Selasa, 08 Februari 2011

Jual Beli dengan Saudara

assalamualaikum...
senang sekali bisa kembali corat coret disini. Beberapa waktu lalu saya sempat pulang kampung ke Tasikmalaya. Saya bertemu Ibu, Bapak dan beberapa Saudara yang Alhamdulillah masih sehat walafiat. Semoga keberkahan selalu terlimpah pada mereka.Amin.
Ketika pulang, ada saudara yang menawarkan sebidang tanah miliknya. Tidak terlalu luas sih, dia seolah sangat ingin saya membeli tanah tersebut. Namanya jual beli tanah, saya paling tidak mengerti, sehingga semuanya saya serahkan kepada orang tua. Disamping, tidak mengerti pasaran harga jual tanah saya juga sebenarnya kurang tertarik untuk menyimpan sejumlah uang dengan cara membeli tanah.
Sementara orang tua memberikan saran bahwa, membeli tanah ibarat menabung dan harga jualnya tidak akan pernah turun dari tahun ke tahun. Bahkan harganya akan terus meningkat. (hahahaa...juragan tanah!)
Tawar menawar pun berlangsung, antara orang tua saya dengan sang pemilik tanah (yang memang masih saudara). Namanya dengan saudara, ya kita kadang susah bila menawar terlalu rendah rasanya kurang enak, kemudian bila tidak jadi dibelipun rasanya kurang enak. Saya belum memutuskan apapun. Sang pemilik tanah, sering menghubungi saya untuk kepastiannya. Saya belum memutuskan karena memang belum mempunyai niat bulat untuk membeli tanah tersebut. Akhirnya bingung. hehehe...
Sang pemilik tanah sangat ingin tanah tersebut "jatuh" pada saya, sementara harga yang ditawarkan belum sesuai dengan kehendak orang tua dan niat saya belum bulat untuk membelinya. Sang pemilik tanah beranggapan, jika dibeli oleh saya, ia akan merasa tenang karena merasa masih satu keturunan dan masih saudara.
Memang sulit juga, jual beli dengan saudara.

Adakah anda pernah memiliki pengalaman serupa ?

salam buat semua teman-teman blogger
semoga sehat selalu

Senin, 17 Januari 2011

Sebuah Pagi di Pantai Pelabuhan Ratu Sukabumi

Beberapa gambar kenangan saya ketika berkunjung ke pantai Pelabuhan Ratu. Saya masih ingat, gambar ini diambil dengan Handphone sederhana dengan pengaturan resolusi gambar yang tidak terlalu besar.

"Jejak yang tertinggal"


"Dari tanah kita berasal dan akan kembali ke tanah "


"Tertinggal empu-nya". Maaf bukan ngiklan.


"pulang bertangan hampa"

Minggu, 19 Desember 2010

INDONESIA VS MALAYSIA BERTEMU KEMBALI ...


gbr copas dari : http://lagibaca.blogspot.com/2010/12/...Meski sedang ada gugatan tentang lambang garuda yang dipasang pada dada kaos tim nas,..saya tidak akan membahas itu ah..

Tim nasional Indonesia akhirnya memberikan bukti bahwa mereka bisa memberikan kado istimewa yaitu tiket bermain ke final piala AFF 2010 dengan permainan yang begitu militan dan enak dipandang mata. Saya terhenyak ketika menyaksikan laga ini terasa begitu cepat dan jelas ada nuansa ketegangan yang berlebihan saat saya menyaksikan Okto meliuk-liuk mengobrak-abrik pertahanan Filifina tadi malam.
Laga semi final Filipina vs Indonesia yang saya saksikan lewat televisi di Bengkulu hari Kamis lalu rasanya tidak terlalu tegang, tetapi pertandingan tadi malam (semifinal leg kedua Indonesia vs Filipina ) yang saya saksikan sama melalui TV di Tasikmalaya bersama teman-teman di kampung rasanya begitu memompa jantung saya. Mengapa begitu tegang ?, ya karena saya sangat berharap tim nasional bisa mengamankan poin yang diperoleh dan kemudian menang. Saya pikir wajar saja, seperti halnya masyarakat Indonesia lainnya
Kemenangan ini tak lepas dari kerjasama apik semua lini. Meski Markus tercatat melakukan kesalahan dalam mengambil bola. Tetapi untung masih ada pemain belakang yang bisa menyelamatkan gawang Indonesia.

