Minggu, 19 Desember 2010

INDONESIA VS MALAYSIA BERTEMU KEMBALI ...


gbr copas dari : http://lagibaca.blogspot.com/2010/12/...Meski sedang ada gugatan tentang lambang garuda yang dipasang pada dada kaos tim nas,..saya tidak akan membahas itu ah..

Tim nasional Indonesia akhirnya memberikan bukti bahwa mereka bisa memberikan kado istimewa yaitu tiket bermain ke final piala AFF 2010 dengan permainan yang begitu militan dan enak dipandang mata. Saya terhenyak ketika menyaksikan laga ini terasa begitu cepat dan jelas ada nuansa ketegangan yang berlebihan saat saya menyaksikan Okto meliuk-liuk mengobrak-abrik pertahanan Filifina tadi malam.
Laga semi final Filipina vs Indonesia yang saya saksikan lewat televisi di Bengkulu hari Kamis lalu rasanya tidak terlalu tegang, tetapi pertandingan tadi malam (semifinal leg kedua Indonesia vs Filipina ) yang saya saksikan sama melalui TV di Tasikmalaya bersama teman-teman di kampung rasanya begitu memompa jantung saya. Mengapa begitu tegang ?, ya karena saya sangat berharap tim nasional bisa mengamankan poin yang diperoleh dan kemudian menang. Saya pikir wajar saja, seperti halnya masyarakat Indonesia lainnya
Kemenangan ini tak lepas dari kerjasama apik semua lini. Meski Markus tercatat melakukan kesalahan dalam mengambil bola. Tetapi untung masih ada pemain belakang yang bisa menyelamatkan gawang Indonesia.

Timnas Indonesia vs Timnas Malaysia

Final Piala AFF akhirnya mempertemukan kembali Indonesia dan Malaysia yang akan di mainkan dengan sistem Home Away tanggal 26 Desember (di Malaysia) dan 29 Desember 2010 (di Indonesia) . Di babak penyisihan Malaysia pernah digilas 1-5 oleh Indonesia. Saat itu, pemain muda Malaysia belum mengenal betul pola serang dan strategi permainan Indonesia. Kini setelah beberapa pertandingan, permainan Indonesia sudah sedikit terbaca yaitu sistem permainan kolektif yang mengutamakan serangan dari sisi kanan kiri dan tengah yang sama baiknya.
Sementara Malaysia pasca mengalami kekalahan ternyata terus berbenah diri. Hingga masuk ke semi final dan mampu mengalahkan Raja Bola Vietnam. Wow saya pikir progress yang sangat apik dan baik. Karena itulah, Firman Utina dan kawan-kawan harus semakin berpikir cerdas dalam membaca peluang, mempertajam visi bermain (menyerang, bertahan dan mengatur tempo permainan, finishing goal yang akurat sehingga peluang tidak terbuang sia-sia. Suplay bola ke para striker ke depan perlu semakin sering dilakukan dengan akurasi yang sesuai, tepat waktu dan tepat moment. Lini tengah yang kemungkinan besar tidak diperkuat Bustomi karena akumulasi kartu kuning perlu di antisipasi dengan pemain lain yang mempunyai visi dan cerdas dalam membaca permainan yang setara dengan Firman. Mungkin bisa saja Eka Ramdani, atau Yongki agak di tarik untuk membantu Firman dan Irfan Bachdim.
Pertandingan ini tentunya bakal menyedot perhatian banyak pihak seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya. Apalagi secara emosional, terlepas dari sisi politis Indonesia dan Malaysia kini sedang banyak "bersentuhan". Malaysia tentu ingin memanjakan fans bolanya di negerinya dengan sebuah kemenangan. Sebaliknya Timnas Indonesia tentu berharap bisa "menggebuk" kembali Malaysia dan enggan menjadi runner up terus-menerus. Beberapa pihak menyebut inilah moment kebangkitan sepakbola Indonesia.,"Trend ini harus dijaga terus dengan konsistensi dan fokus pada strategi permainan dan jangan menganggap remeh lawan (Malaysia)".
Tim Nasional Indonesia juga saya pikir perlu melakukan variasi serangan, tidak hanya umpan panjang dan umpan pendek dari sisi kiri, kanan dan tengah, tetapi juga tendangan-tendangan jarak jauh yang akurat perlu dilakukan untuk memberikan shock terapi pada lawan. Semoga berhasil Tim Nas Indonesia..Garudaku ? Terbang Tinggi dan Libas lawanmu. Wujudkan cita-cita kita untuk menang!
Teman saya berseloroh :," Seumur hidup saya baru menyaksikan pertandingan sepakbola seperti tadi malam ketika Indonesia menang tipis 1 - 0 atas Filipina,sangat memuaskan!"
Salam

Minggu, 12 Desember 2010

award mas fajar

assalamualaikum...
meski terlambat saya membuka rumah ini, begitupun terlambat pula kunjungan ke rumah fajar, sebuah blog yang sudah lama saya kenal. Tulisannya yang inspiratif dan kadang saya datang sembunyi-sembunyi untuk nengok blognya (hihihih).
Adalah sebuah award dari beliau yang baru sempat saya tampilkan.
Persahabatan ini sangat indah,
Andai bisa Kopdar ya mas.
ok trims ya..


salam

Senin, 29 November 2010

Bisakah Engkau Memaafkan untuk itu ?

DIALOG KITA

Segelas kopi kulumat sampai mati,..
hingga kelak kita bertemu di akhirat.

Bertukar dosa yang kita buat didunia:

Istriku,..apa dosa-dosaku ketika di dunia
"engkau menelantarkanku tanpa bekal sedikitpun,"..
Suamiku,..dosa apa yang telah kuperbuat kepadamu ?
" engkau membiarkan aku tanpa air hangat ketika aku datang,"

Tolong jadikan itu bukan dosa bagi kita berdua.

Maafkan aku:
Ku maafkan engkau.

Maafkan aku:
Ku maafkan engkau.

Bisakah engkau memaafkan itu?
Bisa.

Senin, 08 November 2010

Ah..Akhirnya Saya Kembali

assalamualaikum...
wah..serius banget ya?
Salam untuk semua, semoga kawan-kawan bloger semua sehat walafiat. Up date blog tulisan saya terakhir adalah tanggal 29 September 2010 lalu. Hampir sebulan lebih enggak datangi rumah ini. hanya nengok sebentar dan kembali menutupnya. Maafkan rumah curhatku.
Malam ini kembali membuka blog dan saya mencoba mengurai kemana saya selama ini, hingga tega meninggalkan teman-teman semua.
Awal Oktober saya disibukkan oleh beberapa pentaloka yang harus saya ikuti di Bandung. Waktunya sangat sempit sekali disamping satu buah permintaan penulisan buku tentang pendidikan kesetaraan dengan topik "Pendidikan Kesetaraan : dari pendidikan orang dewasa sampai penyiapan tenaga terampil dan mandiri.
Ditambah lagi permintaan untuk survey komoditi ikan patin ke Subang jawa Barat. Nah, dengan Si Merah saya touring menuju Bandung - Subang ke daerah Sukamandi, melewati kebun tebu purwodadi sekitar 30 menitan. wah asyik juga.
ini dia salah satu tempat penetasan ikan patin yang saya kunjungi di BBAT Sukamandi Subang.

Survey komoditi ikan patin ini dilakukan untuk membuat script video pembelajaran. Ini pengalaman saya pertama kali membuat script video pembelajaran. hehehe..susah juga. harus menyesuaikan naskah, audio dan video yang muncul kelak.
ini dia si merah, bebek besi tumpangan saya. xixixi...


Pertengahan Oktober saya, kembali harus berkunjung ke Bengkulu hingga 2 kali. Mengecek progres sebuah ujicoba model pemberdayaan di sebuah desa di Kota Bengkulu, dan pulang dengan pesawat malam, yang delay hampir 1 jam setengah. Ah..apa yang saya cari ya? hingga pulang larut malam, jam 11 malam masih di Bandara Soekarno Hatta, hingga datang di bandung Jam 2 malam ?. Atau mungkin itu biasa bagi mereka yang sering melakukannya ?. Entahlah.

Saat-saat banyak pekerjaan memang sering kita lupa ya? bahwa kita hidup tidak hanya terus-menerus untuk mengurusi pekerjaan dunia saja. Urusan dunia memang kadang yang membuat hidup kita jadi ramai. Ramai akan segala hal duniawi. "Ramai mengalahkan yang sepi", "padahal keramaian itu belum tentu suatu yang bernilai,bila sia-sia kita memaknainya". Entahlah.

Awal Nopember, saya berkunjung ke Kota Bogor dan Kabupaten Bogor untuk sebuah kegiatan pemantauan program sekaligus menyadap informasi terkait implementasi sebuah program blockgrant yang dikucurkan pemerintah untuk program Pendidikan Non formal. Dan berita duka, saya dapati ketika teman kuliah dulu, yang ternyata secara fisik dia masih muda dan segar kini ia terkena serangan stroke. Innalillahiwainnailaihi rojiun...Saya tidak menyangka. Alhamdulillah saya masih diberi kesehatan. Semoga cepat sembuh kawans...
salam

Rabu, 29 September 2010

Pendidikan : Kapan diselaraskan ?

Saat saat indah di sekolah...
tak terlupakan..
saat-saat lulus sekolah dan jadi pengangguran adalah saat-saat paling menyedihkan..

(kata-kata ini saya baca di sms dari teman lama satu sekolah)

Ketika membaca pesan singkat tersebut, saya berupaya merenung.

Tidak bisa dipungkiri, pendidikan kita makin menghasilkan para penganggur yang angkanya semakin makin tinggi. Saya peroleh data Sakernas BPS (2008), menunjukkan bahwa penduduk yang berpendidikan tingkat dasar (44,39 %) dan menengah (40,44%) merupakan kontributor terbesar terhadap angka pengangguran di Indonesia. Ini baru tahun 2008, yang terbaru (tahun 2010) terus terang saya belum memiliki, mungkin lebih besar lagi.
Pendidikan salah satu cara meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Tetapi keberadaanya kini seolah tidak berdaya ketika lulusannya harus bersaing kompetitif di dunia kerja yang begitu beragam jenis dan substansi kompetensi yang diperlukannya. Bahkan kini, ditenggarai makin tinggi pendidikan seseorang juga semakin menunjukkan rendahnya tingkat kemandirian. Maka bisa dikatakan pengangguran terdidik semakin "membludak", tanggungjawab institusi pendidikan dan pemerintah semakin menumpuk untuk mengatasinya. Menurut para pakar pendidikan hal ini salahsatunya dikarenakan relevansi pendidikan dengan dunia kerja sudah semakin renggang dan penyelenggaraan pendidikan yang dilakukan sendiri-sendiri. Meski kita mengetahui bahwa pendidikan kini digarap melalui dua jalur yaitu pendidikan formal dan pendidikan non formal dan informal tetap saja relevansi pendidikan dengan dunia kerja nampak belum saling klop. Pendidikan non formal dan informal yang ditenggarai sebagai jalur kedua yang membantu dalam mengurangi pengangguran terdidik ternyata masih perlu meningkatkan layanan programnya menjadi lebih tajam dan terarah. Lembaga kursus di Indonesia yang jumlahnya sepuluribuan dan lembaga pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM) yang jumlahnya limaribuan perlu semakin menajamkan layanan program dalam menyeleraskan program yang dilakukannya dengan kebutuhan dunia kerja.

Ada sedikit angin segar ketika, Kemendiknas mencoba membuat solusi dengan merencanakan sebuah program melalui Program Penyelarasan Pendidikan dengan Dunia Kerja awal Januari 2010 silam , dengan menitikberatkan pada pembekalan kompetensi lulusan yang berjiwa wirausaha dan selaras dengan kebutuhan di dunia kerja. Diharapkan program ini dapat menyiapkan sumber daya manusia yang siap kerja dan/atau dapat menciptakan kerja serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan baik lokal, nasional maupun internasional.

Saya sendiri cukup tertarik dengan ide dari Mendiknas yang direncanakan sejak awal Januari 2010 silam.
saya berhenti merenung ...
Dan hilanglah ide saya tentang bagaimana supaya pendidikan di negara indonesia ini bisa relevan dengan dunia kerja . Meski itu bukan urusan saya, sebagai warga masyarakat yang peduli pendidikan ...mmhhmmm..(: sok pahlawan...hehehe..,) saya berharap bisa menyumbangkan secuil pemikiran tentang implementasi program ini meski dalam kerangka sederhana.
Perlu diamati dan dijadikan pemikiran adalah bagaimana implementasinya. Terkait penyelerasan pendidikan dengan dunia kerja ? program ini menurut saya tidak jauh berbeda dengan dengan link and match yaitu untuk mengatasi soal pengangguran terdidik. Yang saya lihat program link and match beberapa tahun lalu bersifat mengklopkan lembaga pendidikan, pasar atau tempat wirausaha, dan pemerintah.
Sementara ide penyelerasan pendidikan dengan dunia kerja memerlukan sinergitas banyak pihak dan lembaga yang harus terlibat. Bukan hanya industri saja, tetapi terkait kerjasama dengan beberapa kementrian. Semakin banyak yang terlibat tentu penanganannya memerlukan ketelitian dan usaha yang sungguh-sungguh serta pembagian peran yang sesuai. Saya melihat bahwa kerjasama antar lembaga dalam melakukan sebuah program di Indonesia cenderung masih kurang erat. Yang ada lebih pada melaksanakan program masing-masing karena ego lembaga, sebab rasa "kegotongroyongan" sebagai sebuah nilai luhur bangsa cenderung sudah mulai menipis. Kegamangan inilah yang menjadi pemikiran saya.

