Tampilkan postingan dengan label Dari Hafung untuk Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dari Hafung untuk Keluarga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 17 Juni 2009

Hantu? Bukan ah...


Bismillahirahmanirrahim,
Meski malam belum larut, rasanya kantor sepi banget. Ruangan seksi lain sudah pada gelap dan sepi, hanya ruangan aku yang masih menyala. Aku masih menunggu hasil print out yang cukup banyak malam ini,dan aku sendirian. Iiih serem...maunya sih tadi pulang segera.
Tak terdengar kesibukan kantor seperti jam-jam siang, hanya hening dan dingin yang terasa. Aku mencoba bersabar sambil menulis postingan ini, terdengar sayup-sayup suara pak satpam di seberang ruangan yang sedang asyik ngobrol sambil menikmati kopi dan rokoknya. Tampak sillhouet asap rokok mereka mengepul, menggumpal membumbung ke atas layaknya sebuah bayangan putih...(hantukah ? seruku,..hanya bayangan ketakutanku saja.)
Meski menabahkan hati, perasaan takutku tak kunjung hilang.
Apalagi mendengar cerita orang-orang kantor yang sering lembur, katanya sering bertemu sesosok wanita berkebaya yang sedang duduk dikursi tamu. Itu juga kalau lagi kebetulan, Iiih makin takutnya aku, kukuatkan hatiku, kubuang semua perasaan takut itu, ku stel musik keras-keras untuk menghalau perasaan takut itu.
Terdengar suara disebelah ruanganku, seperti orang lagi beresin kertas-kertas yang berserakan..krasak-kresek...makin nambah rasa takutku. Padahal kutahu persis, disebelah ruanganku sudah tidak ada orang sama sekali.
wuiihh..aku yang penakut, makin ciut nyali ini. Meski aku mengetahui bahwa rasa takut berasal dari diri kita sendiri, kitalah yang menciptakan rasa takut itu, menghadirkannya dan terus mempertahankannya. Sangat berbeda jika kita bisa menghilangkan rasa takut itu dan mencoba menghilangkannya. Akhirnya ku telpon satpam di seberang ruangan, mereka datang dan aku minta diantar ke ruangan sebelah, mengecek apa yang kudengar tadi. Trek..kunci terbuka, lampu dinyalakan dan ruangan tersebut tampak biasa-biasa saja tidak ada yang mencurigakan, hanya ada beberapa kertas yang terserak..ternyata ada satu jendela yang terbuka, angin berhembus pelan. Mungkin suara tadi hanya angin yang masuk dan membuat beberapa kertas terserak. Atau memang ada mahluk halus yang nyoba ngetes rasa takutku, entah lah..
Ah..ternyata tidak ada apa-apa. Bukan hantu, tapi kenapa aku begitu takut ?, mungkin aku terlalu mempertahankan rasa takut tersebut, hingga perasaan terus terbelenggu oleh ketakutan yang kubuat sendiri. Atau entahlah, mungkin wajar juga aku takut karena kondisi fisikku yang sudah lelah...
Ngeprint sudah selesai, aku bergegas pulang....

Senin, 15 Juni 2009

Kembali


(Gambar disamping adalah boneka kesayangan anak saya. Namanya Jos. Boneka sederhana hadiah dari kakak ipar, ada sebuah kegembiraan ketika saya melihat gambar tersebut)

Aduh, senengnya kembali ke dunia ini setelah beberapa hari tidak ngenet sama sekali, menutup informasi dari dunia luar, betul-betul banyak informasi yang tidak saya ketahui. Salah satunya tentang Prita yang sudah bebas meski masih ada sidang lanjutan (ini juga kalau tidak salah) dan perkembangan kasus Manohara yang makin tidak saya pahami begitu jelas.
Ada kelebihan tersendiri ketika hiatus untuk sementara pada minggu kemarin setelah beberapa tugas kantor saya selesaikan. Kelebihan itu salah satunya adalah merasa betul -betul "menikmati " beberapa target yang dicapai pada minggu kemarin, Alhamdulillah. (maaf, bukan berarti karena ngenet dan bw target kerjaan tidak tercapai).
Tetapi ada kekurangan juga ketika hiatus dilakukan yaitu terputusnya info-info penting baik intern terkait kerjaan maupun info-info luar yang mendukung kerjaan, dan tentunya silaturahmi bloger sedikit terputus. Semoga tidak hiatus untuk yang kedua kali ya...

