Sore yang terik dan panas, sambil menunggu mobil antar kota datang aku menegak minuman dingin pelepas dahaga disebuah toko kecil disudut terminal
Beberapa pengendara oplet berkumpul didekatku ngobrol ngalor ngidul seputar kehidupannya, ya kehidupan "merayu" penumpang untuk sebuah "setoran".
sekilas tertangkap olehku kehidupan mereka.
Pagi itu kami sama-sama terbangun
memanaskan mesin oplet sambil menghisap rokok sisa semalam
menancap gas memburu penumpang
saling menyalip ditikungan, menembus embun pagi yang terlambat datang
berteriak memutuskan urat leher untuk menyambung nyawa anak dan istri hari ini yang mungkin terputus setiap jam
Duduk bertahan diatas mesin oplet yang membakar bokong dan pinggang
rasanya panas bukan kepalang
memanaskan hati agar lapang dengan segelas kopi hitam yang disimpan di dasboard lampu depan
berteriak!... berebut! namun tetap saling merelakan jika keduluan dicegat penumpang
berdesakan menahan kantuk disela kemacetan, asap kendaraan dan bau keringat orang kebanyakan..
Bersabar "merayu" penumpang meski berhenti di tempat yang "dilarang"
"Bersabar" karena penumpang semakin berkurang karena kredit motor semakin gampang
Ya..penumpang berkurang, mereka lebih memilih membeli motor cicilan
daripada mencintai oplet kita yang setia mengantar mereka ke tujuan
Ah..hanya sebuah ungkapan tentang mereka yang aku lihat sekilas. Hanya sebuah pandangan sepihak saja dariku yang belum mengenal jauh kehidupan mereka.
Kamis, 16 Juli 2009
Dari Mereka

Tags
Artikel Terkait
- HARI INI SAKIT KEPALAHari ini sakit kepala,Urusan ini , itu,.. tak jua redaHari ini tiba
- Assalamualaikum...Halo teman-teman semua, mmhh... hampir 2 mingguan saya tidak posting ap
- Terkait posting sebelumnya tentang kelengkapan surat kendaraan, saya teringat peristiwa s
- Tahun 2004, saat itu masih lekat diingatan saya ketika Liverpool menjungkalkan klub raksa
- Subhanallah...Gempa!!!!, tepat pada pukul tujuh malam. Ketika blogwalking ke blognya kang
- andai hujan rintik tidak turun berlebihan,mungkin kita bisa bersua...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
22 komentar
jawapannya kenalah kurangkan tambang he he
hm kehidupanyang keras tapi penh persahabatan
Assalamualaikum neng Rara....
lamaaa banget nih gak mampir apa kabarnya nih neng? hmm potret kehidupan yang saban hari kita lihat yah neng. miris banget tapi mo gimana lagi yang penting tetep di jalur halal. insyaAlloh berkah. Amin
Wassalam
masya alloh...semoga oplet2 laris penumpang ya...
Dimana yang masih ada oplet Neng? Yah, memang kemudahan dalam mengkredit motor selain membuat penghasilan sopir angkot berkurang juga membuat jalanan jadi macet hiks...
Hello mbak... salam kenal...
Untuk persahabatan, sebuah award untuk mu sobat... diambil yaa...
Thank you...
Ass.
Bersyukurlah kita2 yang tidak mengalami seperti nasibnya para tukang oplet....eh mba, bener tuh katanya mas seno, emang dimana ya yg masih ada opletnya???
Wass.
Assalamu'alaikum wr. wb.
blognya fresh n cool kyk yg punya :0;;)
salam knal
Ass
kita memang perlu melihat orang-orang yang kurang beruntung dari kita sis, agar kita yang lebih beruntung dapat bersyukur.
Nice post sis
wassalam
assaalamualaikum,
Alhamdulillah hari ini bangun pagi banget.ngerjain pekerjaan yang blm tuntas.
Zumairi : apa maksudnya bang,sy ndk gerti (...>>>)
bungaraya: begitulah sebagian dari kehidupan mereka
bintang : ga pap bin,sy jg dh lama ga berkunjung
buwel ;mudah-mudahan
seno : sebenarnya namanya angkot, hanya saya pake istilah oplet aja. ada bedanya bang? (mhn maaf bila keliru)
exort : semoga saja. Bang, di jakarta dh ga ada ya?
gaelby :trims
azzare : ma kasih salam kenal jg. trims tar sy jemput jk ada kesempatan.
aisha : dari situ kita perlu memaknainya sis.thanks atas kedatangannya
wassalam
Ass. Neng...
Wuaduh aku malah belum pernah naik opelet seumur-umur. Bayangin aja udah gak minat, tp salut aku sama semangat mereka, tak kenal lelah melayani penumpangnya.
Yah, begitulah nasib orang kecil Mbak, kadang selalu saja di sepelekan.
Ya seperti di dunia blog ini, semua blog yg saya kunjungi selalu saya follow, tp ndak pernah dibales, T_T
itulah kehidupan sobatku..satu yg kita hrs yakini bahwa rizki sdh ada yg mengatur..jd apapun pekerjaan dan usaha kita Insya Allah rezeki akan datang..Ok sukses selalu sobat
Waduuh jalan menuju kemana tuuh??ke tanah abang yaa?? kook bagus banget(padahal jelek) hehehe *kabuuuur*
emang lebih nyaman pake motor sendiri walaupun berbunyi dit...dit..dit..kredit... he...he..he...
prihatin juga yah.. tapi skrg warga lebih milih menghemat ongkos dan lebih praktis sih naik motor..
so sweet ...
bahasa yang menyentuh hati gue..
wkakwakkwak
lam kenal yaw..
Tulisan yang mengunggah. Yah pergulatan hidup para tukang oplet, sebagaimana pergulatan hidup manusia lain, dengan berbagai profesi, selalu menyisakan ceritanya yang tersendiri. Hidup musti dijalani, hidup ini indah.
setiap orang mempunyai pandangan hidup sendiri
oplet....sumber hidup banyak orang termasuk aku juga mas,,,
tapi kita ga boleh ngeluh karna itulah hidup
dan kalo ga ada tukang oplet yang belum kredit motor bakal pada jalan lo,,,,,
hhmmm....sumber inspirasi ada dmana2 di tangan orang yang peka..
Saya belajar peka seperti Anda Mbak...
assalamualaikum,
Alhamdulillah kembali ke rumah ini,setelah beberapa hari ga nengok. mohon maaf pd tman-teman yang dh datang,sy ga koment satu persatu.
ma kasih banget.
mari semua
wassalam
Terimakasih atas waktunya untuk berkunjung di rumah kecil ini. O ya, trims juga commentnya.
EmoticonEmoticon