Senin, 20 September 2010

Pasca Idul Fitri

Hampir seminggu tidak ngenet sama sekali. Kepada Teman-teman semua yang sudah berkunjung saya mengucapkan terimakasih atas silaturahminya. Senin sore ini saya berkesempatan kembali mengunjungi rumah ini.
Ini sekedar sharing saja ketika Idul fitri dua minggu lalu.
Saat idul fitri, keluarga saya berkumpul semua. Terutama kerabat yang dari luar kota,entah dari Bogor ataupun dari Jakarta. Berkumpul sesama saudara, adalah saat yang paling senang, sebab bisa makan dan kumpul bersama dan mengurai rencana ke depan keluarga masing-masing. Ada beberapa hal yang menjadi pelajaran bagi saya ketika berkumpul sesama saudara baik bagi yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Ibu mertua adalah satu-satunya yang paling tua dan yang sering memberikan wejangan ketika kami berkumpul.Salah satu hal yang paling sering dibicarakan adalah keutuhan sesama saudara, baik saudara kandung, saudara sepupu, sesama mantu dan sesama anak cucu.
Beberapa hal yang masih saya ingat nasehatnya adalah, sesama saudara harus :
a. saling mengingatkan dalam iman dan islam
b. saling menjaga hubungan keharmonisan sesama saudara
c. saling membantu dan meringankan beban sesama saudara dalam keluarga besar
d. saling mendukung bila salah satu keluarga mempunyai suatu tujuan
e. menjaga nama baik keluarga dan menjaga hubungan silaturahmi dengan siapapun
f. saling menghormati dan menyayangi sesama saudara
g. dll...
Ada baiknya nasehat tersebut, apalagi ketika semua berkumpul.
Saat Idul fitri adalah saat yang tepat sebab kami bisa saling mengingatkan dan curhat ketika keluarga memiliki tujuan masing-masing yang ingin diwujudkan di masa-masa mendatang.
Bagaimana kabar keluarga anda saat Idul fitri lalu? semoga semuanya dalam keadaan baik-baik saja. Salam saya untuk keluarga anda di rumah.
salam

Minggu, 05 September 2010

Akhir Ramadhan

Bismillahirahmanirrahim...
Sejuk sekali pagi ini, meski saya beberapa hari ini kurang tidur karena sepulang kegiatan dari luar kota selama 4 hari yaitu Bogor. Pergi ke Bogor sangat saya nantikan sebab saya bisa sekaligus touring sendirian membawa motor dari Bandung ke Bogor via cianjur, puncak dan menginap di daerah Cipayung Puncak.
Berangkat dari Bandung selepas lohor, ternyata di daerah Padalarang hujan cukup besar hingga memaksa saya hinggap di sebuah mesjid sekaligus menunaikan shalat Dzuhur. Kebetulan di dalam mesjid sedang ada kegiatan pengajian ibu-ibu. Saya shalat dipinggir mesjid. Seusai shalat saya duduk sambil mendengarkan pengajian. Salah satu isinya yaitu menceritakan tentang pahala bagi orang-orang berpuasa. Saya lupa tentang hadistnya. Mohon dikoreksi kalau-kalau saya salah menyimak.
"Bahwa Nabi Muhamad SAW menceritakan bahwa kelak ada suatu kaum/golongan yang terbang mengelilingi surga, mereka sedang mencari pintu surga. Mereka adalah golongan yang tidak dihisab dan tanpa melewati jembatan syrathalmustaqiem. Kemudian malaikat bertanya. Siapakah gerangan mereka ?. Golongan/ kaum tersebut menjawab bahwa mereka adalah orang-orang yang berpuasa".
Allahu Akbar. Begitu agung pahala puasa. Tentu puasa/syaum seperti apa yang kaum tersebut lakukan. Mungkin syaum mereka betul-betul syaum lahir dan bathin. Entah seperti apa sebab saya tidak sampai akhir mendengarkan pengajian tersebut sebab hujan sudah reda dan kembali melanjutkan perjalanan menunju Cianjur.
Sampai di daerah cipanas, saya makin terpacu untuk segera sampai daerah Puncak. Wow pemandangan yang memukau, cuaca dingin dan segar sekali. Alhamdulillah lelahnya puasa saat itu tidak terasa sama sekali. Saya istirahat sejenak.

Menyaksikan keagungan Allah, Keindahan pegunungan teh yang terhampar hijau untuk kesekian kalinya bisa saya saksikan.
Setelah rehat sebentar saya melanjutkan kembali perjalanan menuju Bogor.
Akhir Ramadhan, kadang kita terlena ya?
Oleh kegiatan duniawi kita, padahal saat-saat inilah yang harus ditingkatkan segala amal dan ibadah kita. Hayoo mari kita tetap teguhkan tekad, kuatkan iman.
Perlu diingat, idul fitri :
a. bukan untuk bermewah-mewahan,
b. saat idul fitri tidak mengkonsumsi segala makanan dengan seenaknya (balas dendam),
c. tidak konsumtif,
d. tidak bermalas-malasan,tetapi aktif bersilaturahmi dengan tetangga sekitar
e. berusaha untuk selalu mengambil hikmah ramadhan dan
f. idul fitri memberikan 3 kebahagian yaitu kita telah menjumpai ramadhan secara penuh, bahagia telah berbagi kepada saudara se-iman, dengan menunaikan kewajiban zakat fitrah, dan bahagia dengan kesempatan halal bi halal atau bersilaturrahim untuk saling memaafkan.

"
Neng Rara sekeluarga mengucapkan " Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
Mohon Maaf Lahir dan Bathin"

Jumat, 27 Agustus 2010

Senang sekali bisa ikut Posting kolaborasi yang di gagas oleh trimatra. Bagi saya, ini adalah pengalaman pertama ikut posting kolaborasi. Mudah-mudahan bermanfaat.

Ramadhan, segala keindahan untukmu,
dengan kerendahan hati saya menuliskan segala berkahmu.

" Sesungguhnya kami telah menurunkan Al Quran pada malam Al Qadar dan tahukah kamu apa yang dimaksud dengan malam kemuliaan (Al Qadar) ituu, malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turun para malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin tuhannya untuk mengatur semua urusan, sejahterahlah malam itu sampai terbit fajar.(QS.Al Qadr ayat 1-5) "
Malam Al Qadar tidak bisa diprediksi kapan akan datang. Disebutkan bahwa malam Al Qadar adalah pada 10 malam terakhir dimalam Ramadhan.
Diriwayatkan oleh HR Bukhari dari Aisyah, Rasulullah bersabda:
" Carilah dengan hati-hati sekali malam Al Qadar itu pada malam-malam yang ganjil dari puluhan yang akhir dari ramadan ".

Saya berharap bisa menghiasi malam-malam Ramadhan dengan segala kegiatan ibadah yang bermanfaat. Misalnya tadarus, shalat berjamah dan membuka kembali pelajaran-pelajaran agama atau memperbanyak mengikuti pengajian agama untuk mempertebal keimanan terhadap Allah SWT sehingga dalam sebulan penuh kita bisa memanfaatkan kesempatan yang sangat langka ini.
Beberapa hal yang bisa dilakukan agar selama dalam bulan ramadhan terisi oleh kegiatan bermanfaat adalah :
a. Atur jadwal pekerjaan kita
b. Biasakan menargetkan garapan mengaji Al Quran dalam sehari selama bulan ramadhan sehingga menjadi kebiasaan yang berlanjut di bulan berikutnya
c. Perbanyak kegiatan sosial secara berkelompok
d. Kurangi jadwal tidur, perbanyak shalat taubat
e. Susun dan hapalkan doa-doa, baca doa-doa dan harapan kita berkali-kali setiap saat di bulan ramadhan
f. Sering-seringlah mengingatkan hati kita sendiri, orang terdekat kita dalam keluarga, teman kita kantor, dan orang-orang disekitar kita untuk senantiasa mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan bermanfaat.

Menjelang keindahan malam Al Qadar, saya sangat berharap bisa menikmatinya, mengisinya dengan segala amalan, mengucap doa-doa taubat tanpa henti, dan Allah senantiasa memberikan kekuatan dan kemantapan hati agar bisa menjalani ramadhan dengan penuh amalan sejak awal ramadhan dan tidak kendor di akhir ramadhan

Pada malam ke 12 Ramadhan kemarin di mesjid tempat saya ikut shalat tarawih, sebelum menunaikan Ibadah Shalat tarawih, Ustadz biasa memberikan wejangan selama 10 menit. Isi wejangannya adalah tentang kebiasaan orang-orang yang lebih mengutamakan berkumpul di tempat-tempat kotor diibaratkan lalat yang mengerumuni bangkai, sedangkan kebiasaan orang yang berkumpul di tempat yang baik diibaratkan dengan semut yang mengerumuni gula. Subhanallah.

Semoga kita bisa, mendapatkan tamu agung itu.
Malam seribu bulan, kemuliaan Lailatul Qadar selalu dinanti hamba-hamba Allah yang mengharapkan pahala yang setara dengan 1.000 bulan. Malam itu lebih berharga daripada 83 tahun 4 bulan.
Allahu Akbar..
salam

Selasa, 24 Agustus 2010

Panggilan untuk Bapak dan Ibu Baru

Di Kampung saya, ada kebiasaan sepasang suami istri yang menjelang menunggu kelahiran anaknya selain mempersiapkan segala keperluan proses kelahiran sang bayi, mereka biasa membicarakan "panggilan" yang sesuai bagi Bapak dan Ibu baru.
Misalnya :
Ema (tanpa k) dan Bapa (tanpa k)
Emak dan Bapak
Ayah dan Ibu
Ayah dan Bunda
Papa dan Mama
Papah dan Mamah
Abah dan Ambu
Abi dan Umi
dan lain-lain.
Masyarakat di kampung saya kadang menyesuaikan diri untuk sebuah panggilan identitas orang tua bagi anak-anaknya. Meskipun bukan sebuah paksaan bagi mereka untuk menggunakan identitas tersebut diatas meski secara "faktor kelayakan" ternyata tidak sesuai menurut pandangan sepihak saja. Misalnya masyarakat mengkategorikan panggilan bagi bapak dan ibu baru berdasarkan atas :
a. pekerjaan yang dimiliki
b. status sosial dimasyarakat
c. sistem kekerabatan yang berkembang dilingkungan keluarga besarnya
d. aspek religi yang dianut
e. aspek sosial kemasyarakatan
Ah, mungkin masyarakat di kampung saya terlalu "legowo", meskipun demikian ada beberapa keluarga yang bebas saja tak mempedulikan sama sekali kesesuaian aspek-aspek diatas untuk panggilan "bapak dan ibu baru". Saya pikir sah-saha saja kita menentukan panggilan bagi "Bapak dan Ibu baru". Apalah artinya istilah panggilan yang penting panggilan itu baik, sopan, pantas dan bisa diterima masyarakat.
Kita bebas atas panggilan "ayah dan ibu", "ayah dan bunda", "ema dan bapa",atau apalah yang utama adalah bisa berperan sebagai orang tua yang baik dan memberi suri tauladan bagi anak-anaknya.
Di daerah lain anda tentu mengenal panggilan seperti Ompung (baca Opung), inang, Enya, Babe, Rama (romo), simbok, Biyung, Papi dan Mami, Papih dan Mamih dan lainnya. Kesemuanya adalah khasanah budaya kekerabatan negara kita yang kaya raya.

Senin, 16 Agustus 2010

Kodok dan Cacing

Seekor Kodok berbincang dengan seekor Cacing. Masing-masing mengungkapkan mimpinya.
Kodok : Tadi malam saya bermimpi,air di empang ini menyusut habis hingga saya kebingungan harus menyelam kemana. Semua ikan yang ada di empang ini mati. Untunglah saya bisa hidup di dua tempat. Air dan darat. Meski hanya mimpi, sekarang saya hidup di darat saja. Hidup di air ternyata membuat saya shock.
Setelah mimpi itu saya terbangun dan saya masih di air lalu saya melompat ke darat.
Cacing : O begitu dok?.Saya tadi malam bermimpi bahwa dunia tempat tinggal kita ini pecah seperti sebuah semangka. Semua isinya keluar berantakan. Semua mahluk yang ada dibumi ini mati, saya sempat membicarakan ini dengan seekor belut sebelum sakaratul maut menjemput saya.
Lalu saya terbangun dari mimpi itu. Dan tidak mau hidup di dalam tanah. Tapi saya tidak bisa hidup di luar tanah, badan rasanya panas tidak adem seperti kala didalam tanah.
Tiba-tiba, seekor ayam datang dan memakan sang cacing.
Kodok berteriak-teriak ketakutan,setelah ia pun disantap ular yang lewat.