Kamis, 02 April 2009

Ujang


Bagaimana rasanya tidak melihat ibu? Allahu Akbar.
Ujang... engkau hanya 2 hari merasakan kehangatan dekapan dan kasih sayang ibumu, kehangatan air susunya, kesejukan cinta kasihnya, tetesan air mata kegembiraannya ketika engkau lahir, senyuman kebanggaannya ketika engkau datang sebagai buah hatinya..
Ujang, engkau hanya 48 jam merasakan sentuhan tangan lembut ibumu.
Ia menghembuskan nafas terakhirnya dengan senyuman..
menitipkanmu pada semua orang yang hadir saat itu
meninggalkan darah dagingnya pada kami
adik dan saudara-saudaranya..
Bagaimana jika aku yang menjadi engkau?
yang tidak dapat melihat ibuku sendiri..
hanya merasakan sekejap kasih sayang ibu dalam sesaat seperti itu.
Ujang..engkau dibesarkan tanpa ibumu
engkau dibesarkan tanpa kasih sayangnya
tanpa belaian kebanggaannya.
Karena Allah telah memanggilnya...
Allahu Akbar. Engkau sang pemilik takdir..
.........
maaf sy tidak bisa melanjutkan tulisan ini..
meski saya tahu banyak yang seperti Ujang di dunia ini
bahkan banyak juga yang sama sekali tidak merasakan sentuhan kasih ibu mereka
karena ibu mereka meninggal saat melahirkan
Allahu Akbar

Minggu, 22 Maret 2009

Fung, Aku Datang !


Bismillahirahmanirrahim,
awan yang indah yang menaungi kampungnya Sangkuriang kutinggalkan perlahan,menuju Priangan timur, tempat hafung dan si manis menunggu. Waktu menunjukkan pukul 16.00 wib. Diperkirakan perjalanan rutin ini memakan waktu sekitar 3,5 jam sampai 4,5 jam tergantung desah nafas dan kerja pompa karburator si merah yang kuandalkan. beda sedikit jamnya dengan lagu Iwan Fals yang bersenandung :
" aku antar kau, sore pukul 5",
" laju roda dua seperti malas tak beringas",
" langit mulai gelap, sebentar lagi malam",
" namun kau harus kembali tinggalkan kota ini....."
Menyusuri belantara Bandung mulai dari Lembang, Ledeng kemudian menuju arah jalan layang menuju ke arah cicaheum dan cibiru, kendaraan roda dua dan roda empat yang berserak menuju rumahnya masing-masing sehabis mengais rejeki seharian.
Mata sedikit berkunang dan mulut menguap beberapa kali, kopi hitam yang kuteguk ternyata tidak mempan menghalau rasa kantuk. Aku putuskan berhenti di sebuah toko kecil, membeli susu instan, minuman segar dan makanan ringan untuk mengganjal perut. Setelah kuteguk minuman segar penawar dahaga, sedikit plong rasanya....Kembali kutarik gas si merah menembus sesaknya jalanan bandung timur menuju arah tanjakan Nagreg. Hari menjelang malam,tak terasa sudah sampai dilimbangan. Si merah tidak berlari kencang, hanya di 60-70 km/jam. Perut kembali keroncongan dan kuputuskan mengambil sedikit uang dan mencari nasi goreng dipinggir jalan. Ya..yang murah meriah aja. Sambil melepas lelah dan mengirim sms ke si manis bahwa posisiku sudah di limbangan dan tiba di tujuan sekitar 2 jam ke depan.

