Senin, 16 Maret 2009

MU vs Liverpool



Selamat untuk Liverpool !.
Penampilan trengginas dan berkarakter kembali dipertontonkan para pemain Liverpool saat bertamu ke kandang Manchester United (MU) tgl 14 Maret 2009, meski kebobolan gawang terlebih dahulu setelah CR 7 melakukan tendangan 12 pas, tetapi tidak menyurutkan serangan dan gempuran
para pemain The Reds dan hasilnya beberapa menit kemudian Van de sar harus rela mengambil bola dari gawangnya setelah tendangan Torres merobek jala gawangnya.
Gol demi gol kemudian lahir lewat kaki Steve G, F. Aurielo dan Dossena menambah pesta gol di pertandingan tersebut. Nampaknya kelemahan MU sudah terkuak lewat strategi jitu sang pelatih Teh Red, Rafa Benitez yang terkenal ahli strategi. MU memang hebat dibeberapa lini, depan tengah dan belakang, Namun sektor belakang kali ini terlihat begitu rapuh ditambah turunnya kepercayaan Van de Sar saat menjaga gawang sebagai tembok pertahanan terakhir.
Pesta gol tersebut menjadi sebuah momentum kebangkitan kedua bagi Liverpool setelah beberapa pekan terpeleset dari pemuncak klasemen yang direbut MU. Kini Liverpool bercokol di posisi ke-3 setelah Chealsea berhasil mengalahkan Manchester City 1-0 di Stamford Bridge. Bravo Liverpool..berjuang keras Anfield Gank!Rebut Mahkota Premier League tahun ini.

smbr gbr Gerrald & Torres : www.google.co.id

Berita Duka

Segala sesuatu yang hidup akan merasakan mati. Tanggal 6 Maret 2009. Nenek menghembuskan nafas terakhir dan meninggalkan keluarga kami yang kecil. Keluarga yang tidak banyak memiliki saudara. Maut betul-betul rahasia Allah SWT. Nenek meninggal dalam keadaan yang sederhana. Ia memang sudah tua, sering sesak nafas dan susah berjalan. Kami Anak dan cucu nya sangat mengaguminya, dalam keterbatasannya dan usianya yang sudah tua beliau selalu berjuang keras membantu sebisanya. membereskan piring-piring didapur semampunya, mengambil piring bersih yang sudah dijemur di halaman rumah dan menyimpannya dengan rapi di rak, mendinginkan nasi, menunggui nasi di dapur ketika kami terlelap tidur.
Nenek, kami tahu engkau berjuang dengan keras. Engkau selalu merindukan anak cucumu berkumpul di rumah. Engkau selalu mendambakan aku selalu berada disampingmu. maafkan aku nek...
Selamat jalan nenek. Semoga segala amal ibadahmu diterima oleh Allah SWT. Amin.

Pertandingan Persib di tunda kembali, bagaimana kondisi Fisik Pemain?

Setelah bermain lumpur di Cianjur, pertandingan persib ditunda kembali karena tidak ada ijin dari pihak kepolisian polda Jabar menyangkut persiapan menghadapi pemilu. Para pemain kembali dihadapkan pada ketidakpastian, setelah adanya berita tersebut.
Hal yang patut di waspadai adalah bagaimana manajemen sang pelatih pemilik kumis tebal "Kang Jaya" mengatur pola latihan atau mengambil pilihan selama libur kompetisi ini. Lorenzo cabanas dan para pemain persib lain dituntut profesional menjaga kondisi fisik ini agar pada saat pertandingan pasca pemilu nanti tetap terjaga dan permainan persib semakin greget.
Jaga kondisi sib!

