Assalamualaikum...
Halo teman-teman semua, mmhh... hampir 2 mingguan saya tidak posting apa-apa. Rasanya rindu juga. Beberapa hari ke belakang saya ada tugas luar kota yaitu ke Kota Tanggerang dan Kota Bandar Lampung. Saat-saat perjalanan tersebut, sering sekali saya temui para gelandangan, peminta-minta, pengemis anak gelandangan, orang gila, anak jalanan dengan beragam usia, anak-anak kecil yang sudah mengais rejeki meski usia mereka masih begitu muda. Mereka ditemukan di jalanan, lampu merah, di pintu tol masuk, di rumah-rumah makan, di kedai bakso, di depan mesjid, bahkan di depan hotel tempat saya menginap. Tiap saat mereka di usir satpam.
Saya begitu prihatin, ketika saya begitu kenyang makan di rumah makan Padang, menikmati rendang dan smabal pedas, menyeruput es buah yang segar, sementara diluar si pengemis dengan kerutan wajah menahan lapar menunggu diluar. Mereka seusia Ibu saya, Bapak saya, nenek saya, keponakan saya,bahkan seusia teman sekantor saya.
Ah, Indonesia yang kaya raya ternyata masih ada yang kelaparan
Indonesia yang makmur, negeri surga dimana apapun bisa tumbuh dan dimakan,
Tidak hanya para pengemis, gelandangan, anak jalanan, orang gila yang terpotret oleh saya, segerombolan pramuria, para banci yang mengais hidup yang tak kenal waktu. Saya paham mereka memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi.
Sabtu siang saya pulang ke Kota Tasikmalaya menggunakan motor saya yang setia, ketika itu saya melihat seorang perempuan paruh baya, kelihatannya dia sakit jiwa (maaf) dia berjalan (ngesot), seluruh badannya kotor, rambutnya gimbal, pakaiannya compang-samping, senyum beringas tersungging diwajahnya, sejuta masalah memberangusnya.
Dan..ketika saya pulang kembali ke Bandung, ternyata saya menemukan perempuan paruh baya tersebut (yang saya temui ketika pulang ke Tasikmalaya), ia masih berjalan ngesot, menyusuri pinggiran jalan raya menuju Bandung. Hendak kemana ibu ? seru saya dalam hati. Begitu sakit saya melihatnya. Tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Di akhir perjalanan, saya sedikit bergumam.
Apakah ketika saya kecil dulu, orang-orang seperti mereka ; para pengemis, anak jalanan, gelandangan, orang gila yang terlantar,pramuria sudah ada?. Entahlah....
Semoga mereka dilindungi oleh Allah SWT. Mungkin itu jalan hidup mereka.
Salam
Halo teman-teman semua, mmhh... hampir 2 mingguan saya tidak posting apa-apa. Rasanya rindu juga. Beberapa hari ke belakang saya ada tugas luar kota yaitu ke Kota Tanggerang dan Kota Bandar Lampung. Saat-saat perjalanan tersebut, sering sekali saya temui para gelandangan, peminta-minta, pengemis anak gelandangan, orang gila, anak jalanan dengan beragam usia, anak-anak kecil yang sudah mengais rejeki meski usia mereka masih begitu muda. Mereka ditemukan di jalanan, lampu merah, di pintu tol masuk, di rumah-rumah makan, di kedai bakso, di depan mesjid, bahkan di depan hotel tempat saya menginap. Tiap saat mereka di usir satpam.
Saya begitu prihatin, ketika saya begitu kenyang makan di rumah makan Padang, menikmati rendang dan smabal pedas, menyeruput es buah yang segar, sementara diluar si pengemis dengan kerutan wajah menahan lapar menunggu diluar. Mereka seusia Ibu saya, Bapak saya, nenek saya, keponakan saya,bahkan seusia teman sekantor saya.
Ah, Indonesia yang kaya raya ternyata masih ada yang kelaparan
Indonesia yang makmur, negeri surga dimana apapun bisa tumbuh dan dimakan,
Tidak hanya para pengemis, gelandangan, anak jalanan, orang gila yang terpotret oleh saya, segerombolan pramuria, para banci yang mengais hidup yang tak kenal waktu. Saya paham mereka memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi.
Sabtu siang saya pulang ke Kota Tasikmalaya menggunakan motor saya yang setia, ketika itu saya melihat seorang perempuan paruh baya, kelihatannya dia sakit jiwa (maaf) dia berjalan (ngesot), seluruh badannya kotor, rambutnya gimbal, pakaiannya compang-samping, senyum beringas tersungging diwajahnya, sejuta masalah memberangusnya.
Dan..ketika saya pulang kembali ke Bandung, ternyata saya menemukan perempuan paruh baya tersebut (yang saya temui ketika pulang ke Tasikmalaya), ia masih berjalan ngesot, menyusuri pinggiran jalan raya menuju Bandung. Hendak kemana ibu ? seru saya dalam hati. Begitu sakit saya melihatnya. Tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Di akhir perjalanan, saya sedikit bergumam.
Apakah ketika saya kecil dulu, orang-orang seperti mereka ; para pengemis, anak jalanan, gelandangan, orang gila yang terlantar,pramuria sudah ada?. Entahlah....
Semoga mereka dilindungi oleh Allah SWT. Mungkin itu jalan hidup mereka.
Salam


