan yang tegak dan bernyanyi penuh semangat , dan harus penuh percaya diri. Saat menyanyikan lagu tersebut dengan semangat memang ada kenikmatan tersendiri, rasa kebangsaan kita, sebagai bangsa yang merdeka, sebagai bangsa yang besar begitu terasa.

Indonesia..tanah airku, tanah tumpah darahku...
Disanalah aku berdiri jadi pandu ibuku...dan seterusnya..

syair-syair itu begitu indah, lagu ini begitu dihormati, begitu dibanggakan,
dan menggugah rasa nasionalisme, rasa senasib seperjuangan, serta memperkokoh perjuangan untuk bersatu, membangun bangsa mencapai kebahagiaan bersama.

Diakhir masa latihan, aku lulus ujian dan memenuhi syarat menjadi Penegak Bantara. Mengikuti latihan ini merupakan pengalaman berharga ketika itu, menurutku. Selain menyalurkan hobi juga mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat.
Siaappp grakk...untuk para blogger!... hormattt..grakk!..

wassalam






Selasa, 21 Juli 2009

Pertanyaan yang tidak bisa Kujawab


Bismillahirahmanirrahim,

Adakah hari seindah hari ini sebelumnya?
Neng rara : Ada.
Adakah kenikmatan indah yang kureguk hari ini seperti hari sebelumnya ?
Neng Rara : Ada
Adakah peningkatan kualitas hidup pada hari ini seperti yang pernah kuusahakan seperti hari sebelumnya ?
Neng Rara : Tidak menjawab.

Setelah absen beberapa hari ga mengunjungi rumah ini,pertanyaan tersebut yang menyelimuti benakku hari ini.
wassalam