Menikmati nasi goreng kakilima yang sederhana, meski tak seenak ingatanku waktu menyantap lezatnya nasi gorengnya hotel Mambruk Anyer yang gurih, nasi goreng khas ikan laut di Kota Pangkal Pinang Pulau Bangka yang bertabur ikan laut, nasi goreng di Kota Bandung yang mengundang selera dan tempat-tempat lain. Setelah perut terisi, aku menuju mushalla di sebuah SPBU yang bersih dan kutunaikan Shalat magrib meski sedikit terlambat.
Allahu Akbar
Yang memberikan keselamatan dan kenikmatan.
Terimalah sujud hamba.
Kembali membesut si merah di tengah jalanan yang gelap dan sliwerannya truk-truk pembawa pasir dan makanan ringan menuju Kota Resik Tasikmalaya, kuatur keseimbangan badan sehingga memudahkan manuver-manuver di jalan berbelok dan gelap. Angin malam menembus perlahan, membelai seolah mengajak untuk tergesa. Untung helm ku transparan jadi bisa memandang leluasa indahnya malam dan desiran debu malam yang menerpa perlahan. Di jalan menurun daerah Gentong, tampak truk-truk besar melaju lambat berat oleh beban yang pikulnya, memaksan mesinnya menaiki tanjakan dengan beratnya. Kusalip dengan hati-hati, assalamulaikum seruku dalam hati. Jam 8 malam sampai di ujung Tasikmalaya barat, kusempatkan membeli bakso kesukaan si manis dan agar-agar untuk hafung.Alhamdulillah sampai di rumah kecil, dan Astagfirullah, Hafung belum tidur yang sejak sore menantiku. Badannya panas, tubuhnya lesu, matanya berkaca menahan kerinduan dalam sakitnya. Memang sebelumnya si manis mengabarkan bahwa hafung, panas sudah tiga hari. Tidurnya kurang nyenyak sering bangun dan mengingau. Malam itu aku menunggu hafung yang tidak tidur nyenyak,tiap setengah jam bangun dan menangis hingga akupun tidak tidur semalaman. Besoknya aku bawa hafung ke dokter, ketika menunggu panggilan pemeriksaan aku tertidur pulas dibangku pasien, wuihhh..fung..fungg..hafung kena flu dan panas dan masuk angin. Aku ikut merasakan rasa sakitnya, bagi usianya yang masih balita tentu menyiksa. Maafkan aku fung, cepat sembuh ya. Semoga cobaan ini merupakan sebuah pelajaran bagi kita.
Allahu Akbar.
Segala penyakit ada obatnya.
Allahu Akbar,
Add Dhaar, Maha Pemberi Derita.
Hari mingunya hafung tampak segar dan ceria setelah minum obat dokter.
Segera sembuh fung,
segala puji bagi Allah yang memiliki segala kekuatan.
Amin.

Senin, 16 Maret 2009

Berita Duka

Segala sesuatu yang hidup akan merasakan mati. Tanggal 6 Maret 2009. Nenek menghembuskan nafas terakhir dan meninggalkan keluarga kami yang kecil. Keluarga yang tidak banyak memiliki saudara. Maut betul-betul rahasia Allah SWT. Nenek meninggal dalam keadaan yang sederhana. Ia memang sudah tua, sering sesak nafas dan susah berjalan. Kami Anak dan cucu nya sangat mengaguminya, dalam keterbatasannya dan usianya yang sudah tua beliau selalu berjuang keras membantu sebisanya. membereskan piring-piring didapur semampunya, mengambil piring bersih yang sudah dijemur di halaman rumah dan menyimpannya dengan rapi di rak, mendinginkan nasi, menunggui nasi di dapur ketika kami terlelap tidur.
Nenek, kami tahu engkau berjuang dengan keras. Engkau selalu merindukan anak cucumu berkumpul di rumah. Engkau selalu mendambakan aku selalu berada disampingmu. maafkan aku nek...
Selamat jalan nenek. Semoga segala amal ibadahmu diterima oleh Allah SWT. Amin.

