
Bismillahirahmanirrahim,
Meski malam belum larut, rasanya kantor sepi banget. Ruangan seksi lain sudah pada gelap dan sepi, hanya ruangan aku yang masih menyala. Aku masih menunggu hasil print out yang cukup banyak malam ini,dan aku sendirian. Iiih serem...maunya sih tadi pulang segera.
Tak terdengar kesibukan kantor seperti jam-jam siang, hanya hening dan dingin yang terasa. Aku mencoba bersabar sambil menulis postingan ini, terdengar sayup-sayup suara pak satpam di seberang ruangan yang sedang asyik ngobrol sambil menikmati kopi dan rokoknya. Tampak sillhouet asap rokok mereka mengepul, menggumpal membumbung ke atas layaknya sebuah bayangan putih...(hantukah ? seruku,..hanya bayangan ketakutanku saja.)
Meski menabahkan hati, perasaan takutku tak kunjung hilang.
Apalagi mendengar cerita orang-orang kantor yang sering lembur, katanya sering bertemu sesosok wanita berkebaya yang sedang duduk dikursi tamu. Itu juga kalau lagi kebetulan, Iiih makin takutnya aku, kukuatkan hatiku, kubuang semua perasaan takut itu, ku stel musik keras-keras untuk menghalau perasaan takut itu.
Terdengar suara disebelah ruanganku, seperti orang lagi beresin kertas-kertas yang berserakan..krasak-kresek...makin nambah rasa takutku. Padahal kutahu persis, disebelah ruanganku sudah tidak ada orang sama sekali.
wuiihh..aku yang penakut, makin ciut nyali ini. Meski aku mengetahui bahwa rasa takut berasal dari diri kita sendiri, kitalah yang menciptakan rasa takut itu, menghadirkannya dan terus mempertahankannya. Sangat berbeda jika kita bisa menghilangkan rasa takut itu dan mencoba menghilangkannya. Akhirnya ku telpon satpam di seberang ruangan, mereka datang dan aku minta diantar ke ruangan sebelah, mengecek apa yang kudengar tadi. Trek..kunci terbuka, lampu dinyalakan dan ruangan tersebut tampak biasa-biasa saja tidak ada yang mencurigakan, hanya ada beberapa kertas yang terserak..ternyata ada satu jendela yang terbuka, angin berhembus pelan. Mungkin suara tadi hanya angin yang masuk dan membuat beberapa kertas terserak. Atau memang ada mahluk halus yang nyoba ngetes rasa takutku, entah lah..
Ah..ternyata tidak ada apa-apa. Bukan hantu, tapi kenapa aku begitu takut ?, mungkin aku terlalu mempertahankan rasa takut tersebut, hingga perasaan terus terbelenggu oleh ketakutan yang kubuat sendiri. Atau entahlah, mungkin wajar juga aku takut karena kondisi fisikku yang sudah lelah...
Ngeprint sudah selesai, aku bergegas pulang....
Tak terdengar kesibukan kantor seperti jam-jam siang, hanya hening dan dingin yang terasa. Aku mencoba bersabar sambil menulis postingan ini, terdengar sayup-sayup suara pak satpam di seberang ruangan yang sedang asyik ngobrol sambil menikmati kopi dan rokoknya. Tampak sillhouet asap rokok mereka mengepul, menggumpal membumbung ke atas layaknya sebuah bayangan putih...(hantukah ? seruku,..hanya bayangan ketakutanku saja.)
Meski menabahkan hati, perasaan takutku tak kunjung hilang.
Apalagi mendengar cerita orang-orang kantor yang sering lembur, katanya sering bertemu sesosok wanita berkebaya yang sedang duduk dikursi tamu. Itu juga kalau lagi kebetulan, Iiih makin takutnya aku, kukuatkan hatiku, kubuang semua perasaan takut itu, ku stel musik keras-keras untuk menghalau perasaan takut itu.
Terdengar suara disebelah ruanganku, seperti orang lagi beresin kertas-kertas yang berserakan..krasak-kresek...makin nambah rasa takutku. Padahal kutahu persis, disebelah ruanganku sudah tidak ada orang sama sekali.
wuiihh..aku yang penakut, makin ciut nyali ini. Meski aku mengetahui bahwa rasa takut berasal dari diri kita sendiri, kitalah yang menciptakan rasa takut itu, menghadirkannya dan terus mempertahankannya. Sangat berbeda jika kita bisa menghilangkan rasa takut itu dan mencoba menghilangkannya. Akhirnya ku telpon satpam di seberang ruangan, mereka datang dan aku minta diantar ke ruangan sebelah, mengecek apa yang kudengar tadi. Trek..kunci terbuka, lampu dinyalakan dan ruangan tersebut tampak biasa-biasa saja tidak ada yang mencurigakan, hanya ada beberapa kertas yang terserak..ternyata ada satu jendela yang terbuka, angin berhembus pelan. Mungkin suara tadi hanya angin yang masuk dan membuat beberapa kertas terserak. Atau memang ada mahluk halus yang nyoba ngetes rasa takutku, entah lah..
Ah..ternyata tidak ada apa-apa. Bukan hantu, tapi kenapa aku begitu takut ?, mungkin aku terlalu mempertahankan rasa takut tersebut, hingga perasaan terus terbelenggu oleh ketakutan yang kubuat sendiri. Atau entahlah, mungkin wajar juga aku takut karena kondisi fisikku yang sudah lelah...
Ngeprint sudah selesai, aku bergegas pulang....