Senin, 02 Maret 2009

Media Belajar


Sasaran pendidikan kesetaraan sangat beragam. Seperti kita ketahui mereka berasal dari berbagai elemen masyarakat yang berbeda - beda. Boleh jadi dari masyarakat yang kurang mampu, orang dewasa yang hendak meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, anak putus sekolah atau putus lanjut, dan lain-lainnya. Nah, untuk mensiasati proses pembelajaran pada pendidikan kesetaraan karakteristik sasaran yang beragam inilah perlu sebuah cara dalam menyampaikan materi pembelajaran. Diantaranya adalah penggunaan media belajar. Media belajar yang kita kenal sebagai alat bantu pembelajaran memang sudah sangat familier dengan telinga kita. Namun, bagaimana mengembangkan media belajar yang relevan untuk proses pembelajaran pendidikan kesetaraan, rasanya inilah yang jarang kita temui dan lakukan.
Media belajar menurut Sudjana (2005) adalah alat bantu untuk memperlancar proses komunikasi dalam proses pembelajaran. Media belajar juga akan membantu warga belajar dalam memaknai bahan ajar yang diajarkan. Lebih lanjut Ibrahim Yunus menambahkan bahwa media belajar harus memiliki 7 M. 7 M tersebut antaralain Mudah, Murah, Menarik, Mempan,Mendorong, Mustari, dan Manfaat. Nah bagaimana mengembangkan media belajar itu sendiri agar berpengaruh pada hasil pembelajaran ? Ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan. Menurut Hasil pengembangan yang dilakukan oleh Edi Suswantoro, Sri Lilis dan Apip Hermana (BPPLSP Regional II Jayagiri, kini menjadi P2PNFI Regional I Bandung) bahwa pengembangan media belajar harus diawali dari Seperti apa Kriteria Media Belajar yang akan diinginkan, Bahan Media Belajar itu sendiri, Bagaimana menggunakan media belajar, langkah-langkah penyusunan media belajar, Aplikasi dan Evaluasi media belajar.
Berbicara mengenai pengembangan media belajar, tentunya perlu pembahasan yang lebih mendalam baik secara substansi maupun aplikasinya. Ada sedikit pengalaman mengenai pengembangan media belajar untuk pendidikan kesetaraan khususnya program Paket B yang pernah saya alami. Pengembangan ini media ini dilakukan bersama para pamong belajar di P2PNFI Regional I (Edi Tole dan Lilis H). Pengembangan media belajar yang dikembangkan pada saat itu adalah mencoba merumuskan bentuk media belajar yang mengandung 7 M seperti diulas dimuka. Bentuk media belajar ini juga adalah hasil kerja sama dengan beberapa pamong belajar di SKB Kabupaten Ciamis dan Tutor Paket B di PKBM Geger Sunten. Jenis Media Belajar yang dibuat adalah Jenis Tenses Puzzle, Penampang tiga dimensi untuk pelajaran Biologi ttg sistem pengangkutan pada tumbuhan, Gasing putar untuk menerangkan ttg warna pada pelajaran fisika, Tebak tokoh untuk pelajaran Bahasa Indonesia, dan jenis rangka kubus untuk mata pelajaran matematika. Bahan-bahan yang digunakanpun cenderung mudah didapat dan dibuat.
Namun efektifitas media tersebut diatas masih perlu ditinjau kembali, artinya untuk karakteristik warga belajar seperti apa media tersebut, bagaimana penggunaannya dalam proses pembelajaran (bagaimana SAP/Renpelnya) dan bagaimana evaluasinya. bersambung.....