Senin, 09 Agustus 2010

Beas Perelek (Beras Perelek)

Hari Sabtu pagi, saya dimenginap di rumah Ibu di Ciamis. Pagi-pagi sekali Saya dikejutkan oleh seorang Bapak yang menggendong karung plastik. Awalnya sangat curiga, sebab baru saja dapat sms dari teman bahwa akhir-akhir ini sedang musimnya penculik yang membunuh anak-anak dengan ciri-ciri salah satunya membawa karung.
Bapak tersebut, berucap salam :
Bapak : Assalamualaikum..perelek Bu?
Saya menjawab dalam hati :.. waalaikumsalam.., Saya tidak menampakkan diri keluar dan hendak sembunyi, serta segera menutup pintu sebab takut si Bapak tersebut adalah penculik anak-anak. Dari dalam kamar muncul Ibu, sambil membawa sebuah gelas kecil berisikan beras. Saya terkejut, kok penculik di beri beras ?
Ibu mendatangi si Bapak tadi, serta memasukkan beras ke karung yang dibawa si Bapak tersebut. Saya lantas keluar dari persembunyian. (xixixi..)
Saya : Bu, siapa si bapak tadi ?
Ibu : Oh, dia pengumpul beras perelek neng. Kampung kita menggerakkan kembali gerakan beas perelek. Dulu waktu kecil, kau juga suka mengumpulkan beas perelek kan untuk lingkungan RW kita..
Saya bengong dan terkejut telah bersyakwasangka tidak baik.
Saya : Oh iya ya. Oh masih adakah gerakan beas perelek tersebut Bu?
Ibu : Masih ada, akhir-akhir ini mulai digerakkan lagi, untuk membantu fakir miskin di sekitar lingkungan RW kita.
Beas (beras ) perelek, merupakan salah satu kegiatan mengumpulkan beras kepada warga masyarakat, lingkupnya biasanya per RW (Rukun Warga). Beras yang dikumpulkan dari masyarakat biasanya dikumpulkan di ketua RW, dihimpun dan disalurkan bagi masyarakat yang benar-benar tidak mampu, petugas ronda, anak yatim piatu atau untuk kegiatan masyarakat lainnya. Dalam seminggu biasanya petugas pengumpul beras ini berkeliling 2 kali. Masyarakat bebas memberikan takaran beras yang diberikan, tergantung kemampuan dan keihklasan.
Gerakan beas perelek dulu ketika saya kecil, sangat gencar dilakukan. Di tengah jalan sempat mengalami kemunduran bahkan terhenti, namun kini di kampung Ibu saya mulai di gerakkan kembali.
Peristiwa tadi mengingatkan saya dulu waktu kecil, ketika dengan sangat gembira mengumpulkan beras perelek dari setiap rumah dengan membawa karung plastik. Meskipun hasil yang diperoleh tidak begitu banyak, tetapi melalui kunjungan ke tiap rumah jalainan silaturahmi ke tetangga selalu terjaga. Saya masih ingat teriakannya :...
perelek..perelek..perelek..
salam

Senin, 02 Agustus 2010

Gotong Royong, Ups...

Assalamualaikum wr wb,
Ka Bapa-bapa, Ibu-ibu, pamuda jeung pamudi nu teu gaduh padamelan sareng kapentingan. Mangga diantos di jalan kanggo kerja bakti meresan jalan kanggo persiapan bade di aspal tea. Tiasa nyandak pacul, kampak,palu, karung sareng nu sanesna. Hatur nuhun….

(Kepada Bapak-bapak, Ibu-ibu, Pemuda dan Pemudi, yang tidak mempunyai kepentingan dan kegiatan di rumah, mari kita bersama-sama turun ke jalan untuk membereskan jalan raya menuju kampung kita yang akan di aspal. Bisa membawa cngkul, kapak, cerokan , karung bekas dan lain sebagainya. Terimakasih.)
Wassalamualaikum wr.wr

Seruan tersebut terdengar jam 7.30 pagi. Ketika saya baru selesai mencuci pakaian. Tadinya saya berniat pergi melihat-lihat kain sarung di Kota untuk ayah. Tapi mendengar seruan tersebut niat saya jadi urung. Malu juga jika tidak ikut kerja bakti , gotong royong di jalan.
Jam 8.00
Terdengar lagi seruan di pengeras suara mesjid dekat rumah saya:
Ka Bapa-bapa, Ibu-ibu, pamuda jeung pamudi, mangga saenggalna diantos di lokasi kerja bakti! Margi ieu jalan kanggo urang sadayana, mun teu ku urang ku saha deui bade dilereskeun. Margi sateuacan diaspal ieu jalan kedah di bersihan heula tina jukut, sareng batu nu taringgul. Sakali deui. Diantos!

Kepada Bapak -bapak, Ibu-ibu, Pemuda dan Pemudi. Mari ditunggu segera di tempat gotong royong. Sebab jalan ini untuk kita semua, jika bukan oleh kita,..oleh siapa lagi jalan ini dibereskan. Sebab sebelum diaspal, kita harus membersihkan jalan dulu dari rumput liar dan batu yang menonjol disana-sini. Sekali lagi , ditunggu!

Seruan tersebut, terdengar kembali. Mungkin orang – orang belum datang. Padahal hari ini hari jum’at dan biasanya orang-orang dikampung saya yang kebanyakan petani biasanya ada di rumah dan tidak bekerja.

Jam 8.30, kembali seruan dari pengeras suara di mesjid terdengar kembali.
Assalamualaikum..wr.wb
(Bapa-bapa, ibu-ibu pamuda pamudi nu masih di bumi, mangga di antos di lokasi gotong royong.Nyandak pakakas sagaduhna masing-masing. Nuhun.)
Diantos.

(Bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda dan pemudi yang masih di rumah, mari ditunggu dilokasi gotong royong. Bawa alat – alat untuk membersihkan jalan yang dipunyai masing-masing. Terimakasih)
Walaikum salam.

Seruan tersebut seolah sedikit bernada kesal. Mungkin orang-orang termasuk Saya belum datang ke lokasi gotong royong. Saat itu Saya belum selesai membereskan rumah dan memang kantor sedang libur. Bagi saya waktu libur sangat berarti dan rencana mau digunakan untuk kepentingan keluarga. Tapi kali ini berbeda. Akhirnya saya beranjak ke lokasi gotong royong. Owh,..ternyata ketika lewat warung depan, di dalam warung masih ada saja bapak-bapak dan pemuda yang mengobrol dan tidak mempedulikan seruan tersebut.
Saya beranjak ke tempat gotong royong, dengan membaya sapu lidi dan cerokan. Di lokasi gotong royong, Nampak bapak-bapak, ibu-ibu serta pemuda dan pemudi sedang turut serta membersihakn jalan. Ada yang menyapu, mencabuti rumput liar, membabat tanaman dipinggir jalan, ada yang menggotong sampah, menggotong pasir kemudian di siramkan di jalan yang bolong-bolong, mengukur lebar jalan untuk kepastian ukuran lebar jalan yang akan di aspal, ada juga jalan memecahkan batu-batu dan meratakan jalan dengan peralatan sederhana.
Wah, terasa sekali nuansa saling menyapa, saling menanyakan kabar, bertegur dan bersenda gurau. Suasana kebersamaan yang sangat kental. Pak Punduh (Kepala Kampung), menyapa saya dengan tersenyum.

Pak Punduh : Pagi Neng, tidak kerja ? Syukurlah, kami sangat membutuhkan bantuan partisipasi masyarakat meskipun minimal.
Saya tersenyum sipu, malu juga. Terus terang saya kurang bermasyarakat karena memang faktor pekerjaan yang cukup padat sehingga jarang bertemu dengan tetangga sekitar.
Saya : ,”Pagi pak, sedang libur. Terimakasih pak. Lumayan sambil olahraga,”. Jawab saya.
Saya pun turut terjun ke dalam proses gotong royong.

Sepulang gotong royong, saya membaca beberapa tulisan tentang gotong royong sambil menikmati jus mangga. Penasaran dengan istilah gotong royong itu sendiri.

Istilah gotong royong paling tidak bisa diartikan sebagai kegiatan bersama untuk bekerja secara bersama-sama untuk mencapai hasil yang didambakan bersama. Kata kuncinya bersama-sama. Dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih, dilakukan sesuai kekuatan masing-masing, ada semangat kebersamaan dan ada komunikasi untuk saling memaknai kebutuhan bersama. Saya melihat ada sebuah nilai moral yang muncul di dalamnya yaitu ihklas untuk turut ambil bagian dalam sebuah pekerjaan demi kepentingan bersama sehingga puncak yang paling ingin dicapainya adalah kesejahteraan bersama.
Sayang, nilai ini mulai luntur. Konon, gotong royong sangat kental di desa-desa dan kampung-kampung. Tetapi ternyata sekarang sudah mulai memudar. Lihatlah kejadian dikampung saya tadi. Hingga tiga kali tokoh masyarakat menyerukan kepada warganya untuk berpartisipasi untuk membereskan jalan yang akan di aspal. Padahal jika jalannya sudah baik, kan masyarakat sendiri yang menikmatinya. Akses jalan menjadi lebih baik, enak dan lebih mudah.
Prof. Dr. Haryono Suyono melalui Yayasan Damandiri menyodorkan solusi untuk membangkitkan lagi budaya gotong royong yaitu dengan dengan pembentukan dan pembangunan pos pemberdayaan keluarga (Posdaya) di setiap desa atau pedukuhan. Strategi yang ditempuh adalah pembangunan berbasis masyarakat, dengan menempatkan manusia atau penduduk sebagai titik sentral pemberdayaan, dan prioritas pembangunan. Disini manusia diberikan peran yang cukup strategis dan diberikan kesempatan untuk membangun dirinya dan orang-orang di sekitarnya melalui kegiatan yang sifatnya bisa meningkatkan dan menghidupkan kembali semangat gotong-royong, yang akhir-akhir ini mulai mengendor bahkan menurun.
Menurut Mulyono Daniprawiro, seorang Kandidat Doktor Universitas Satyagama, Jakarta, beliau berpendapat bahwa : “Saat ini tidak sedikit desa yang berubah menjadi kota, orangnya masih tetap seperti orang desa, namun secara administratif desa itu telah berubah menjadi kota, dan diperkirakan hampir 50 - 60 % penduduk tinggal di wilayah perkotaan atau penduduk urban. Ini merupakan tantangan tersendiri bagi bangsa ini, karena penduduk urban ini pendidikannya masih relatif rendah, cara pandang maupun cara berpikir juga relatif sempit, namun suasananya sudah semakin demokratis, sehingga mereka ini mendapatkan keleluasaan untuk menentukan pilihannya sesuai dengan aspirasinya, walaupun kadang-kadang aspirasi tersebut bukan murni muncul dari diri sendiri dan tidak sedikit yang hanya ikut-ikutan. Dengan adanya informasi yang dengan mudah diakses, maka orang-orang desapun dengan mudah melihat, menyaksikan dan bahkan dengan mudah pula meniru apa yang telah terjadi di negara maju atau di tempat-tempat lain yang menurut mereka bisa ditiru dan diterapkan di daerahnya.

Bagaimana menumbuhkan gotong royong di kota ? Masih adakah di jaman sekarang, gotong royong itu?. Anda tentu geleng-geleng kepala. Dimana jaman globalisasi yang makin global, manusia makin egois dan individualistis. Ah..saya semakin terhenyak ketika berpikir ke arah sana.

Sumber tambahan : http://septa-ayatullah.blogspot.com
http://www.madina-sk.com
(sayang kegiatan gotong royong di kampung saya tidak sempat diabadikan dengan gambar: mungkin saja ada tambahan donasi dari anda untuk kelanjutan proses pengaspalan jalan. hehehe)

Senin, 26 Juli 2010

Topeng Monyet,..Siapa Bercermin Siapa

Hari Minggu kemarin saya berkesempatan berolahraga pagi sekaligus berbelanja di Pasar Murah yang hadir tiap hari Minggu di Lapangan Dadaha Tasikmalaya. Pengunjung yang berolahraga ternyata lebih banyak pengunjung yang berbelanja di Pasar Murah. Berbagai barang mulai dari hasil bumi, cemilan tradisional, pakaian anak dan dewasa, pedagang kaki lima, hingga sandal dan sepatu ada diperjualbelikan.
Di tengah hingar bingar para pedagang, ada juga kumpulan tukang topeng monyet. Topeng Monyet ini sangat disukai oleh anak saya, ia paling senang menyaksikan aksi monyet yang meniru tingkahlaku manusia ini. Monyet yang biasanya dipakai untuk topeng monyet yaitu jenis long tailed monkey , spesies Macaca Fascicularis. Monyet yang melakukan gerakan mirip manusia ini memang menggelikan misalnya naik motor, membaca Koran, bercermin, membawa gerobak sampah atau menirukan sembahyang dan berdoa. Sungguh luar biasa sang pawang yang melatihnya, hingga monyet bisa melakukan atraksi diatas.
Dalam beratraksinya monyet biasa diiringin oleh gamelan dan gendang yang sangat akrab di telinga kita, tang ting tung tang ting tung tang ting ting tung.. tang ting tung tang ting tung tang ting ting tung.. si monyet semakin bersemangat. Setelah beratraksi lalu monyet berkeliling membawa kaleng plastic kecil, meminta uang alakadarnya pada penonton. Lehernya yang terbelenggu rantai kadang terlihat sangat patuh pada tuannya.

Dibeberapa tempat, profesi ini mendapatkan tekanan dari aktifis penyayang binatang, dengan alasan eksploitasi hewan dan seharusnya dilepaskan.
Topeng monyet, merupakan salah satu kesenian tradisional Indonesia. Keberadaannya kini tergilas jaman, mungkin tidak banyak anak yang senang dengan topeng monyet karena lebih suka nonton tv atau mainan elektronik seperti robot-robotan, dll. Tidak heran kini profesi sebagai pawing topeng monyet semakin berkurang, karena minat penonton anak-anak sekarang semakin berkurang.
Sungguh kasihan para pemilik profesi ini, disatu sisi mereka adalah penghibur disisi lain mereka kadang disepelekan sebagai peminta-minta dengan mengedepankan jasa hewan peliharaan. Entahlah. Saya tidak tahu.
Atau, pernahkah anda berkunjung ke rumah pawang topeng monyet? Berapa penghasilan mereka sebagai pawang topeng monyet ? (maaf bukan merendahkan profesi mereka).
Berapa kali monyet ini di beri buah-buahan dalam sehari ?
Lebih sering mana, sang pawang memberi buah-buahan pada monyetnya atau pada anak istrinya?
Bagaimana jika monyet dan anak sang pawang sakit bersamaan? Siapa kira-kira yang paling dulu di obati ? anak sang pawang, atau monyetnya sebagai sumber penghasilan ?
Jangan terlalu dekat menonton
Bagi anak anda yang hobi permainan tradisional ini,sebaiknya menjaga jarak tonton sebab bisa saja monyet nya mencakar , meludah dan mengigit sebab menurut beberapa penelitian monyet ini juga berbahaya yang bisa membawa penyakit misalnya pembawa virus simian T-cell lymphotropic, yang diyakini sebagai virus HTLV, nenek moyang virus primata yang menular pada manusia, yang kemudian diketahui penyebab leukemia. Selain itu juga virus herpes B.
Topeng Monyet dan Manusia Pekerja
Monyet dalam permainan ini sangat patuh pada tuannya, ia akan mendapat imbalan besar berupa buah-buahan, tidak dipukul, tidak ditarik keras-keras, apalagi bila bisa kerja lebih lama (lembur ) menghibur penonton untuk mendapatkan tambahan uang saweran. Begitu juga manusia, jika ia patuh pada tuannya, bekerja maksimal, lembur dan mendatangkan keuntungan besar bagi tuannya, maka tidak jauh bedakah dengan topeng monyet ? Entahlah . Siapa sebenarnya yang meniru ? Manusia bertopeng monyet atau monyet bertopeng manusia ?

