
Alhamdulillah, ada yang lupa. Sudah 101 postingan saya terbitkan. Saya akui, beberapa bulan ini semakin asyik juga corat-coret di media ini. Meski saya akui, pada awalnya aktifitas ini terhenti karena masalah teknis. Laptop satu-satunya saat terjun ke dunia ini harus di rawat ke tempat service. mmh..sangat menyedihkan waktu itu (awal tahun 2009).
Postingan kali ini berawal dari kunjungan ke sebuah PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). PKBM adalah salah satu wadah tempat aktifitas masyarakat melakukan pembelajaran non formal untuk menambah pengetahuan dan keterampilan. PKBM berasal dari masyarakat, dikelola oleh masyarakat dan untuk masyarakat. PKBM merupakan salah satu wadah andalan bagi masyarakat pedesaan untuk menambah ilmu dan keterampilan, ( dulu PKBM banyak didirikan di desa-desa terpencil karena akses memperoleh pendidikan di desa terpencil cukup sulit ). Tapi sekarang PKBM juga banyak muncul di perkotaan , sebab ternyata kebutuhan belajar ternyata dibutuhkan dimana saja, termasuk perkotaan.
Mohon maaf
saya tidak bisa sebutkan nama PKBM tersebut. Ada yang menarik di PKBM tersebut, ada sekelompok ibu-ibu sedang belajar menjahit, jam belajarnya siang (bukankah itu waktu untuk memasak bu ?), tapi mereka begitu antusias mengikuti sebuah kursus keterampilan menjahit. Apa tujuan mereka ikut kursus menjahit ini ya?
Selidik punya seliidik, tujuan mereka bukan untuk mengisi waktu luang bro...sis..
tapi kesadaran mereka bahwa belajar adalah unutk menambah ilmu dan keterampilan, jika kelak berguna bisa pakai untuk membuat usaha kecil-kecilan atau ya ..sekedar menjahit pakaian keluarga serunya.
Di fasilitasi oleh seorang tutor yang tak kalah semangat mentransfer keterampilan menjahit, pembelajaran tersebut berlangsung informal, tak ada batas antara tutor dengan ibu-ibu tersebut, diselingi canda tawa, saling bertanya dan saling membantu membetulkan cara memotong kain dan mengukur pola pakaian.
Wuih, begitu semangat mereka, tak peduli ruang belajar yang sesak dan panas serta hanya beberapa mesin jahit yang sudah usang untuk prakteknya.
Semangat mereka,
antusias mereka menunjukkan "ketakpedulian" mereka pada usia
mereka terus berupaya menambah keterampilan di sela usianya yang senja, disela kesibukan rumahtangganya..
salut bu,
semoga sukses ya bu....
Mohon maaf
saya tidak bisa sebutkan nama PKBM tersebut. Ada yang menarik di PKBM tersebut, ada sekelompok ibu-ibu sedang belajar menjahit, jam belajarnya siang (bukankah itu waktu untuk memasak bu ?), tapi mereka begitu antusias mengikuti sebuah kursus keterampilan menjahit. Apa tujuan mereka ikut kursus menjahit ini ya?Selidik punya seliidik, tujuan mereka bukan untuk mengisi waktu luang bro...sis..
tapi kesadaran mereka bahwa belajar adalah unutk menambah ilmu dan keterampilan, jika kelak berguna bisa pakai untuk membuat usaha kecil-kecilan atau ya ..sekedar menjahit pakaian keluarga serunya.
Di fasilitasi oleh seorang tutor yang tak kalah semangat mentransfer keterampilan menjahit, pembelajaran tersebut berlangsung informal, tak ada batas antara tutor dengan ibu-ibu tersebut, diselingi canda tawa, saling bertanya dan saling membantu membetulkan cara memotong kain dan mengukur pola pakaian.
Wuih, begitu semangat mereka, tak peduli ruang belajar yang sesak dan panas serta hanya beberapa mesin jahit yang sudah usang untuk prakteknya.
Semangat mereka,
antusias mereka menunjukkan "ketakpedulian" mereka pada usia
mereka terus berupaya menambah keterampilan di sela usianya yang senja, disela kesibukan rumahtangganya..
salut bu,
semoga sukses ya bu....