Timnas Indonesia vs Timnas Malaysia

Final Piala AFF akhirnya mempertemukan kembali Indonesia dan Malaysia yang akan di mainkan dengan sistem Home Away tanggal 26 Desember (di Malaysia) dan 29 Desember 2010 (di Indonesia) . Di babak penyisihan Malaysia pernah digilas 1-5 oleh Indonesia. Saat itu, pemain muda Malaysia belum mengenal betul pola serang dan strategi permainan Indonesia. Kini setelah beberapa pertandingan, permainan Indonesia sudah sedikit terbaca yaitu sistem permainan kolektif yang mengutamakan serangan dari sisi kanan kiri dan tengah yang sama baiknya.
Sementara Malaysia pasca mengalami kekalahan ternyata terus berbenah diri. Hingga masuk ke semi final dan mampu mengalahkan Raja Bola Vietnam. Wow saya pikir progress yang sangat apik dan baik. Karena itulah, Firman Utina dan kawan-kawan harus semakin berpikir cerdas dalam membaca peluang, mempertajam visi bermain (menyerang, bertahan dan mengatur tempo permainan, finishing goal yang akurat sehingga peluang tidak terbuang sia-sia. Suplay bola ke para striker ke depan perlu semakin sering dilakukan dengan akurasi yang sesuai, tepat waktu dan tepat moment. Lini tengah yang kemungkinan besar tidak diperkuat Bustomi karena akumulasi kartu kuning perlu di antisipasi dengan pemain lain yang mempunyai visi dan cerdas dalam membaca permainan yang setara dengan Firman. Mungkin bisa saja Eka Ramdani, atau Yongki agak di tarik untuk membantu Firman dan Irfan Bachdim.
Pertandingan ini tentunya bakal menyedot perhatian banyak pihak seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya. Apalagi secara emosional, terlepas dari sisi politis Indonesia dan Malaysia kini sedang banyak "bersentuhan". Malaysia tentu ingin memanjakan fans bolanya di negerinya dengan sebuah kemenangan. Sebaliknya Timnas Indonesia tentu berharap bisa "menggebuk" kembali Malaysia dan enggan menjadi runner up terus-menerus. Beberapa pihak menyebut inilah moment kebangkitan sepakbola Indonesia.,"Trend ini harus dijaga terus dengan konsistensi dan fokus pada strategi permainan dan jangan menganggap remeh lawan (Malaysia)".
Tim Nasional Indonesia juga saya pikir perlu melakukan variasi serangan, tidak hanya umpan panjang dan umpan pendek dari sisi kiri, kanan dan tengah, tetapi juga tendangan-tendangan jarak jauh yang akurat perlu dilakukan untuk memberikan shock terapi pada lawan. Semoga berhasil Tim Nas Indonesia..Garudaku ? Terbang Tinggi dan Libas lawanmu. Wujudkan cita-cita kita untuk menang!
Teman saya berseloroh :," Seumur hidup saya baru menyaksikan pertandingan sepakbola seperti tadi malam ketika Indonesia menang tipis 1 - 0 atas Filipina,sangat memuaskan!"
Salam

Minggu, 12 Desember 2010

award mas fajar

assalamualaikum...
meski terlambat saya membuka rumah ini, begitupun terlambat pula kunjungan ke rumah fajar, sebuah blog yang sudah lama saya kenal. Tulisannya yang inspiratif dan kadang saya datang sembunyi-sembunyi untuk nengok blognya (hihihih).
Adalah sebuah award dari beliau yang baru sempat saya tampilkan.
Persahabatan ini sangat indah,
Andai bisa Kopdar ya mas.
ok trims ya..


salam

Senin, 29 November 2010

Bisakah Engkau Memaafkan untuk itu ?

DIALOG KITA

Segelas kopi kulumat sampai mati,..
hingga kelak kita bertemu di akhirat.