Kamis, 22 Juli 2010

Ruseep...

Tags
Kali kedua saya, saya berkunjung ke Pulau Bangka. Tepatnya ke Kota Pangkal Pinang. Tahun 2008, kalau tidak salah saya berkunjung ke kota ini, dan Alhamdulillah bisa bertemu Bang Junaedi. Si raja Banyol, yang ketemu saat diklat MMAS waktu di P3G Bahasa Srengsengsawah Jakarta Timur.
Dipenghujung Juli 2010, saya kembali mendatangi kota ini, ada sebuah kegiatan FGD (Focus Group Discussion) terkait dengan implementasi program PNFI di daerah dalam rangka sumbangsihnya untuk mendongkrak IPM daerah. Beberapa unsur yang hadir yaitu Bapeda provinsi dan daerah, Dinas pendidikan dan Asosiasi tenaga pendidik dan kependidikan PNFI (IPI,IPABI,HARPI, HISPI,HIPKI,Himpaudi,dll).
Sayang, saya tidak berjumpa dengan Bang Junaedi, karena ia dalam kesibukan mengurus kepentingan Olahraga disekolahnya. Kami hanya sempat, ngobrol lewat telpon saja. Soal makanan, Pangkal pinang terkenal dengan ikan lautnya. Mulai dari menu Kepiting, aneka ikan laut bakar, lempah kuning ikan crissi, lempah kuning keladi (yang saya rasa seperti sayur asam tanpa jagung muda). Dan satu lagi, Ruseep.
Russep (dibaca: Rusip) yaitu ikan teri kecil dicampur terasi, bawang merah, bawang putih dan sangat pedas. Hingga kepala rasanya terbakar ketika menyantap Rusip..(pokonya nendang banget). Rusip ada juga yang dijual dalam kemasan botol. Isinya kuah ikan teri yang pedas banget.
Sayang, jadwal FGD cukup padat hingga saya tidak bisa berkesempatan berkunjung untuk kedua kalinya ke pantai Tanjung Pesona Sungai Liat dan ke Blinyu. Pantai Pasir Padi, salah satu tujuan yang terdekat dari Kota Pangkal Pinang. Pemandangannya cukup eksotik juga. Setelah puas menikmati sunset di pantai kami pulang.


Biasanya Pangkal Pinang cuacanya panas, tapi karena turun hujan maka cuaca menjadi sejuk. Ketika hujan reda, saya bersama teman lainnya jalan-jalan sekedar menghirup udara malam sambil jalan-jalan di tengah kota. Heran juga, kok di Bangka saya tidak menemukan tukang martabak yang memakai tulisan " MARTABAK BANGKA", seperti di Bandung atau kota besar lainnya. Biasanya kan, tukang martabak , mereka menuliskan besar-besar huruf "MARTABAK BANGKA, SPECIAL" dll. Tapi di Bangka, khususnya di Kota Pangkal Pinang saya tidak menemukananya. Yang saya temukan hanya bertuliskan "Martabak Ahon", atau Martabak Al Juy"..hehehe..Di tengah kota Pangkal pinang, saya menemukan penjual teh pahit obat panas dan segala macam penyakit termasuk masuk angin, panas dalam dll. Teh yang dijual orang cina ini hanya satu-satunya di Bangka. teh pahit ini, bener-bener pahit hingga kita mesti minum penawarnya, yaitu teh manis.


Disamping menjual Teh Pahit, ada juga permen jadul yang sudah ada sejak tahun 80-an. Rasanya mint, segar dan tidak terlalu pedas.Saya sudah lupa permen ini, karena tahun 80-an masih kecil dan ingatan saat itu masih terbatas. Tapi teman saya yang sudah tua, bener-bener terkejut, owh permen ini masih ada ya? dulu waktu saya kecil , permen ini paling diminati anak-anak.



Ketika pesawat take off, saya masih ingat pedesnya Rusiip.Rasanya enak juga, menambah nafsu makan.





Pulau Bangka, terlihat dari atas
bak permukaan bulan yang bolong-bolong
bekas galian timah yang menganga, dibiarkan begitu saja
tampak inilah bukti salah satu keserakahan manusia


bait diatas, diucapkan oleh Bang Junaedi saat kami berkenalan dulu di P3G Bahasa(Pusat Pendidikan dan Pelatihan Guru Bahasa Srengseng Sawah Jakarta) Kini saya menyaksikannya sendiri..
good bye Pangkal Pinang..
salam

Selasa, 13 Juli 2010

Kemarin, Kau Masih bersamaku ..(Tommy J Pisa)

Kemarin, kau masih bersamaku
bercumbu dan merayu
adakah hari esok untuk kita bercinta
seperti yang telah kita lewati..dst..

Tommy J Pisa..

Lagu mellow tersebut, saya peroleh ketika mengcopy file dari flashdisk keponakan. Heran juga keponakan saya, anak jaman sekarang yang justru biasanya lebih suka koleksi lagu-lagu masa kini, eh malam nyimpan koleksi lagu-lagunya Tommy J Pisa. Saya tertarik dan minta ijin mengcopy-nya. Wah..ternyata membangkitkan kenangan masa lalu ketika masih di SMP, kalau tidak salah tahun 1989-nan. Begitu populer Tommy J Pisa tahun 80-an, saat itu sehingga hampir tiap rumah di kampung saya menyetel lagu tersebut.
Saat itu saya sedang belajar naik sepeda, sambil bersiul kecil menyanyikan lagu " dibatas kota ini'...

dibatas kota ini...
kumenatap wajahmu,
perpisahan ini, membuat luka dihati..
ingin kuberlari namun tak kuasa diriku,
engkau menangis dalam pelukannkuu.
.

waduuhhhh..Tommy..

lagu yang paling menyayat hati menurut saya adalah Suratan

ingin kumenangis,
saat kuterpaku, mengenangkan nasib, diri yang tiada arti,
tak pernah kunikmati, megahnya dunia,
bahkan ku tak pernah tahu, cantiknya raut wajahmu,
duhai kekasih.....dst


Saya tidak tahu banyak tentang biografi Tommy J Pisa.
namun syair lagu-lagunya masih melekat kuat dan punya kenangan tersendiri.

salam

Minggu, 04 Juli 2010

Musim Liburan, Musim Masuk Sekolah

Tags
Musim Liburan, anak-anak sekolah, mulai TK, PAUD, SD sampai anak kuliah sedang menikmati masa liburannya. Salah satunya keponakanku. Ia begitu asyik menikmati jeda sekolahnya. Biasanya jam 5 pagi ia sudah mandi, makan pagi dan berangkat sekolah. Masa liburan ini, ia bangun jam 5 pagi lalu nonton film kartun sampai siang..he hehe enak banget ya?.
Masa liburan juga membikin tempat-tempat wisata begitu penuh, saya berkesempatan mengantar anak ke Kebun Binatang Bandung. tiketnya Rp.11.000,- mulai usia anak 3 tahun. (mmhhm..cukup mahal juga, jika dibandingkan dengan tiket Kebun Binatang Ragunan Jakarta).
Kebun Binatang Bandung awalnya dikenal sebagai taman Botani. Diresmikan pada tahun 1923 untuk memperingati Jubileum Ratu Wilhelmina dari Belanda. Nah sehingga namanya cukup sulit. Jubilueumpark. Wah sulit juga ya mengeja nya?. Tahun 1950-an nama Jubileumpark diganti menjadi Taman Sari. Sampai sekarang Taman sari menjadi sebuah jalan yang dikenal masyarakat.
Dulu, taman ini hanya ini dikunjungi oleh para peneliti, seiring perubahan zaman, tempat ini dikunjungi sebagai tempat wisata yang layak dikunjungi oleh para keluarga Indonesia, baik dari dalam negeri maupun wisatawan asing.
Ketika masuk pertama, suara kicauan burung-burung menyambut kita, meski saya khawatir nyanyian mereka adalah kicauan kesedihan atas hilangnya sebuah kebebasan. Lihatlah Gajah, Harimau, Orang Utan, seringai mereka adalah senyum keterkungkungan, ketertekanan meski makanan tetap tersaji tiap pagi.<
Semakin masuk ke dalam taman Bun Bin, semakin banyak aneka ragam binatang yang kita temui. Anak saya berkata, "ow..itu Gajah ya?, " Lho kok sama dengan gajah yang di Ragunan ya Bu?,". Saya hanya tersenyum.
Saya berhenti di depan kandang Orang utan. Anak saya ketakutan, ketika melihat orang Utan itu menggigit sebuah botol minuman dan menyeruput isinya.,"Lho..itu kan minuman penambah energi?,", seruku dalam hati.(beberapa pengunjung tidak mentaati aturan bahwa tidak boleh memberikan makanan dan minuman kepada hewan. Di sudut luar kandang, seorang ibu termenung, ia bergumam :
," ah mengapa kita datang ke tempat ini, si Anto kan masih dalam proses pendaftaran sekolah,"
," mahal sekali masuk sekolah jaman sekarang,"
," mereka bilang, ini sekolah plus-plus. Eh,..biayanya juga plus-plus"
," daftarnya juga banyak plus-plusnya,".
'" biaya hidup kita tersedot oleh yang plus-plusnya itu lho pak,". Si Ibu terus mengomel.
," musim liburan mestinya senang-senang, kok mikirin yang plus-plus, bu," jawab si bapak.
'" Sudahlah Bu, mari kita lihat unta dan burung kasuari,". Anak-anak mereka berlarian menuju kandang unta. Si Bapak menggendong tas besar berisi cemilan dan makanan. Ia nampak kecapean.
Saya bersama anak mengunjungi kandang babi hutan.
Mungkin jika anak saya besar kelak, biaya sekolah semakin tinggi dan tak bisa berkesempatan mengunjungi tempa ini lagi.

Senin, 21 Juni 2010

Nonton Bola di dalam Bis

Hari Senin, saya berkesempatan ke Kota Tigaraksa Tangerang. Ada keperluan kantor yang harus diselesaikan. Pulang magrib,menunggui bis di depan BNI Balaraja, kendaraan besar dan kecil bersliweran, sangat amburadul. Angkot-angkot kecil, saling seruduk mengejar penumpang serebutan dengan ojek-ojek, maklum jam pulang kerja. Saya bersabar menunggu bis tigaperempat menuju Kebon Nanas hendak menuju ke Agen Bis Aja untuk naik bis Arimbi menuju Bandung. Mmmmhh..asap kendaraan yang mengepul, suara knalpot yang bising, teriakan lantang para kernet, klakson nyaring yang menjerit-jerit karena macet dan kendaraan yang parkir seenaknya membuat saya makin ciut, dan berdebar nunggu bis yang tidak datang-datang.
Akhirnya karena kesabaran juga akhirnya bis datang. Bis tiga perempat yang sesak penumpang, gelap dan segala jenis profesi orang masuk ke dalamnya termasuk aku. Belum lagi penumpang pindahan, makin mempersesak isi bus yang kecil. Akhirnya, bus berangkat menuju kebon nanas, wow sesak banget..tanpa AC yang ada angin besar menyeruduk dari luar..kenceng banget. segala aroma menyebar.ah..nasib..nasib.Bis menuju ke Kebon Nanas, ngebut banget. Badan saya tergencet, terombang ambing, sesak dan panas, keringat terus menggelontor tak henti.
Tiba di depan agen bis Aja, saya langsung menyerbu toilet. hihii..ga tahan. Nah..akhirnya bisa juga masuk ke bis Arimbi yang cukup representatif, ada AC dan TV yang cukup besar. Jam 19.00 malam, siaran langsung Portugal vs Korea Utara. Sambil menikmati mie panas di dalam bis, mata ini tetap manteng ke layar TV. dan Oowww...gol Simao, membuat orang-orang yang nonton pertandingan malam itu berteriak histeriss...Korea Utara yang sebelumnya begitu rapat pertahannya tadi malam begitu mudah di robek, hingga 7 gol, termasuk gol fantsatik-nya Christiano Ronaldo. Asyik juga nonton bola di dalam bis, meski kadang siaran terganggu karena sinyal yang naik turun. Saya terlelap di dalam bis, dan tiba di Bandung jam 24.00 malam. Ketika membuka handphone, ada sms dari teman kantor, "ditunggu besok pagi di Bandung, Kita Berangkat ke Bengkulu Rabu sore, pesawat take off jam 15.00"...

