
Uni, Uni seorang perempuan. Ia seorang guru sekolah dasar, anaknya baru satu, perempuan. Minggu ini Uni lagi sibuk-sibuknya :
- pertama : Nyiapin berbagai administrasi sekolah untuk menghadapi akreditasi sekolah mulai dari administrasi mengajar, administrasi perpustakaan, administrasi keuangan, memeriksa soal hasil ujian siswa-siswinya dan masih banyak lagi.
- kedua : Nyiapin persiapan perpisahan kelas 6, pembagian rapot, tata panggung perpisahan, mengatur ruangan, mengatur undangan, memesan snack makanan, pembagian waktu untuk keluarganya dan menulis laporan penilaian bagi siswa (rapot).
Malam senin, Uni menidurkan putrinya. Uni kecapaian, tertidur pulas sampai jam 10 malam. Rapotnya belum ia kerjakan, ketika terbangun ia bergegas mengerjakan rapot. Meski mata yang mengantuk dan badan yang lelah ia menulis rapot tersebut satu persatu. Di lihatnya nilai-nilai siswa dan siswinya yang beragam, ia tulis komentar dan saran-saran untuk perbaikan nilai siswa di komentar guru, ia analisa nilai rapot siswa-siswinya dengan teliti, " Tiba-tiba lampu mati, Uni menggerutu. Kenapa jam segini lampu mati ?, " serunya.
Terdengar jerit tangis putrinya terbangun karena lampu mati dan sadar bundanya tidak tidur disampingnya. Uni berlari menuju kamar, mendekap putrinya dan menidurkannya kembali.
Sementara rapot belum tuntas ia kerjakan. Uni menuju gudang dengan cahaya kecil di handphonenya, berniat mengambil lampu otomatis bertenaga baterai. Uni kembali berucap dengan rasa sesalnya, " ah..kemarin kan dipinjam bu Darti,".Tak kehabisan akal, Uni menuju ke dapur mengambil lilin dan pemantik api.
Sayang, lilinnya habis.
Uni menulis rapot dengan cahaya kecil dari handphonenya.
30 menit ke depan, lampu menyala kembali. Uni bersorak gembira. Terima kasih Ya Allah.
Uni melanjutkan menulis rapotnya, angin malam menyertainya. Jam 3 dini hari pekerjaan itu selesai. Ia biarkan putinya tertidur pulas sendirian.
Tampak rasa gembira mewarnai wajahnya, sebab besok Uni akan melihat wajah-wajah yang lebih gembira pada siswa-siswinya. Tak lupa, Uni juga menyiapkan hadiah kecil untuk Andri juara kelas.Adakah hadiah sederhana juga untuk Uni, dari kita ?
Meski kita tahu, tentu Uni tidak mengharapkannya.....