Bertukar dosa yang kita buat didunia:

Istriku,..apa dosa-dosaku ketika di dunia
"engkau menelantarkanku tanpa bekal sedikitpun,"..
Suamiku,..dosa apa yang telah kuperbuat kepadamu ?
" engkau membiarkan aku tanpa air hangat ketika aku datang,"

Tolong jadikan itu bukan dosa bagi kita berdua.

Maafkan aku:
Ku maafkan engkau.

Maafkan aku:
Ku maafkan engkau.

Bisakah engkau memaafkan itu?
Bisa.

Senin, 08 November 2010

Ah..Akhirnya Saya Kembali

assalamualaikum...
wah..serius banget ya?
Salam untuk semua, semoga kawan-kawan bloger semua sehat walafiat. Up date blog tulisan saya terakhir adalah tanggal 29 September 2010 lalu. Hampir sebulan lebih enggak datangi rumah ini. hanya nengok sebentar dan kembali menutupnya. Maafkan rumah curhatku.
Malam ini kembali membuka blog dan saya mencoba mengurai kemana saya selama ini, hingga tega meninggalkan teman-teman semua.
Awal Oktober saya disibukkan oleh beberapa pentaloka yang harus saya ikuti di Bandung. Waktunya sangat sempit sekali disamping satu buah permintaan penulisan buku tentang pendidikan kesetaraan dengan topik "Pendidikan Kesetaraan : dari pendidikan orang dewasa sampai penyiapan tenaga terampil dan mandiri.
Ditambah lagi permintaan untuk survey komoditi ikan patin ke Subang jawa Barat. Nah, dengan Si Merah saya touring menuju Bandung - Subang ke daerah Sukamandi, melewati kebun tebu purwodadi sekitar 30 menitan. wah asyik juga.
ini dia salah satu tempat penetasan ikan patin yang saya kunjungi di BBAT Sukamandi Subang.

Survey komoditi ikan patin ini dilakukan untuk membuat script video pembelajaran. Ini pengalaman saya pertama kali membuat script video pembelajaran. hehehe..susah juga. harus menyesuaikan naskah, audio dan video yang muncul kelak.
ini dia si merah, bebek besi tumpangan saya. xixixi...


Pertengahan Oktober saya, kembali harus berkunjung ke Bengkulu hingga 2 kali. Mengecek progres sebuah ujicoba model pemberdayaan di sebuah desa di Kota Bengkulu, dan pulang dengan pesawat malam, yang delay hampir 1 jam setengah. Ah..apa yang saya cari ya? hingga pulang larut malam, jam 11 malam masih di Bandara Soekarno Hatta, hingga datang di bandung Jam 2 malam ?. Atau mungkin itu biasa bagi mereka yang sering melakukannya ?. Entahlah.

Saat-saat banyak pekerjaan memang sering kita lupa ya? bahwa kita hidup tidak hanya terus-menerus untuk mengurusi pekerjaan dunia saja. Urusan dunia memang kadang yang membuat hidup kita jadi ramai. Ramai akan segala hal duniawi. "Ramai mengalahkan yang sepi", "padahal keramaian itu belum tentu suatu yang bernilai,bila sia-sia kita memaknainya". Entahlah.

Awal Nopember, saya berkunjung ke Kota Bogor dan Kabupaten Bogor untuk sebuah kegiatan pemantauan program sekaligus menyadap informasi terkait implementasi sebuah program blockgrant yang dikucurkan pemerintah untuk program Pendidikan Non formal. Dan berita duka, saya dapati ketika teman kuliah dulu, yang ternyata secara fisik dia masih muda dan segar kini ia terkena serangan stroke. Innalillahiwainnailaihi rojiun...Saya tidak menyangka. Alhamdulillah saya masih diberi kesehatan. Semoga cepat sembuh kawans...
salam

Rabu, 29 September 2010

Pendidikan : Kapan diselaraskan ?

Saat saat indah di sekolah...
tak terlupakan..
saat-saat lulus sekolah dan jadi pengangguran adalah saat-saat paling menyedihkan..

(kata-kata ini saya baca di sms dari teman lama satu sekolah)

Ketika membaca pesan singkat tersebut, saya berupaya merenung.