Selasa, 15 Juni 2010

Nah...Posting di kala banyak kerjaan

Assalamualaikum...
Teman-teman, pekerjaan membuat kita tertekan ketika kita tidak bisa mengelola tugas-tugas kita sehari-hari yang harus diselesaikan. Mungkin ini minggu berat buat saya setelah pulang dari Bandar Lampung, lalu di kampus ditunggu dengan ujian akhir semester dan beberapa berkas yang harus saya periksa secepatnya.
Saya pikir saya termasuk kategori orang yang cemas terhadap sesuatu hal. Cirinya adalah kadang saya terlalu cepat mengambil keputusan, ceroboh, dan tidak sabaran atas sesuatu hal. Misalnya dalam pengerjaan sesuatu hal, saya berharap pekerjaan bisa cepat selesai dan kemudian menggarap garapan baru lagi. Padahal saya menilainya hal tersebut kurang baik dan harus dirubah.
Ah, jadwal pertandingan bola Piala Dunia 2010 juga sedikit mengganggu aktifitas. Hingga aktifitas blogg walking juga sedikit menurun (hehehe), Ternyata memposting dan mengotak-atik template juga membuat saya sedikit fresh sambil menantikan laga tanding Portugal Vs Pantai Gading nanti malam dilanjut Brazil vs Korea Utara. Saya begitu bengong ketika menyaksikan Jepang begitu bersemangat menjungkalkan Juara Piala Afrika , Kamerun tadi malam dengan skor 1-0. Saya membayangkan jika Tim Nasional kita bisa lolos di putaran Piala Dunia, wuiihh bangga banget kayaknya. Pertanyaanya apakah Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas dan pemain tim nas lainnya bisa tampil dengan semangat membara seperti Jepang, Seperti Korea Utara yang tidak gentar menghadapi Brazil. Mungkin bisa. Sebab semua pemain bola adalah manusia, sama saja. Hanya beda kualitas dan kesempatan saja. Bravo Tim Nasional Indonesia, semoga bisa berpatisipasi di ajang sepakbola Piala Dunia tahun -tahun mendatang.
Jadi pindah topik ke bola yah?
salam

Rabu, 09 Juni 2010

Nge-post lagi

Assalamualaikum...
Halo teman-teman semua, mmhh... hampir 2 mingguan saya tidak posting apa-apa. Rasanya rindu juga. Beberapa hari ke belakang saya ada tugas luar kota yaitu ke Kota Tanggerang dan Kota Bandar Lampung. Saat-saat perjalanan tersebut, sering sekali saya temui para gelandangan, peminta-minta, pengemis anak gelandangan, orang gila, anak jalanan dengan beragam usia, anak-anak kecil yang sudah mengais rejeki meski usia mereka masih begitu muda. Mereka ditemukan di jalanan, lampu merah, di pintu tol masuk, di rumah-rumah makan, di kedai bakso, di depan mesjid, bahkan di depan hotel tempat saya menginap. Tiap saat mereka di usir satpam.
Saya begitu prihatin, ketika saya begitu kenyang makan di rumah makan Padang, menikmati rendang dan smabal pedas, menyeruput es buah yang segar, sementara diluar si pengemis dengan kerutan wajah menahan lapar menunggu diluar. Mereka seusia Ibu saya, Bapak saya, nenek saya, keponakan saya,bahkan seusia teman sekantor saya.
Ah, Indonesia yang kaya raya ternyata masih ada yang kelaparan
Indonesia yang makmur, negeri surga dimana apapun bisa tumbuh dan dimakan,
Tidak hanya para pengemis, gelandangan, anak jalanan, orang gila yang terpotret oleh saya, segerombolan pramuria, para banci yang mengais hidup yang tak kenal waktu. Saya paham mereka memiliki kebutuhan yang harus dipenuhi.
Sabtu siang saya pulang ke Kota Tasikmalaya menggunakan motor saya yang setia, ketika itu saya melihat seorang perempuan paruh baya, kelihatannya dia sakit jiwa (maaf) dia berjalan (ngesot), seluruh badannya kotor, rambutnya gimbal, pakaiannya compang-samping, senyum beringas tersungging diwajahnya, sejuta masalah memberangusnya.
Dan..ketika saya pulang kembali ke Bandung, ternyata saya menemukan perempuan paruh baya tersebut (yang saya temui ketika pulang ke Tasikmalaya), ia masih berjalan ngesot, menyusuri pinggiran jalan raya menuju Bandung. Hendak kemana ibu ? seru saya dalam hati. Begitu sakit saya melihatnya. Tapi tidak bisa berbuat apa-apa.
Di akhir perjalanan, saya sedikit bergumam.
Apakah ketika saya kecil dulu, orang-orang seperti mereka ; para pengemis, anak jalanan, gelandangan, orang gila yang terlantar,pramuria sudah ada?. Entahlah....
Semoga mereka dilindungi oleh Allah SWT. Mungkin itu jalan hidup mereka.
Salam

Selasa, 25 Mei 2010

Bangkai Becak

Perahuku terbalik.Kutemukan bangkai becak beserta plat nomornya. 29-05-2010!


postingan ini dalam rangka memeriahkan kontes fiksi mini di http://akubunda.wordpress.com/2010/05/16/wi3nda di blognya bunda wi3nda

Kamis, 20 Mei 2010

Perencanaan PLS (PNF) dalam Pembangunan Masyrakat

Perencanaan merupakan titik awal dari sebuah proses pelaksanaan program. Perencanaan memiliki peran penting dalam penentuan keberhasilan sebuah pelaksanaan program. Perencanaan, merupakan bagian dari bagian proses manajemen dimana didalam proses manajemen terdapat dungsi pelaksanaan, pengorganisasian, penggerakkan, pembinaan, penilaian dan pengembangan”.
Penyelenggaraan pendidikan luar sekolah tak lepas dari konsep manajemen, dimana didalamnya terdapat komponen perencanaan. Seperti ditekankan oleh Djudju Sudjana (2000 : 56) , Penyelenggaraan manajemen PLS, :”…manajemen pendidikan luar sekolah terdiri atas enam fungsi yang berurutan. Ke enam fungsi tersebut adalah perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, pembinaan, penilaian dan pengembangan”. Waterson (1965) mengemukakan bahwa pada hakekatnya perencanaan merupakan usaha sadar,terorganisasi, dan terus menerus dilakukan untuk memilih alternatif yang terbaik dari sejumlah alternatif tindakan guna mencapai tujuan. Perencanaan bukan kegiatan yang tersendiri melainkan merupakan suatu bagian dari proses pengambilan keputusan yang kompleks.
Fungsi dari perencanaan Pendidikan Luar Sekolah dalam pembangunan masyarakat adalah : 1) Menyusun rangkaian tindakan penyelengaraan PLS yang sistematis dalam mencapai tujuan organisasi dan lembaga pendidikan,2) Upaya untuk mengoptimalkan penggunaan sumber-sumber yang terbatas secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Karateristik perencanaan PLS :1) model untuk menetapkan tahapan tindakan yang spesifik untuk mencapai tujuan, 2) berorientasi pada perubahan dari kondisi sekarang ke kondisi yang diharapkan oleh masyarakat atau warga belajar, 3) melibatkan seluruh warga belajar dan orang-orang tertentu ke dalam proses perubahan untuk mencapai kondisi yang diharapkan, 4) memberikan arah kapan suatu tindakan akan dilakukan, siapa akan bertanggung jawab apa, 5) disusun dengan mempertimbangkan semua faktor yang ada, seperti potensi yang ada, tingkat keberhasilan yang mungkin dicapai, faktor pendukung dan faktor penghambat serta berbagai resiko yang akan terjadi dengan tindakan yang akan dilakukan tersebut., 6) harus mempertimbangkan dan menentukan prioritas tindakan yang harus dilakukan, 7) titik awal untuk melakukan pengorganisasian, penggerakan, pembinaan, penilaian, dan pengembangan.
Jenis perencanaan di antaranya adalah : 1) Perencanaan alokatif. 2). Perencanaan Inovatif; dan 3). Perencanaan Strategis, sedangkan Prinsip dalam penyusunan perencanaan PLS adalah : 1) disusun berdasarkan kesepakatan, kebijakan, kepentingan dan ke butuhan pihak yang ingin dipenuhi (misalnya pihak masyarakat), 2) mempertimbangkan perencanaan yang sudah ada, supaya berkesinambungan, 3) harus berorientasi pada pemanfaatan bahan-bahan dan potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. 4) dilaksanakan secara menyeluruh yang mempertimbangkan semua faktor yang akan mempengaruhi pelaksanaan program PLS, seperti : faktor masukan, faktor proses, keluaran, dan dampak yang diharapkan. Tahapan penting yang perlu dilakukan dalam proses penyusunan perencanaan adalah sebagai berikut : 1) Tahap persiapan sebelum melaksanakan perencanaan, 2) Tahap pelaksanaan penyusunan perencanaan.
Pembangunan merupakan usaha-usaha yang terencana untuk menghasilkan sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Sejalan dengan itu, pembangunan menurut Pudjiwati , adalah perubahan susunan dan pola hidup masyarakat, yang di dalamnya terjadi perubahan cara pikir, sikap, dan perubahan kebiasaan hidup dalam menghadapi masa depan yang lebih baik. PLS dirancang dari kebutuhan masyarakat dan berlangsung ditengah-tengah masyarakat tanpa membatasi usia dan jenis kelamin. Karena berangkat dari kebutuhan masyarakat yang selalu berubah dan berlangsung dalam masyarakat yang memiliki keragaman karakteristik, maka isi programnya selalu mengarah pada fleksibilitas. Artinya isi program disesuaikan dengan kondisi kebutuhan masyarakat yang memerlukannya.
Perencanaan pendidikan luar sekolah dalam pembangunan harus memiliki ciri khas, diantaranya : memiliki sifat empowerman, yang bisa merubah posisi mereka dari objek pembangunan menjadi subjek dan pelaku utama proses pembangunan masyarakat. Sebelumnya masyarakat hanya sebagai objek pelaksanaan perencanaan yang disusun oleh pemerintah atau pihak luar. Seharusnya masyarakat berubah menjadi subjek dan memiliki peran utama dalam penyusuan perencanaan sesuai dengan kebutuhan hidupnya. Masyarakatlah yang lebih tahu apa yang dibutuhkan untuk membangun wilayahnya. Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan ini sangat penting sebab akan pembangunan di negara berkembang memiliki ciri adanya keterlibatan masyarakat yang optimal didalamnya.
Secara Khusus, beberapa langkah yang harus ditempuh dalam kerangka perencanaan PLS dalam pembangunan masyarakat, yaitu :
1.Melakukan Studi Kelayakan.
Studi kelayakan ini dimaksudkan untuk melihat kondisi daerah yang akan dijadikan sebagai lokasi sasaran. Aspek yang perlu mendapat perhatian antara lain :
a.Tingkat penghidupan masyarakat
b.Sarana pendidikan yang ada.
c.Sumber mata pencaharian penduduk
d.Potensi alam dan lingkungannya
e.Kesehatan lingkungan (gizi, kondisi rumah dll.)
f.Tata cara hidup bersama, adat istiadat, kebiasaan dll.
g.Sarana peribadatan dan kegiatan-kegiatan keagamaan.
h.Sifat khas masyarakat yang menonjol.
2.Analisis Studi Kelayakan
Hasil analisis studi kelayakan ini, memberi gambaran situasi atau keadaan lokasi menurut aspek-aspek yang diteliti. Selanjutnay dapat disusun alternatif-alternatif sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.
3.Menetapkan Daerah Pengembangan
Hasil analisis dan alternatif-alternatif yang tersedia, dapatlah ditentukan lokasi sasaran yang dapat dijadikan sebagai lokasi binaan.
4.Merumuskan Tujuan.
Setelah menetapkan lokasi sasaran, maka perlu merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam pengembangan PLS.
5.Menentukan populasi sasaran
Deskripsi yang tepat mengenai populasi sasaran sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan suatu perencanaan.
Ada 3 hal yang perlu mendapat perhatian antara lain :
a.Motivasi, kecenderungan dan minat peserta.
b.Kegairahan dan kemampuan peserta
c.Harapan-harapan dan cita-cita.
6.Mengidentifikasi Kebutuhan Belajar
Kebutuhan belajar sangat besar pengaruhnya terhadap keberhasilan belajar. Yang berkaitan dengan hal ini:
a.Apa yang ingin diketahui / dipelajari
b.Sumber-sumber belajar yang dapat mendukung kebutuhan belajar masyarakat.
c.Kebutuhan belajar yang belum terungkapkan.
d.Mempertemukan kebutuhan belajar dan sumber belajar.
7.Merencanakan Penyampaian yang Tepat
Ada beberapa bentuk sistem penyampaian yang dapat digunakan dalam pengembangan program PLS :
a.Siaran pendidikan melalui radio dan televisi
b.Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat
c.Sistem Belajar Jarakn Jauh
d.Buku-buku Paket dan rekaman penjelasannya.
e.Ceramah-ceramah regiuler
f.Taman Bacaan Masyarakat
g.Pameraan-pameran Pendidikan.
8.Menetapkan Tugas-Tugas Pengembangan dan Pelaksanaan Kegiatan.
Melalui diskusi bersama-sama dengan para peserta dan tokoh-tokoh masyarakat, maka dapat ditetapkan :
a.Tempat dan waktu belajar
b.Bahan belajar dan alat-alatnya
c.Cara penyajian bahan
d.Jumlah peserta
e.Nara sumber dll.
9.Melatih Calon-Calon Pelatih
Untuk keberlanjutan program PLS ini, perlu dilakukan pelatihan bagi tenaga setempat dalam beberapa jenis pengetahuan dan keterampilan yang memang diperlukan. Dalam hal ini perlu diidentifikasi tenaga-tenaga yang dapat dilayih sebagai calon pelatih.
10.Pelaksanaan Kegiatan.
Apa yang telah direncanakan, kini saatnya dilaksanakan. Mungkin saja dapat terjadi perubahan-perubahan yanag diperlukan bilamana kenyataan lapangan ada sesuatu yang sulit untuk dilaksanakan.
11.Evaluasi Program.
Evaluasi yang dimaksudkan disini adalah kegiatan untuk menilai pencapaian tujuan program sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Disamping itu pula dengan evaluasi dapat dilakukan untuk penyempurnaan program setelah mengetahui apa yang harus disempurnakan dan bagaimana menyempurnakannya.

sumber tambahan : Arman Abdul Rohman (2007)

Pustaka :

1.Sudjana S, 2004. Manajemen Program Pendidikan Untuk Pendidikan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia.
2.Combs. H. Philip. 1974. Memerangi kemiskinan di Pedesaan Melalui Pendidikan Non – Formal. CV. Rajawali. Jakarta.
3.Kasim Iskandar. 2005. Manajemen Perubahan. Alfabeta. Bandung.
4.Faisal, Sanafiah. 1981. Pendidikan Luar Sekolah di dalam Sistem Pendidikan dan Pembangunan Nasional.
5.Joesoef, Soelaiman. 1986. Konsep Dasar Pendidikan Luar Sekolah. Bumi Akasara. Jakarta.
6.Anonim. 2006. Undang-undang Republik Indonesia Nomor. 20 Tahun 2003. Fokus Media.
7.Owens, Edgar dan Shaw, Robert. 1980. Pembangunan Ditinjau Kembali untuk Menjembatani Gap Antara Pemerintah dan Rakyat. Gajah Mada Universitas Press. Yogyakarta.
8.Soerjani, Moh Cs.1987. Lingkungan : Sumber daya Alam dan Kependudukan dalam Pembangunan. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
9.Sastradipoera, Komarudin. 2006. Strategi Pembangunan Sumber Daya Berbasis Pendidikan Kebudayaan. Kappa-Sigma Bandung.
10.Korten DC. 1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.
11.Pudjiwati. 1985. Sosiologi Pembangunan. Pasca Sarjana IKIP Jakarta.
12.Russ Dilt. 1990. Belajar Dari Pengalaman. P3M.