Senin, 02 Maret 2009

Kembali sesaat ke pangkuan Ibu dan Bapak

keSaat menggembirakan ketika hari sabtu datang. Seperti biasa aku berkunjung ke kampung halaman, bersama Si Merah yang setia. Kalau dulu Si dongkol yang setia mengantar dari Tasik Ke Ciamis. Sekarang si Dongkol aku istrirahatkan, hanya untuk jarak dekat saja, ya..karena kondisi mesinnya sudah tua, sering batuk-batuk dan...minta bensin lebih banyak.
Sekarang Si Merah, mesin roda dua yang kubeli tahun 2006, dengan kapasitas mesin 125 cc cukup lumayan dan aman menghantarkan aku menuju haribaan Ibu dan kampung halamannku. Sebagai anak satu-satunya sudah selayaknya aku dekat dengan Ibu dan Bapak, meski jarak jauh yang harus kutempuh, aku rela kepanasan dan kehujanan untuk mengecek kondisi orang tua. Apalagi lagi musim panen, senang rasanya melihat menguningnya padi, sibuknya warga kampung menuai padi, nikmatnya makan sambal terasi di pematang sawah dengan beberapa pepes ikan mujair dan sedikit lalaban. Wuih..enak. Kata orang Belitung mah..nyaman benaar beehhh..
Si Merah melaju menembus pagi yang sejuk menuju kampungku, niatnya menengok panen padi dan berkunjung ke makam keluarga sekaligus melihat pembesaran ikan nilem hasil Bapak. Diantar Ibu, menengok sawah yang sedang dipanen, melihat anak-anak ikan nilem yang menyerbu dedak sejuknya angin sawah yang menembus pikiran dan perasaan seolah mengajak pulang kembali untuk selamanya ke kampung halaman.
Setelah puas, menikmati suasana sawah dan kolam pembesaran ikan, aku beranjak menuju makam keluarga. Sudah lama tidak kutengok dan berjiarah. Assalamualaikum, seruku dalam hati. Beberapa onggok tanah terlihat, batu nisan kakek, uwak dan dua anaknya, berikut batu nisan kakakku. Sedikit terhenyak melihat kondisi batu nisan mereka yang diliputi rumput liar. Aku mendatanginya dan membersihkan rumput dan ilalang sebisaku dan berniat untuk membersihkan area pemakaman lainnya minggu depan. Terbayang ketika kakak perempuanku masih ada, dia begitu ikhlas membantu biaya kuliahku ketika di Bandung, sikapnya yang selalu melindungi aku, keramahan hatinya pada setiap orang, kesetiannya membantu anak-anak terbelakang mental di kecamatan begitu indah dalam lamunanku. Kenangan itu kembali muncul. Sayang engkau lebih dulu dipanggil Allah SWT, dalam perjuanganmu melahirkan anak pertama. Aku begitu kehilangan, saat itu hanya semalam kita bertemu. Dan pada waktu Dhuha, engkau meninggalkan Aku, Ibu dan Bapak. Serta menitipkan bayi kecil sebagai akhir perjuanganmu melahirkannya. Allahu Akbar. Engkaulah yang menentukan jalan hidup, Engkaulah yang menghidupkan dan mematikan. Innalilahi wainnalilaihi rajiun. Seseungguhnya segala sesuatu akan kembali kepada Engkau, Ya Allah.

Begitu sedih ketika mengenang masa-masa ketika kakak meninggalkan Aku, ibu dan Ayah. Hingga tahun ini, sudah hampir 12 tahun engkau meninggalkan kami. Selamat Jalan. Semoga engkau dalam ampunan dan lindungan Allah SWT.

Al-Fatihah.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمـنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهدِنَــــا الصِّرَاطَ المُستَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنعَمتَ عَلَيهِمْ غَيرِ المَغضُوبِ عَلَيهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam
Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
Yang menguasai di Hari Pembalasan
Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus,
(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri ni'mat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
(http://www.tokeikedai.net.my/alquran/)

amin. Hari beranjak siang. Kutinggalkan Ibu dan Bapak dengan segala kemuraha hatinya.
Kutinggalkan Ibu dan Bapak dengan segala kasih sayangnya.
Ibu yang mengasihiku sepanjang hidupnya, Bapak yang mencintaiku tiada tara.
Ya Allah, Kumpulkan kembali aku dengan mereka seperti masa-masa kecilku. Ya Allah berikan kesehatan dan segala kemudahan bagi mereka ketika aku tidak berada dekat dengan mereka.
Amin.
Wassalam.