Tidak bisa dipungkiri, pendidikan kita makin menghasilkan para penganggur yang angkanya semakin makin tinggi. Saya peroleh data Sakernas BPS (2008), menunjukkan bahwa penduduk yang berpendidikan tingkat dasar (44,39 %) dan menengah (40,44%) merupakan kontributor terbesar terhadap angka pengangguran di Indonesia. Ini baru tahun 2008, yang terbaru (tahun 2010) terus terang saya belum memiliki, mungkin lebih besar lagi.
Pendidikan salah satu cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tetapi keberadaanya kini seolah tidak berdaya ketika lulusannya harus bersaing kompetitif di dunia kerja yang begitu beragam jenis dan substansi kompetensi yang diperlukannya. Bahkan kini, ditenggarai makin tinggi pendidikan seseorang juga semakin menunjukkan rendahnya tingkat kemandirian. Maka bisa dikatakan pengangguran terdidik semakin "membludak", tanggungjawab institusi pendidikan dan pemerintah semakin menumpuk untuk mengatasinya. Menurut para pakar pendidikan hal ini salahsatunya dikarenakan relevansi pendidikan dengan dunia kerja sudah semakin renggang dan penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan sendiri-sendiri. Meski kita mengetahui bahwa pendidikan kini digarap melalui dua jalur yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal dan informal tetap saja relevansi pendidikan dengan dunia kerja nampak belum saling klop. Pendidikan non formal dan informal yang ditenggarai sebagai jalur kedua yang membantu dalam mengurangi pengangguran terdidik ternyata masih perlu meningkatkan layanan programnya menjadi lebih tajam dan terarah. Lembaga kursus di Indonesia yang jumlahnya sepuluribuan dan lembaga pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang jumlahnya limaribuan perlu semakin menajamkan layanan program dalam menyeleraskan program yang dilakukannya dengan kebutuhan dunia kerja.

Ada sedikit angin segar ketika, Kemendiknas mencoba membuat solusi dengan merencanakan sebuah program melalui Program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja awal Januari 2010 silam , dengan menitikberatkan pada pembekalan kompetensi lulusan yang berjiwa wirausaha dan selaras dengan kebutuhan di dunia kerja. Diharapkan program ini dapat menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan/atau dapat menciptakan kerja serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan baik lokal, nasional maupun internasional.

Saya sendiri cukup tertarik dengan ide dari Mendiknas yang direncanakan sejak awal Januari 2010 silam.
saya berhenti merenung ...
Dan hilanglah ide saya tentang bagaimana supaya pendidikan di negara indonesia ini bisa relevan dengan dunia kerja . Meski itu bukan urusan saya, sebagai warga masyarakat yang peduli pendidikan ...mmhhmmm..(: sok pahlawan...hehehe..,) saya berharap bisa menyumbangkan secuil pemikiran tentang implementasi program ini meski dalam kerangka sederhana.
Perlu diamati dan dijadikan pemikiran adalah bagaimana implementasinya. Terkait penyelerasan pendidikan dengan dunia kerja ? program ini menurut saya tidak jauh berbeda dengan dengan link and match yaitu untuk mengatasi soal pengangguran terdidik. Yang saya lihat program link and match beberapa tahun lalu bersifat mengklopkan lembaga pendidikan, pasar atau tempat wirausaha, dan pemerintah.
Sementara ide penyelerasan pendidikan dengan dunia kerja memerlukan sinergitas banyak pihak dan lembaga yang harus terlibat. Bukan hanya industri saja, tetapi terkait kerjasama dengan beberapa kementrian. Semakin banyak yang terlibat tentu penanganannya memerlukan ketelitian dan usaha yang sungguh-sungguh serta pembagian peran yang sesuai. Saya melihat bahwa kerjasama antar lembaga dalam melakukan sebuah program di Indonesia cenderung masih kurang erat. Yang ada lebih pada melaksanakan program masing-masing karena ego lembaga, sebab rasa "kegotongroyongan" sebagai sebuah nilai luhur bangsa cenderung sudah mulai menipis. Kegamangan inilah yang menjadi pemikiran saya.