Selasa, 18 Mei 2010

Gempa!!!!

Subhanallah...
Gempa!!!!, tepat pada pukul tujuh malam. Ketika blogwalking ke blognya kang eNes, tiba-tiba meja kerja ku bergoyang. Segelas kopi pahit yang tergeletak di mejaku bergoyang, entah berapa kekuatannya. terjadi goyangan, hingga tembok ruangan kerja terdengar berderak-derak. Upss!..untung aku segera lari blingsatan menuju ke luar ruangan, hingga lupa tak pakai sepatu sama sekali,..kutinggalkan Blognya Kang eNes, email dan facebook yang masih on line, printer yang masih menghamburkan dokumen pekerjaan..
Ketika di luar, gempa masih terasa..
Iiihh ngeri banget. Alhamdulillah tidak terdapat kerusakan dan saya baik-baik saja.
terima kasih ya Allah...
salam

Senin, 17 Mei 2010

HARI INI SAKIT KEPALA (: Lomba Menulis Puisi Sang Cerpenis Bercerita)

HARI INI SAKIT KEPALA

Hari ini sakit kepala,
Urusan ini , itu,.. tak jua reda
Hari ini tiba giliran bersua pak kepala
Hari ini pula aku giliran di cerca
" anda banyak salah dan noda!" seru pak kepala.

Akh, hanya urusan tak seberapa
Selembar surat cinta,
Kutemukan di meja kepala
Aku baca,
Curahan cinta, selingkuhan pak kepala

Tak sengaja
Surat cinta terbawa
Terselip di kebaya yang dipesan istri kepala
Amboii..ia murka!

Hari ini sakit kepala,
Misua, tiba-tiba mencerca
Ada surat cinta di tas kerja yang kubawa!

puisi ini saya coba ikutkan ke dalam lomba puisi yang di adakan oleh :

http://just-fatamorgana.blogspot.com

dan
http://vixxio.com


jika dapat nominasi saya berharap dapat Novel berjudul Zizi: Saksi Bulan Madu karya Lusiwulan

Terimakasih mbak,
salam

Rabu, 05 Mei 2010

Paket C Kejuruan, menjelang "Mergernya Pendidikan Kesetaraan"



Bismillahirahmanirrahim...
Saya terlambat memposting tulisan ini.
Paket C Kejuruan. Ya, Paket C Kejuruan diluncurkan melalui Permendiknas Nomor 36 tahun 2009 tentang Program Paket C kejuruan yang bisa dijadikan landasan hukum atau acuan untuk menyelenggarakan Program Paket C Kejuruan. (Pedoman penyelenggaraan program Paket C Kejuruan-nya pun sudah terbit, awal januari 2010, yang disusun oleh Direktorat Pendidikan Kesetaraan Dirjen PNFI Kemendiknas).

Paket C Umum dan Paket C Kejuruan
Penyelenggaraan Pendidikan di Indonesia dilakukan melalui jalur pendidikan formal, non formal dan Informal. Paket C Umum dan Paket C Kejuruan, sama-sama merupakan salah satu bagian Program Pendidikan Kesetaraan selain paket A dan B. Program Pendidikan kesetaraan adalah bagian dari Pendidikan Non Formal hal ini tercantum di bagian kelima pasal 26 ayat 3 ( Pendidikan Non Formal sebelumnya Pendidikan Luar Sekolah /PLS di UU no 2 tahun 1989 UU Sisdiknas). Berbicara tentang ini, kita harus berbalik dulu tentang Paket C itu sendiri. Program paket C adalah program pendidikan menengah melalui jalur pendidikan non formal yang mempunyai hal eligibilitas yang setara dengan SMA/MA.Program ini di sebut program Paket C Umum.
Program paket C Kejuruan merupakan pendidikan non formal yang setara SMK/MK, dengan penekanan pada penguasaan bidang keahlian kejuruan dan pengembangan sikap dan kepribadian peserta didik agar menjadi mandiri.
Pengembangan Paket C Kejuruan, dilakukan bukan hanya untuk memberikan layanan hak masyarakat akan pendidikan tetapi juga untuk mengembangkan keterampilan kerja untuk memenuhi pendidikan kecakapan hidup (keterampilan) setara dengan SMK. Menurut data Depdiknas, minat masyarakat mengikuti Paket C dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tahun 2004 saja peserta didik paket C sebanyak 84.593 orang dan pada tahun 2008, meningkat menjadi 606.310 orang.
Program Paket C kejuruan mencoba menjawab tangtangan adanya tingkat pengangguran sebesar 8,5 %, dan jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai 111,48 juta orang (data BPS tahun 2008, dalam pedoman penyelenggaraan program paket C kejuruan). Melihat data tersebut berarti diperlukan tenaga-tenaga yang mempunyai keahlian untuk mengatasi problema tersebut.

Implementasi
Pelaksanaan model paket C kejuruan di lapangan pun sudah mulai dikembangkan, seperti pengembangan model yang dilakukan oleh kajian kesetaraan di BPPNFI Regional I Medan, model Paket C bidang TKIJ oleh BPKB DI Yogyakarta yang akan dimulai bulan Juli 2010 ini. tercatat UN paket C Kejuruan pertama kali dilaksnakan bulan november 2009 (gelombang kedua).
Program paket C Kejuruan, meski sudah dirintis sejak 2009 tetapi dilapangan masih terbilang baru bagi dinas pendidikan di daerah, para penyelenggara program PNF serta lembaga masyarakat penyelenggara pendidikan. Program paket C umum saja, implementasinya masih menemui kendala dan anggapan masyarakat bahwa Paket C hanya sebatas juru selamat saja bagi siswa pendidikan formal yang tidak lulus UN. ("meski saya melihat sah-sah saja").
Paket C Kejuruan dilakukan untuk memperluas akses pendidikan menengah dengan mutu yang baik melalui jalur pendidikan non formal dan memenuhi kebutuhan belajar masyarakat untuk bekal meningkatkan kualitas hidupnya. Semoga saja Paket C Kejuruan bisa diimplementasikan ke depannya menjadi lebih merata bagi siapapun, tidak hanya menampung siswa SMK yang yang tidak lulus UN, tetapi juga bagi mereka yang membutuhkan peningkatan kualitas hidupnya, dimanapun mereka berada di negeri ini.

Merger ke Dirjen Mandikdasmen
Pertengah April, terdengar kabar tentang "merger"nya pengelolaan pendidikan kesetaraan yang tadinya menjadi garapan Direktorat Pendidikan Kesetaraan Dirjen PNFI ke Dirjen Mandikdasmen (Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah ), cukup mengejutkan saya, sebab Mandikdasmen adalah jalur pendidikan formal. ("atau mungkin kacamta saya terlalu pendek daya lihatnya").
Selama ini pengelolaan pendidikan kesetaraan (Paket A,B, dan C) dikelola oleh Dirjen Pendidikan Non Formal dan Informal. Tentang perangkat dan payung hukumnya memang tidak berubah, tetapi manajemennya yang berubah, begitulah sementara sedikit deskripsi tentang berita "merger" tersebut. Saya kurang paham seperti apa, naskah akademik yang melatarbelakangi merger ini. Dari segi konseptual PLS, disebutkan bahwa pendidikan kesetaraan merupakan salah satu program pendidikan non formal yang diberikan untuk melayani warga masyarakat yang terkendala dan tidak terlayani pendidikan dasar dan menengah di pendidikan formal dan karena memiliki berbagai keterbatasan seperti faktor waktu,ekonomi, pekerjaan, geografis, soaial/hukum dan keyakinan.


Dalam penjelasan pasal 17 dan 18 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional dikatakan bahwa pendidikan yang sederajat dengan SD/MI adalah paket A, yang sederajat dengan SMP/MTS adalah paket B, dan pendidikan yang sedarajat dengan SMA/MA/SMK adalah PAket C. Dilihat dari segi sasaran memang sedikit berbeda, Paket A, B, dan C berfilosofis memberikan layanan bagi masyarakat usia sekolah dan dewasa yang masih ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dan terbentur berbagai keterbatasan berbagai faktor yang disebutkan diatas.
Atau mungkin karena pendidikan kesetaraan menggarap pendidikan dasar dan menengah maka kemudian di satupintukan pengelolaannya di Dirjen Mandikdasmen. Begitupun Paket C Kejuruan sebagai bagian dari pendidikan kesetaraan , ke depan akan digarap oleh Dirjen Mandikdasmen. Kita tunggu saja jadi atau tidaknya, di bulan Juni dan Juli 2010. Ah, bagi saya siapapun yang menggarapnya, yang penting masyarakat tetap terlayani pendidikannya.
Hak memperoleh pendidikan bagi masyarakat adalah sebuah hak azasi,tetap harus diupayakan pelayanan dan peningkatan kualitasnya oleh pemerintah pusat, dengan partisipasi optimal dari daerah dan masyarakat.
Jangan ada diskriminatif pendidikan.
Selamat Hari Pendidikan, Indonesia...

sumber tambahan :
Pedoman penyelenggaraan Program Paket C Kejuruan : Dir.Pend.Kesetaraan Dirjen PNFI
Kemendiknas 2010
Acuan Pelaksanaan dan Pembelajaran Pend. Kesetaraan Program Paket A, B, c Dir. Kesetaraan Dirjen PNFI Depdiknas
www.Depdiknas.go.id

Senin, 03 Mei 2010

Posting Juga Akhirnya..


Bismillahirahmanirrahim..
Akhirnya posting juga malam ini. Setelah hampir setengah bulan saya ga nengok rumah ini, sudah berdebu dan sedikit suram. Ah maafkan aku, rumahku..
Halo teman-teman semua, sehatkan ?

Di pertengahan April hingga awal mei ini, beberapa kegiatan kantor cukup menyedot perhatianku, ditambah beberapa pertandingan bola (Liga Champions, Premier League, Indonesian Super League /Liga Djarum ) juga meminta aku berpaling sebentar dan meninggalkan rumah ini.
Pertama
Mungkin Allah belum mentakdirkan saya corat-coret di blog ini
Kedua :
Kemenangan Bayern Muenchen, masuk final Liga Champions semakin menarik perhatianku atas sepak terjangnya di ajang sepakbola paling bergengsi di dunia
Ketiga
Liverpool saat ini tersungkur hingga tidak berpeluang diposisi 4 di Premier League dan gagal masuk Liga Champions tahun depan (setelah dipukul chelsea 0-2 di Anfiled)
Keempat
Hasil Seri Persib vs Persipura, semakin menekan posisi persib untuk tidak bisa merangseg naik ke posisi 3, 2 bahkan 1 di liga ISL (Liga Domestik.
Kelima
Akhir April dan awal Mei ini sedang blepotan tugas sekolah dan pekerjaan (susah juga ya ngaturnya.
My Blog, maafkan saya ya?
Tadinya mau nulis banyak ttg "Bayern yang perkasa di Champions League", "Liverpool yang terpuruk di Liga Inggris", dan "Persib yang kehilangan Jaya Hartono". nanti saja ah...
Teman-teman yang biasa berkunjung, juga belum sempat saya kunjungi lagi. InsaAllah dalam waktu dekat saya akan datang.

Akhir April saya berkesempatan ke Surabaya, dan mampir di Suramadu sebentar. Nah..ada gambarnya tuh dikit..
Salam untuk semua

Kamis, 15 April 2010

salam...

andai hujan rintik tidak turun berlebihan,
mungkin kita bisa bersua...

Kamis, 25 Maret 2010

Seorang Fanatik Bola-kah Saya?

Tahun 2004, saat itu masih lekat diingatan saya ketika Liverpool menjungkalkan klub raksasa Italia, AC Milan melalui drama adu penalti dalam final Liga Champions di Attaturk Olympiyat Stadiyumu Istambul Turki, yang berujung kemenangan 3-2 untuk Liverpool. Maka semakin bertambahlah kecintaan saya kepada klub ini, setelah sebelumnya saya begitu memperhatikan gerak-gerik klub Merseyside di pentas Liga Inggris saat itu.
Liverpool Football Club (dikenal pula sebagai Liverpool atau The Reds) adalah sebuah klub sepak bola peserta Liga Utama Inggris. Liverpool adalah klub tersukses dalam sejarah persepakbolaan Inggris yang bermarkas di kota Liverpool. Liverpool telah memenangkan 5 tropi Liga Champions (dulu Piala Champions), yang merupakan rekor Inggris.18 gelar Liga Inggris, 7 Piala FA, serta, 7 kali juara Piala Liga. Stadion mereka berada di Anfield, yang terletak sekitar 4,8 km dari pusat kota Liverpool.