Selasa, 02 September 2008

Keputusan

Ada beberapa hal yang perlu perhatian serius dalam mengambil keputusan.Minggu-minggu ini betul-betul dikejutkan oleh beberapa berita yang perlu pemikiran mendalam dan butuh komunikasi dengan beberapa pihak.artinya jika salah mengambil keputusan dan terlalu cepat memutuskan maka ada akibat yang kurang bagus yang mungkin akan diterima. Bolehkah? mudah-mudah-mudahan boleh. O..ya. Hafung sudah bisa bicara didkit-dikit jika ayahnya datang. ...yayah...yayahan... Merangkak dengan cepat ke tempat yang ia inginkan. bila akan dirangkul...badannya langsung ia rapatkan dengan lantai seolah menahan berat badan supaya ga keangkat.Jika pintu keluar membuka, ia langsung blingsatan menuju ke halaman..biasa..meraih batu-batu kecil kemudian dipermainkannya.bila dibiarkan..tangannya blepotan tanah dan baju nya kotor.atau biarkan aja ya? gigi hafung yang atas udah 6, yang bawah dah ada 4.usianya dikit lagi setahun. wah hadiah ulang tahunnya apa ya?tapi lati hafung belum bisa berjalan...lagi latian..cepet jalan fung!

Keputusan


Ada beberapa hal yang perlu perhatian serius dalam mengambil keputusan.Minggu-minggu ini betul-betul dikejutkan oleh beberapa berita yang perlu pemikiran mendalam dan butuh komunikasi dengan beberapa pihak.artinya jika salah mengambil keputusan dan terlalu cepat memutuskan maka ada akibat yang kurang bagus yang mungkin akan diterima. Bolehkah? mudah-mudah-mudahan boleh. O..ya. Hafung sudah bisa bicara didkit-dikit...yayah...yayahan..merangkak dengan cepat ke tempat yang ia inginkan. bila akan dirangkul...badannya langsung ia rapatkan dengan lantai seolah menahan berat badan supaya ga keangkat.jika pintu keluar membuka, ia langsung blingsatan menuju ke halaman..biasa..meraih batu-batu kecil kemudian dipermainkannya.bila dibiarkan..tangannya blepotan tanah dan baju nya kotor.atau biarkan aja ya? gigi hafung yang atas udah 6, yang bawah dah ada 4.usianya dikit lagi setahun. wah hadiah ulang tahunnya apa ya?tapi lati hafung belum bisa berjalan...lagi latian..cepet jalan fung!

Rabu, 20 Agustus 2008

Hafung


ada sebuah catatan kecil untuk si kecil :
Anakku,aku merasakan rasa kantukmu ketika kau jauh dariku
anakku, aku merasakan rasa rindumu ketika kau tidur jauh dariku
anakku, aku merasakan rasa sakitmu ketika kau kehilangan kasihsayangku
Fung...
anakku..takdir ini bukan sebuah keburukan...
aku memaknainya sebagai sebuah ujian bagi kita bersama
fung...aku merasakan kehilanganmu
fung ..cepat besar..

Rabu, 13 Agustus 2008


si kecil....ditinggalin terus..kuliah...ke sekolah..ke dosen..ke bdg..ke ciamis...prajab...ko ditinggal terus ....yah...

Anak Pertama



Kalo ada anak pertama, maka ada anak kedua, Anak pertama harus diurus begitu juga anak kedua. Jangan mikir dulu anak kedua. yang pertama dulu rawat baik-baik,sayangi,sebab hadiah terindah dari yang kuasa kepada kami berdua. Anak pertama, banyak cerita indah, lucu, ada pengalaman baru. ...Alhamdulillah...syukur lahir dengan selamat dan lancar ..tentunya sangat gembira...sebab sebelumnya waktu hamil kami sering bepergian...naik motor... banyak tugas kuliah...KKN...tgs adm di sekolah..wuih..repot....menjelang tangan-tangan mentari turun bergerilya di waktu dhuha...dengan hangatnya yang khas...engkau lahir...buah hati kami. lahir diantara resah gelisah semua orang yang menunggu mu 9 purnama sebelumnya. terimakasih ya Alloh. Syukur kami, doa kami, mudah-mudahan tak terhenti. Alhamdulillah....