Pendidikan Kesetaraan


Pendidikan Kesetaraan, merupakan salah satu dari pendidikan non formal (PNF) yang mencakup program Paket A setara SD, Paket B setara SMp dan Paket C setara SMA. Program ini penekannnya pada penguasaan pengetahuan, keterampilan fungsional serta pengembangan sikap dan kepribadian profesional peserta didik.
Direktorat Kesetaraan Dirjen PNFI sekarang memberikan kebijakan bahwa ada 3 spektrum yang perlu dilaksanakan yaitu Spektrum KMA (Kesetaraan Murni Akademik), KIV (Kesetaraan Integrasi Vokasi dan KMV (Kesetaraan Murni Vokasi). Ketiga spektrum tersebut diharapkan dapat dilaksanakan untuk menjawab perubahan dan perkembangan jaman saat ini.
Pendidikan kesetaraan memberikan tempat dan melayani pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu, anak DO, tidak pernah sekolah, putus sekolah dan putus lanjut, serta usia produktif yang ingin meningkatkan pengetahuan dan kecakapan hidup, warga masyarakat lain yang membutuhkan layanan khusus dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai dampak dari perubahan peningkatan taraf hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pendidikan kesetaraan (setara), definisi setara adalah sepadan dalam civil effect, ukuran, pengaruh, fungsi dan kedudukan. " Hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang ditunjuk oleh Pemerintah Daerah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan", petikan tersebut diatas terdapat dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan NAsional, Pasal 26 Ayat (6). Petikan tersebut memperkuat bahwa hasil pendidikan kesetaraan sepadan dengan pendidikan formal.
Sasaran pendidikan kesetaraan yang belum terlayani di negeri ini masih banyak. Mereka ada dilingkungan dekat kita, seperti maaf, pembantu di rumah kita boleh jadi hanya lulusan SD, atau bahkan DO SD atau DO SMP, Masyarakat pekerja di pasar, atau masyarakat yang karena kesibukan bekerja ia ternyata masih ingin memerlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Cobalah identifikasi, teliti dari sekarang, apa pendidikan terakhir mereka ? Mereka juga ada di pelosok-pelosok negeri ini, di daerah yang terisolir secara geografis. pelayanan pendidikan kesetaraan pada mereka sampai sampai menggunakan para penerjun yang langsung mendatangi daerah terisolir tersebut untuk memberikan pelayanan pendidikan.
Mari bersama-sama menelisik lingkungan terdekat kita, masih adakah yang belum memperoleh layanan pendidikan? ......
Mereka yang tidak terlayani pendidikannya , harus dilayani. Karena memperoleh pendidikan adalah hak asasi. Seperti tercantum dalam pasal 28 c ayat 2 UUD 45 yang tertulis bahwa " setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak memperoleh pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia".




Kembali sesaat ke pangkuan Ibu dan Bapak

keSaat menggembirakan ketika hari sabtu datang. Seperti biasa aku berkunjung ke kampung halaman, bersama Si Merah yang setia. Kalau dulu Si dongkol yang setia mengantar dari Tasik Ke Ciamis. Sekarang si Dongkol aku istrirahatkan, hanya untuk jarak dekat saja, ya..karena kondisi mesinnya sudah tua, sering batuk-batuk dan...minta bensin lebih banyak.
Sekarang Si Merah, mesin roda dua yang kubeli tahun 2006, dengan kapasitas mesin 125 cc cukup lumayan dan aman menghantarkan aku menuju haribaan Ibu dan kampung halamannku. Sebagai anak satu-satunya sudah selayaknya aku dekat dengan Ibu dan Bapak, meski jarak jauh yang harus kutempuh, aku rela kepanasan dan kehujanan untuk mengecek kondisi orang tua. Apalagi lagi musim panen, senang rasanya melihat menguningnya padi, sibuknya warga kampung menuai padi, nikmatnya makan sambal terasi di pematang sawah dengan beberapa pepes ikan mujair dan sedikit lalaban. Wuih..enak. Kata orang Belitung mah..nyaman benaar beehhh..
Si Merah melaju menembus pagi yang sejuk menuju kampungku, niatnya menengok panen padi dan berkunjung ke makam keluarga sekaligus melihat pembesaran ikan nilem hasil Bapak. Diantar Ibu, menengok sawah yang sedang dipanen, melihat anak-anak ikan nilem yang menyerbu dedak sejuknya angin sawah yang menembus pikiran dan perasaan seolah mengajak pulang kembali untuk selamanya ke kampung halaman.
Setelah puas, menikmati suasana sawah dan kolam pembesaran ikan, aku beranjak menuju makam keluarga. Sudah lama tidak kutengok dan berjiarah. Assalamualaikum, seruku dalam hati. Beberapa onggok tanah terlihat, batu nisan kakek, uwak dan dua anaknya, berikut batu nisan kakakku. Sedikit terhenyak melihat kondisi batu nisan mereka yang diliputi rumput liar. Aku mendatanginya dan membersihkan rumput dan ilalang sebisaku dan berniat untuk membersihkan area pemakaman lainnya minggu depan. Terbayang ketika kakak perempuanku masih ada, dia begitu ikhlas membantu biaya kuliahku ketika di Bandung, sikapnya yang selalu melindungi aku, keramahan hatinya pada setiap orang, kesetiannya membantu anak-anak terbelakang mental di kecamatan begitu indah dalam lamunanku. Kenangan itu kembali muncul. Sayang engkau lebih dulu dipanggil Allah SWT, dalam perjuanganmu melahirkan anak pertama. Aku begitu kehilangan, saat itu hanya semalam kita bertemu. Dan pada waktu Dhuha, engkau meninggalkan Aku, Ibu dan Bapak. Serta menitipkan bayi kecil sebagai akhir perjuanganmu melahirkannya. Allahu Akbar. Engkaulah yang menentukan jalan hidup, Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan. Innalilahi wainnalilaihi rajiun. Seseungguhnya segala sesuatu akan kembali kepada Engkau, Ya Allah.