Meski saya belum pernah sekalipun berkesempatan nonton langsung di Stadion Anfield, tetapi setiap perkembangan mengenai liverpool selalu menarik bagi saya entah itu grafik permainannya di Liga Inggris, transfer pemain, gosip-gosip hengkangnya Steven Gerald dan Torres ataupun kemenangan dan kekalahan di liga inggris maupun di Liga Champions.
Pada tahun 1970-an dan 1980-an, Liverpool sangat dominan. Pemain-pemain yang terkenal pada masa ini termasuk Ray Clemence, Mark Lawrenson, Graeme Souness, Ian Callaghan, Phil Neal, Kevin Keegan, Alan Hansen, Kenny Dalglish (102 cap) dan Ian Rush (346 gol). Saya makin tertarik, ketika Michael Owen dan Steven Gerarld sebagai bintang liverpool yang banyak digemari liverpuldian (fans Liverpool) masa dekade 2000-2004 (Bagi Owen) dan masa 2000-2010 (bagi Gerald).

Tahun 2004 saat itu, saya sangat giat nonton pertandingan bola liga champions sejak 16 belas besar hingga final, hingga sering begadang sampai pagi untuk menantikan pertandingan Liverpool melibas lawan-lawannya di liga bergengsi tersebut.
Aktifitas nonton bola, khususnya pertandingan Liverpool memang cukup menguras energi dan kesehatan saat itu, hingga saya sempat sakit. Meski, tidak memiliki banyak pernak-pernik khas Liverpool, saya tetap setia mengamati perkembangan klub ini setiap saat. Mengapa demikian, adakah saya sudah fanatik terhadap klub tersebut? Ah, rasanya jika melihat berita tentang liverpool baik d koran-koran lokal, di internet ataupun pembicaraan dengan teman pikiran saya selalu tertarik.
Kembali, saya bertanya seorang fanatikkah saya terhadap klub tersebut? Hingga, saya selalu tertarik mengamati, mengikuti perkembangan klub liverpool kapanpun dan dimanapun, hingga rela begadang menantikan pertandingannya di tv, ada rasa senang dan puas ketika liverpool menang, ada rasa sedih ketika kalah, dan ada niat suatu saat untuk berkunjung suatu saat ke markas Anfield Gank di kota Liverpool.
Ataukah, saya hanya seorang "penikmat sebuah pertandingan bola" ? meskipun kadarnya hanya sebuah pemihakan terhadap klub tertentu?, kemudian rela menunggu hingga larut malam menantikan pertandingan klub yang dicintai,dan dag dig dug ketika pertandingan berlangsung, atau kemudian lantas selalu mencari berita-berita terbaru terkait dengan klub tersebut.
Memang tidak ada yang menyangkal, daya magis sepakbola telah menyedot 'penikmatnya" ke dalam sebuah pusaran keberpihakan terhadap sebuah tim. Baik tim suatu negara dalam piala dunia, klub sepakbola dalam pentas liga luar negeri ataupun dalam negeri. Sehingga ujung-ujungnya, ada sebuah sifat keberpihakan yang berlebihan dan selalu percaya akan kelebihan terhadap klub yang didiolakannya. Saya, merasakan itu. Buktinya ketika melihat grafik permainan Liverpool yang kadang naik, kadang turun , kadang menang, seri atau kalah saya melihatnya Liverpool tetap yang terbaik. Bahkan MU, Chelsea, dan Arsenal yang bercokol di posisi "big four", masih belum bisa merebut keberpihakan saya pada ketiganya.
O ya, perkembangan Liverpool dari tahun 2004-2008 mengalami pasang surut baik di Liga Inggris maupun di Liga Chanpions. Bahkan tahun 2009/2010 prestasi Liverpool menunjukkan grafik yang kurang bagus,minggu ini Liverpool kalah 1-2 atas Manchester United. Di ajang Champions League, Liverpool pun terseok-seok hingga terjungkal sebelum masuk delapan besar yang pada akhirnya membuat saya tidak nonton Champions Leageu karena memang Liverpool sudah tersingkir. Rasanya iri, ketika Liverpool tidak ikut serta dalam babak perdelapan final dan perempat final Champions League yang ditayangkan live di tv bulan februari, Maret dan April Mei mendatang.

Mudah-mudah bisa menembus "big four" li Premier Leageu, Liverpool! Supaya tahun depan tetap bisa masuk zona Champions League.
"You Never Walk Alone....."

Rabu, 17 Maret 2010

Ibu Muda

Hujan rintik, menghiasi langit ini. Siang makin merangkak. Aku bergegas mencari makan siang. Si Merah mendampingiku menuju tukang baso dipinggir jalan. Tampak Mang Tukang Baso, dikerubuti pelanggan (ada laki-laki dan perempuan). Seorang ibu muda, menggendong anaknya. Kudekati, eh..tiba-tiba si anak menangis. Tak segan-segan si Ibu Muda, mengeluarkan payudaranya (maaf) kemudian menyusui anaknya meski pun banyak orang disekitarnya.
Pengorbanan Ibu Muda,tak sungkan-sungkan ia menyusui anaknya didepan khalayak. Ah, ia begitu ikhlas, masih tampak matanya yang memerah mungkin tadi malam kurang tidur karena menyusui anaknya, tampak si ibu muda meringis mungkin menahan rasa sakit akibat sedotan kuat si kecil saat menyusui.

"Kasih Ibu...."
"Jangan biarkan susu botol mengantikanmu ibu..."

Menyusui memang tidak hanya sekedar memuaskan si kecil, tetapi terjadi pandangan mata antara si kecil dan ibunya, maka terjadilah hubungan batin antara anak dan ibu. Menyusui dihubungkan dengan pengeluaran oxytocin. Dan Oxcytocin diproduksi sekitar area otak dan membantu aktifitas otak untuk mengembangkan naluri keibuan. Air susu ibu merupakan yang terbaik, sebab sangat membantu perkembangan bayi dan stamina bayi itu sendiri.
Di satu sisi, ada penelitian yang menyebutkan jika ibu tidak menyusui cenderung lebih mudah melakukan penyiksaan terhadap anak-anaknya. Sayang saya kurang pengetahuan detail tentang penelitian ini.

Semoga kita selalu berusaha menjadi ibu yang baik
salam

Kamis, 11 Maret 2010

Benarkah Indonesia kita Masih Tidur ?

Saat ini Indonesia masih berkategori negara berkembang yang selalu berusaha untuk menjadi negara maju. Negara yang memang boleh dikatakan selalu bergelut dengan kondisi kemiskinan,bencana alam,berjubelnya kasus KKN yang sedang diupayakan untuk diberantas, keterbatasan dalam pembangunan infrastruktur, IPM yang masih dikisaran 111 dari 182 negara, dan sebagainya.
Benarkah Indonesia kita sedang tidur ?, dan jika ada yang membangunkannya maka akan menjadi sebuah negara yang ditakuti dan disegani oleh negara manapun. Mengapa Indonesia ditakuti dan disegani, pertama : Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi alam. Indonesia merupakan negara yang memiliki biodiversitas yang dikenal sebagai pusat konsentrasi beribu-ribu keanekaragaman hayati dunia. ribuan keanekaragaman hayati ini banyak digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti obat-obatan, pangan, pewarna, kosmetika dll. Tercatat kurang lebih enam ribu-an spesial flora dan fauna yang memasoknya untuk keperluan diatas. Keanekaragaman tersebut terdapat di hutan -hutan Indonesia terutama di taman nasional yang perlu terus-menerus kita jaga.
Banyak yang menyebut bahwa Indonesia merupakan zamrud khatulistiwa yang super kaya, lihatlah hamparan luas hutan kita, tambang emas, batubara, minyak bumi, potensi laut, pertanian, perkebunan, yang masih minimal dimanfaatakan oleh bangsa kita sendiri. Bagaimana jika sumber daya yang kita miliki tersebut benar-benar kita kelola sendiri, dengan meminimalisir tangan-tangan asing didalamnya. Sayang kekayaan alam dan potensi diatas hanya bisa kita sebut dan elu-elukan saja, tetapi kita tidak terjun sendiri mengolahnya, bahkan ironis sekali kita hanya sebagai penonton atas kekayaan kita sendiri.
Anda tentu mengetahui proyek Exxon di Aceh yang dikelola bangsa asing, PT Freeport di Papua. Ah menyedihkan. Apakah kebijakan dinegara kita ini sulit untuk dirubah ? Wakil-wakil rakyat masih belum mewakili suara rakyatnya.
Kedua, Indonesia merupakan negara yang religi-nya kuat. para penganut agama, meski berbeda tetapi mereka bisa rukun dan damai. Meskipun kadang-kadang terjadi benturan tetapi dapat diminimalisir dengan baik. Indonesia juga merupakan negara yang memiliki masyarakat Muslim terbanyak.
Ketiga, Indonesia harus diakui memiliki orang-orang cerdas. Anak-anak yang memiliki IQ 125 keatas, cukup banyak. Mereka harus dimanfaatkan untuk keperluan pembangunan kelak. Orang-orang cerdas dan pintar juga sudah banyak yang berhasil sekolah di luar negeri dan menjadi doktor, hanya sayang mereka lebih suka tinggal diluar negeri daripada tinggal dinegeri sendiri. kencenderungan kepindahan mereka ke luarnegeri nampaknya semakin menguat karena beberapa alasan. Alasannya beraneka ragam, Para Doktor yang berhasil sekolah diluarnegeri menilai bahwa peluang pengembangan ilmu di Indonesia terbatas, sementara di negara-negara lain menyediakan peluang tersebut. Tangtangan penggunaan ilmu di luarnegeri tersedia misalnya situasi kerja yang akan menguras kepandaian, dan kepintaran serta substansi ilmu yang dimiliki. Selain itu alasan renumerasi. Renumerasi PTN di Indonesia tempat bekerja para doktor tersebut belum memberikan nilai yang layak. Berbeda dengan dengan di luarnegeri. Yaa..saya pikir karena memang negara kita belum mampu seperti PTN di luar negeri.
Ada kekuatan besarkah yang masih meninabobokan negara kita, sehingga kita masih tidur ?Atau kita ingin tidur terus ? Lihatlah KKN yang sulit diberantas, Efisiensi pengelolaan perusahaan negara yang belum optimal, kekuasaan para pengusaha raksasa yang semakin besar dll.Apalagi sekarang era global semakin menusuk disemua sektor, menyusup pangsa pasar kita, menekan industri kita. Banyak industri kecil dan menengah kita yang kalah bersaing dinegeri sendiri karena pasar global tersebut.
Disektor pendidikan, Indonesia juga masih memiliki banyak garapan. Disatu pihak, kita terlalu mengelora untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, dipihak lain aspek budipekerti, agama, budaya bangsa dan potensi lokal kurang seolah terjepit oleh jam belajar bernuansa akademik. Bolehlah hasrat pendidikan kita gelorakan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mengikuti perkembangan global zaman yang terus berubah, tapi mari imbangi dan kuatkan dengan komponen penguasaan budipekerti, wirausaha, budaya dan pemahaman tentang potensi lokal masing-masing wilayah, sebab kita hidup dinegara yang memiliki nilai, norma, budaya dan kearifan lokal yang senantiasa harus kita pelihara. semoga.

Ngelantur sedikit : Selamat untuk Persib Bandung setelah menang 2 : 1 atas tamunya Bontang FC tadi sore . "Meski terkejut dengan gol yang diciptakan Kenji pemain Bontang FC, AKhirnya Persib bisa menang juga. Persib selama pertandingan tampil menekan. Persib Bandung harus berjuang keras menembus pertahanan Bontang FC yang berlapis dan disiplin serta penampilan penjaga gawang, Ade Muhtar yang ciamik. Tampak bahwa strategi serangan balik yang biasa dilakukan Persib kurang berhasil kali ini, serangan dari sisi kiri dan kanan yang terus menerus akhirnya berbuah dua gol yang dilesakkan C.Gonzales dan Hilton Moriera. Strategi Jaya Hartono menarik Gilang Angga dan memasukkan Budi Sudarsono cukup efektif dalam menggedor sektor pertahanan Bontang FC. Tinggal membuang rasa terburu-buru saja Sib..ketika menggedor benteng pertahanan. Ke depan, sy tetap mengharapkan Gonzales dan Hilton yang masih diturunkan jadi starter serta dilapis Budi dan Atep sebagai pengrusak konsentrasi pertahanan, disamping Eka Ramdhani sebagai suplier bola dan cannonball terbaiknya. Satoshi Otomo, sudah terbilang bisa beradaptasi dan corner kicknya horizontalnya memukau. Bravo Persib. Salam

sumber sumber tambahan :
http:pesantrenvirtual.com
http :mapar-mapar.blogspot.com
www.forumbebas.com
http://bisnisvivanews.com

Senin, 01 Maret 2010

Cikoneng

Hampir 15 hari saya tidak posting. Ada beberapa hal yang harus diselesaikan baik urusan intern maupun keperluan pekerjaan. Halo, temen-temen. Sehatkah?
Assalamualaikum...
Cikoneng adalah sebuah nama kecamatan yang merupakan bagian dari Kabupaten Ciamis Jawa Barat. Cikoneng berada di bagian barat Kabupaten Ciamis, berbatasan dengan Kabupaten Tasikmalaya. Ada yang menarik dari kecamatan ini, yaitu banyak munculnya wirausaha rumah tangga yang bergerak dalam produksi makanan ringan. Bentuk makanan ringan yang banyak diproduksi di daerah ini yaitu aneka jenis kerupuk, jitnong (wajit borondong), borondong jagung,tengre (tengteng pare (padi)), kerupuk sengsara, marning,makaroni pedas, dan lain-lain.
Teman-teman tentu masih baru mendengar aneka jenis makanan ringan diatas. Atau ada yang sudah pernah mendengar?. Nah baiklah saya jelaskan satu persatu.
a. aneka jenis kerupuk .
Jenis kerupuk yang diproduksi oleh para wirausaha rumahan di cikoneng memiliki banyak variasi. Aneka jenis kerupuk yang di produksi antara lain kerupuk berbentuk akar kelapa, kerupuk belit, kerupuk ranting yang pedas, kerupuk buleud (bulat), semuanya dibuat dengan teknologi yang manual. Bahannya dari aci (tepung kanji). Kerupuk jenis ini banyak ditemukan di daerah Ciamis, Tasikmalaya dan Garut, bahkan sampai ke Bandung. Pembuat kerupuk di Ciamis begitu melegenda. Usaha turun temurun ini dilestarikan oleh masyarakat cikoneng dan tahan hempasan badai krisis moneter. Pembuat kerupuk ini harus bersaing merebut perhatian konsumen dengan snack-snack dan chiki yang berbungkus lebih menarik.
b. Jitnong (wajit borondong)
Nah, ini masih kategori wajit. wajit terbuat dari beras ketan dan gula merah.rasanya manis. jitnong merupakan wajit yang diluarnya diberi borondong beras. Borondong ini terbuat dari padi yang open dalam mesin manual buatan bengkel. bentuknya seperti pop corn jagung, tapi lebih kecil karena asalnya dari padi. Masyarakat cikoneng membuatnya disamping mereka memproduksi kerupuk. Jitnong dijual perbungkus, sekitar Rp. 2.500,-
c. borondong jagung.
Tidak hanya masyarakat Majalaya Bandung yang bisa membuat borondong jagung,masyarakat cikoneng juga mampu membuatnya. Borondong berbentuk bulatan, sebesar bulat sebesar bola tenis ada juga yang berbentuk segi empat. Biasanya sangat laku ketika musim panen dan musim penghujan. tapi bukan berondong lho ....
Borondong jagung dulu kisaran harganya mulai Rp. 100,-, Rp. 250,- sampai Rp. 500,-
d. tengre (tenteng pare)
Tengre juga sama proses pembuatannya, pare (padi) yang kuning di jemur kemudian diopen dalam open sederhana buatan bengkel. opennya seperti meriam, ukurannya sekitar 1 m, dengan diameter sekitar 40 cm. Masyarakat cikoneng menyebutnya Ngabeledug (sebab jika opennya dibuka akan terdengar letusan yang cukup keras, dan hasil openan akan keluar, kita tinggal memisahkan kulit padi dan padi hasil openannya). padi yang sudah diopen, kemudian dicampur gula merah dan dibentuk bulat-bulat sebesar bila pingpong, rasanya manis dan wangi. Tengre dulu dijual Rp. 100,- persatuan, jika satu bungkus isi 10 maka dijual Rp. 1.000,-
e. kerupuk sengsara (melarat)
Di Jawa Barat, yang saya ketahui pengrajin kerupuk sengsara terdapat di Cirebon dan sekitarnya,juga masyarakat wirausaha di cikoneng Ciamis. Mengapa disebut kerupuk sengsara (melarat) karena kerupuk ini tidak digoreng oleh minyak goreng, tetapi disangrai oleh pasir laut. Orang Bengkulu menyebutnya kerupuk pasir. Nah, kerupuk ini berasal dari tepung kanji, rasanya manis-manis asin. 100 % non kolesterol.Kerupuk sangsara biasanya dijual dalam satuan bungkus sekitar Rp. 4.000,- dan Rp. 6.000,-
f. Marning
marning merupakan jagung goreng. Marning rasanya manis, asin dan sedikit pedas. jagung yang matang dan tua, dijemur sampai kering lalu digoreng. industri rumahan ini masih bertahan, dan di cikoneng khusus produsen marning yang terkenal ada di kampung cinaga. mereka masih bisa bertahan di sela-sela modernisasi makanan dan snack-snack modern. Marning harganya murah, mulai Rp. 100,-, Rp. 500,- , Rp. 2.500,- dan Rp. 5.000,-
g. makroni pedas.
makroni pedas,mulai ngetrend ketika produksi kerupuk dan berondong jagung di kecamatan cikoneng rada sedikit lesu. Wirausaha dari cikoneng mulai melirik untuk membuat makaroni pedas ketika produksi aneka kerupuk dan borondong mereka sedikit limbung, oleh karena itu usaha lain ditempuh yaitu dengan memproduksi makroni goreng. makroni mentah didatangakan dari daerah jawa tengah, kemudian digoreng diberi bumbu dan diberi pedas serta dibungkus kecil-kecil. Harga satuannya ada yang Rp.100. Rp.250 dan Rp. 500,-, Rp. 1000, . Makroni goreng ini sangat diminati oleh anak-anak SD, SMP bahkan SMA di sekitar wilayah Ciamis, Tasikmalaya dan Bandung. Kini Makroni goreng pedas begitu diminati dan memang sangat laku sehingga usaha produksi ini banyak dilakukan oleh kalangan industri rumah tangga di Cikoneng.

Sayang, cara mengolah makanan ringan dan pengelolaan industri rumahan serta kultur wirausaha ini hanya diketahui dan berkembangn pada para pekerja industri rumahan saja. Sangat menarik jika potensi industri rumahan ini dikembangkan dalam kurikulum lokal baik dipendidikan formal maupun di oleh pendidikan non formal. Saya pikir sudah saatnya kita mengangkat industri rumah tangga disekitar kita yang terdekat untuk kemudian di ajarkan pada generasi bangsa kita kita sebab kondisi kewilayahan, wirausaha rumahan yang turun temurun harus terus di lestarikan, dikembangkan dan dijadikan input berharga untuk kurikulum keterampilan lokal dalam lingkup pendidikan kita.
Mengikuti perkembangan jaman boleh-boleh saja, sebab kita juga harus berubah. Berubah ke arah yang lebih menguntungkan dan lebih sejahtera. Saya pikir harus diawali dari sebuah perubahan kurikulum pendidikan keterampilan saja yang sederhana, yang dekat dengan lingkungan kita, yang lebih kita kenali, lebih mudah dipahami dan kontekstual.
Salam

Senin, 15 Februari 2010

Di Telpon Ibu...

Malam ini, ketika sedang beres-beres mau pulang dari kantor tiba-tiba hp berbunyi. Oh ternyata dari Ibu.
Ibu : sudah sampai Bandung ?
saya : Ya, lagi dikantor, td kuliah pulangnya sore jadi ke kantor dulu sebentar. Ada apa Bu?
Ibu : Enggak, nanyain saja, kabarnya. Ibu inget terus. Gimana kabar si kecil, sehat juga?
Saya : Alhamdulillah. Gimana Ibu, sehat juga.
Ibu : Alhamdulliah. Syukurlah. Jaga kesehatan ya neng. jangan lupa shalat 5 waktu.
Saya : Baik Bu.
Ibu : Mari..assalamualaikum
Saya : Walaikumsalam...
Sejenak setelah percakapan tersebut, saya berlinang air mata. Saya tidak lagi bisa bersama Ibu. Meski tiap minggu saya selalu menyempatkan waktu bertemu dengannya, mengunjunginya dan selalu minta doa. Bagi saya sesibuk apapun saya selalu menyempatkan diri menemuinya. Memang setelah menikah, saya berpisah rumah dengan Ibu sehingga kami jarang bersama. Hanya hari minggu saya selalu sempatkan mengunjunginya. Alhamdulillah saya masih punya Ibu. Andaikan ia sudah tidak ada, mungkin tidak ada lagi yang menelpon saya malam-malam seperti tadi. Ibu meski jarak kami jauh secara geografis tapi ia selalu perhatian, memberikan nasehatnya yang tiada henti. Ya Rabb, jangan pisahkan dulu kami.
Bagaimana dengan Ibu anda?

Selasa, 09 Februari 2010

Karakter Wilayah

Akhir-akhir ini, perencanaan di kantor sedang giat-giatnya membumikan sebuah model pemberdayaan pada pemerintah desa dalam pengelolaan pendidikan non formal dengan berbasiskan karakter wilayah tertentu. Daerah yang jadi bidikan adalah Jawa Barat, Banten, Bengkulu dan Lampung. Karakter wilayah ini sendiri berpijak pada variabel mata pencaharian dan ekologi (lingkungan). Wacana kemudian berkembang untuk mendatangkan fakar sosiologi, dan salah satu yang didatangkan adalah Drs. Budi Rajab,M.Si salah satu dosen Unpad Bandung. Kang Budi, begitu kami memanggilnya. Ia sejak awal menanyakan tentang mengapa karakter wilayah yang diangkat dalam sebuah pemberdayaan pada pemerintah desa khususnya dalam pengelolaan pendidikan non formal berbasis kewilayahan. Alasan utama adalah karena kedua karakter tersebut memiliki pengaruh kuat dalam menyibak sifat sebuah wilayah yang berdampak pada dukungan pembangunan desa sebagai sebuah wilayah di dalam proses pembangunan pendidikan. Karakter ekologi disini adalah gambaran ekosistem lingkungan seperti daerah bergunung, pesisir, dataran rendah yang didalamnya ada keunikan tertentu yang berpengaruh pada sosial budaya masyarakat, juga pada mata pencaharian masyarakat secara ekonomis. Jika suatu wilayah dilihat dari karakter mata pencaharian maka akan terlihat secara jelas jenis mata pencaharian seperti dibidang pertanian, perkebunan, pesisir dan industri (manufaktur). Bila suatu wilayah dilihat dari karakter ekologi dan mata pencaharian maka akan lebih mudah, beda lagi bila karakter dilihat dari sifat. sangat sulit dan njlimet. Terkait karakter diatas, kami menyimpulkan bahwa katakter dominan untuk wilayah-wilayah yang telah disebutkan diatas yaitu pesisir,pertanian, perkebunan dan industri. Lebih lanjut Kang Budi membedakan perkebunan memiliki dua kategori yaitu perkebunan kecil dan besar. Sifat perkebunan kecil biasanya luasnyanya terbatas, milik individu, sifat mobilitas pemiliknya relatif rendah. Sedangkan perkebunan besar dimiliki oleh pihak yang memiliki modal besar, sifat mobilitasnya relatif lebih tinggi, lahannya cenderung luas dan biasanya sudah ada sejak lama, jenis tanaman yang ditanamnya lebih monokultur dan jumlah pekerja yang banyak. Lihatlah perkebunan-perkebunan teh di Jawa Barat yang notabene dibuat sejak jaman kolonial dan luasnya hektaran. Beda lagi dengan industri kecil dan industri besar. Industri kecil bisanya milik sendiri (owners) dengan jumlah tenaga kerja relatif sedikit. Industri besar, masyarakat didalamnya sebagai labour, bukan pemilik (owners), waktu mereka sangat padat dengan mobilitas tinggi, sehingga waktu luang yang dimilikinyapun terbatas.
Lebih lanjut, Kang Budi memandang bahwa ada perbedaan masyarakat pesisir di pesisir pantai selatan Jawa Barat dengan pesisir pantai utara. Dilihat dari segi lingkungan pesisir pantai selatan merupakan pantai yang bergunung-gunung diselingi sawah-sawah dan sifat ombaknya besar. Tidak banyak nelayan yang berkategori sebagai nelayan. Nelayan dipantai selatan menangkap ikan hanya untuk keperluan makan saja, jumlah nelayan yang mengolah ikan untuk keperluan produksi juga relatif kecil jumlahnya sehingga nelayan disana juga ada yang sebagai petani. Beda dengan pesisir pantai utara yang cenderung secara tipologi wilayah merupakan daerah dataran rendah, ombaknya kecil dan ikan yang melimpah. Mata pencaharian penduduk mayoritas nelayan yang benar-benar nelayan yang menangkap ikan sebagai mata pencaharian.
Melihat peta wilayah sasaran secara keseluruhan , Kang Budi juga memberikan input bahwa daerah pesisir lebih banyak terdapat di Jawa (pantai utara), cilacap, indramayu, banyuwangi, Sulawesi, Sumatera utara (dengan pelabuhan besar Bagan si api-api). Banten dikategorikan sebagai wilayah industri besar, dan industri kecilnya hanya sedikit (meski kita mengenal emping melinjo bersumber dari Banten). Lampung dikategorikan sebagai daerah peladangan besar dan peladangan kecil, tetapi jumlah sawahnya juga relatif luas. Bengkulu memiliki wilayah perkebunan yang luas dan besar. Karet dan kopi sangat mendominasi, meskipun ada juga daerah perkebunan teh di sekitar daerah Kepahiang dengan teh hijaunya yang berorientasi ekspor. Masyarakat Bengkulu juga secara individu mereka memiliki kebon-kebon sendiri, milik sendiri yang dikelola secara mikro.
Maksud dari membumikan karakter wilayah dalam sebuah pemodelan disini yaitu memandang bahwa karakter wilayah memiliki pengaruh kuat dalam pengembangan wilayah secara mikro dan kemudian menjadi modal kuat dalam pemberdayaan wilayah secara makro dikemudian hari. Pengembangan wilayah ini berawal dari mengangkat model pendidikan yang berkarakter kewilayahan, sebab ada beberapa input bahwa masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Bukankah masing-masing daerah memiliki potensi, kebutuhan dan tagtangan dan keberagaman lingkungan? Dari sinilah semua paparan diatas berawal.