Begitu sedih ketika mengenang masa-masa ketika kakak meninggalkan Aku, ibu dan Ayah. Hingga tahun ini, sudah hampir 12 tahun engkau meninggalkan kami. Selamat Jalan. Semoga engkau dalam ampunan dan lindungan Allah SWT.

Al-Fatihah.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Yang menguasai di Hari Pembalasan
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
(http://www.tokeikedai.net.my/alquran/)

amin. Hari beranjak siang. Kutinggalkan Ibu dan Bapak dengan segala kemuraha hatinya.
Kutinggalkan Ibu dan Bapak dengan segala kasih sayangnya.
Ibu yang mengasihiku sepanjang hidupnya, Bapak yang mencintaiku tiada tara.
Ya Allah, Kumpulkan kembali aku dengan mereka seperti masa-masa kecilku. Ya Allah berikan kesehatan dan segala kemudahan bagi mereka ketika aku tidak berada dekat dengan mereka.
Amin.
Wassalam.




Buku "Oleh-Oleh Pertempuran"

Hari sudah siang, tanggal mulai merambat ke tanggal-tanggal penuh akhir bulan. Ketika seorang teman memanggil dari Perpustakaan, saya mendatanginya dan ngobrol sebentar sambil larak-lirik melihat buku yang disimpan di loker terbuka. Ada sebuah buku kecil, cukup menarik covernya. Putih dan berilustrasi apik menggambarkan pertempuran jaman masa revolusi. Judulnya "Oleh-Oleh Pertempuran" Karya Rukmana Hs terbitan PT Kiblat Budi Utama, 2006, Kumpulan Cerita Pendek yang pertama dibukukan. Saya tertarik dan mengambilnya bersama buku novel Habiburahman El Syrazy dan Novel Ajip Rosidi.
Kembali ke Buku "Oleh-Oleh Pertempuran", maaf bukan berarti mau meresensi buku tersebut. Hanya memberikan sebuah ungkapan kekaguman saya terhadap buku ini dan pengarangnya. Cerita-cerita pendek berbahasa Sunda dalam buku ini sangat menarik perhatian, gambaran revolusi fisik melawan Penjajah Belanda, Jepang dan Gurka di Tatar Priangan pada masa itu begitu terasa dan sesekali meniupkan rasa penasaran saya untuk membaca cerita selanjutnya. Kegetiran ketika perang berlangsung, sliwerannya peluru dan dentuman granat seolah terasa hadir di telinga dan trenyuhnya hati ketika sebuah perjuangan dihianati oleh penghianat. Saya mengapresiasi, buku cerita ini mampu membangkitkan rasa patriotisme dan memberikan gambaran tentang revolusi fisik pada saat itu di tatar priangan. pola kilas balik yang digunakan terasa membawa kita pada saat-saat pertempuran melawan Belanda, uniknya bahasa Jepang dan Uniknya strategi melawan penjajah kala itu. Betul-betul takjub. Saya tidak bisa membayangkan jika saya hadir pada revolusi fisik teresebut. sliwerannya peluru, bergetarnya tanah karena ledakan granat-granat, lelahnya sebuah kontak senjata dengan musuh dan lainnya.
Ajip Rosidi memberikan apresiasi tersendiri di halaman muka kepada Rukmana Hs (pengarang) bahwa cerita peperangan yang ditulis Rukmana bukan merupakan pengalaman pribadi tetapi hasil imajinasi yang ditulis berdasarkan keterangan yang cukup soal-soal teknis dan persenjataan atau keadaan perang. Gambarannya begitu hidup.
Selamat untuk Kang Rukmana Hs.....